<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kakek 84 Tahun Lepaskan Tembakan di Masjid Prancis, Lukai Dua Orang</title><description>Tersangka dilaporkan pernah menjadi kandidat politik untuk partai sayap kanan Prancis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/29/18/2122958/kakek-84-tahun-lepaskan-tembakan-di-masjid-prancis-lukai-dua-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/29/18/2122958/kakek-84-tahun-lepaskan-tembakan-di-masjid-prancis-lukai-dua-orang"/><item><title>Kakek 84 Tahun Lepaskan Tembakan di Masjid Prancis, Lukai Dua Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/29/18/2122958/kakek-84-tahun-lepaskan-tembakan-di-masjid-prancis-lukai-dua-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/29/18/2122958/kakek-84-tahun-lepaskan-tembakan-di-masjid-prancis-lukai-dua-orang</guid><pubDate>Selasa 29 Oktober 2019 10:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/29/18/2122958/kakek-84-tahun-lepaskan-tembakan-di-masjid-prancis-lukai-dua-orang-MH1KvJF6cS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Masjid di Bayonne. (Foto: Google)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/29/18/2122958/kakek-84-tahun-lepaskan-tembakan-di-masjid-prancis-lukai-dua-orang-MH1KvJF6cS.jpg</image><title>Masjid di Bayonne. (Foto: Google)</title></images><description>BAYONNE &amp;ndash; Dua orang mengalami luka-luka akibat tembakan di luar sebuah masjid di Kota Bayonne, Prancis. Polisi telah menangkap seorang tersangka, pria berusia 80-an tahun dengan latar belakang militer.
Berdasarkan keterangan otoritas setempat yang dilansir RT, Selasa (29/10/2019), pria itu diduga melaju ke halaman masjid pada Senin sore sekira pukul 3 waktu setempat dan menembak dua orang. Kedua korban dibawa ke rumah sakit Bayonne. Pria itu juga menggunakan alat pembakar untuk membakar mobil yang digunakannya.
Polisi mengatakan kepada Radio France Bleu bahwa mereka menangkap tersangka di dekat rumahnya di derah Saint-Martin-de-Seignanx. Mereka menemukan senjata dan tabung gas di dalam mobil pria itu serta granat di dalam properti.
Tersangka diyakini adalah seorang veteran militer berusia 84 tahun, dan dilaporkan menderita kanker.
Mengutip sumber anonim, Reuters melaporkan bahwa tersangka memiliki koneksi ke kelompok ekstrem kanan Prancis, dan telah menjadi kandidat politik untuk partai Rally Nasional Marine Le Pen dalam pemilihan provinsi pada 2015. Le Pen sendiri - seorang pengkritik Islam yang vokal - mengecam serangan itu sebagai sebuah &quot;tindakan yang tak bisa disampaikan dengan kata-kata yang benar-benar bertentangan dengan semua nilai yang dibawa oleh gerakan kami.&quot;
</description><content:encoded>BAYONNE &amp;ndash; Dua orang mengalami luka-luka akibat tembakan di luar sebuah masjid di Kota Bayonne, Prancis. Polisi telah menangkap seorang tersangka, pria berusia 80-an tahun dengan latar belakang militer.
Berdasarkan keterangan otoritas setempat yang dilansir RT, Selasa (29/10/2019), pria itu diduga melaju ke halaman masjid pada Senin sore sekira pukul 3 waktu setempat dan menembak dua orang. Kedua korban dibawa ke rumah sakit Bayonne. Pria itu juga menggunakan alat pembakar untuk membakar mobil yang digunakannya.
Polisi mengatakan kepada Radio France Bleu bahwa mereka menangkap tersangka di dekat rumahnya di derah Saint-Martin-de-Seignanx. Mereka menemukan senjata dan tabung gas di dalam mobil pria itu serta granat di dalam properti.
Tersangka diyakini adalah seorang veteran militer berusia 84 tahun, dan dilaporkan menderita kanker.
Mengutip sumber anonim, Reuters melaporkan bahwa tersangka memiliki koneksi ke kelompok ekstrem kanan Prancis, dan telah menjadi kandidat politik untuk partai Rally Nasional Marine Le Pen dalam pemilihan provinsi pada 2015. Le Pen sendiri - seorang pengkritik Islam yang vokal - mengecam serangan itu sebagai sebuah &quot;tindakan yang tak bisa disampaikan dengan kata-kata yang benar-benar bertentangan dengan semua nilai yang dibawa oleh gerakan kami.&quot;
</content:encoded></item></channel></rss>
