<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Tinjau Posko Pengungsi Pasca-Gempa Maluku</title><description>Jokowi menjelaskan, anggaran di Kementerian PUPR dan di BNPB telah dialokasikan untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak akibat gempa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/29/337/2123004/presiden-jokowi-tinjau-posko-pengungsi-pasca-gempa-maluku</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/29/337/2123004/presiden-jokowi-tinjau-posko-pengungsi-pasca-gempa-maluku"/><item><title>Presiden Jokowi Tinjau Posko Pengungsi Pasca-Gempa Maluku</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/29/337/2123004/presiden-jokowi-tinjau-posko-pengungsi-pasca-gempa-maluku</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/29/337/2123004/presiden-jokowi-tinjau-posko-pengungsi-pasca-gempa-maluku</guid><pubDate>Selasa 29 Oktober 2019 11:25 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/29/337/2123004/presiden-jokowi-tinjau-posko-pengungsi-pasca-gempa-maluku-Rlxogejdu3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi tinjau posko pengungsi pascagempa Maluku di Universitas Darussalam, Tulehu, Maluku Tengah, Selasa (29/10/2019). (Foto : Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/29/337/2123004/presiden-jokowi-tinjau-posko-pengungsi-pasca-gempa-maluku-Rlxogejdu3.jpg</image><title>Presiden Jokowi tinjau posko pengungsi pascagempa Maluku di Universitas Darussalam, Tulehu, Maluku Tengah, Selasa (29/10/2019). (Foto : Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana meninjau langsung posko pengungsian gempa Maluku di Universitas Darussalam, Kecamatan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Selasa (29/10/2019).

Mereka yang mengungsi merupakan penyintas gempa magnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah Maluku pada 26 September 2019.

Presiden Jokowi kembali mengingatkan, Indonesia berada di kawasan cincin api sehingga potensi gempa dan tsunami selalu ada. Sejarah pernah mencatat gempa juga terjadi di beberapa wilayah Indonesia, seperti Aceh, Padang, Bengkulu, Lampung, Banten, Yogyakarta, hingga beberapa tahun terakhir di Nusa Tenggara Barat, Palu, Donggala, serta Maluku.

&quot;Kita memang tidak ingin dan selalu memohon kepada Allah SWT agar kita selalu dihindarkan dari yang namanya gempa dan tsunami. Tetapi kalau memang Allah sudah berkehendak ya kita harus menerima dan siap,&quot; kata Jokowi.



Menurut laporan yang diterima Presiden dari Gubernur Maluku Murad Ismail dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, ada sekitar 12.137 unit rumah yang rusak akibat gempa. Rinciannya, 2.712 unit rumah rusak berat, 3.317 unit rumah rusak sedang, dan 6.108 unit rumah rusak ringan.

&quot;Laporan tadi malam yang saya terima dari Pak Gubernur dan dari Pak Kepala BNPB ada kurang lebih 12 ribu lebih rumah yang rusak berat rumah, rusak ringan, rumah yang rusaknya sedang,&quot; ujarnya.

Kepala Negara menjelaskan, anggaran di Kementerian PUPR dan di BNPB telah dialokasikan untuk memperbaiki rumah-rumah tersebut dan akan segera disalurkan setelah menjalani sejumlah prosedur.

&quot;Yang kedua, kita juga sedikit menunggu agar gempanya itu reda, ya. Ini kalau malam saya dengar masih ada yang kecil-kecil, begitu ya? Gempa kecil-kecil. Semoga itu cepat hilang sehingga pembangunan rumah itu bisa dikerjakan masyarakat yang nanti dikoordinasi pemerintah daerah, anggarannya dari pusat,&quot; katanya.

Besaran bantuan untuk perbaikan rumah warga tersebut yaitu Rp50 juta  untuk rumah rusak berat, Rp25 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp10  juta untuk rumah rusak ringan. Presiden mengatakan, jumlah tersebut sama  seperti yang diberikan di daerah terdampak gempa lainnya.

&quot;Kalau ditanya cukup atau tidak cukup, ini terserah bapak ibu  semuanya. Yang penting, yang kita lihat seperti di NTB, di Palu, dengan  anggaran yang ada, ini rumah saya lihat di NTB sudah hampir selesai dan  juga bisa diselesaikan,&quot; katanya.

Presiden Jokowi juga meminta jajaran pemerintahan di daerah seperti  camat dan lurah turut memantau dan mengawasi anggaran tersebut. Terutama  mengingat anggaran t akan langsung diberikan kepada masyarakat  terdampak gempa.



Terkait pembangunan rumah warga yang rusak, Kepala Negara berharap  masyarakat membangun rumah dengan konsep tahan gempa seperti halnya yang  dilakukan warga di NTB. Untuk itu, pembangunan konstruksi rumah warga  akan diarahkan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat (PUPR).

&quot;Ada macam-macam, ada yang pakai beton, ada yang sistem RISHA ada.  Jadi, kalau ada gempa itu yang goyang hanya konstruksinya, tetapi  dinding dan lainnya tetap itu. Saya kira kita harus mengikuti itu,&quot;  tuturnya.

Baca Juga : Jokowi Bertolak ke Ambon Usai Resmikan Jembatan Youtefa di Jayapura

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana saat meninjau posko  pengungsi antara lain, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri  Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BNPB Doni Monardo, dan Gubernur  Maluku Murad Ismail.

Baca Juga : Jokowi Akan Berkunjung dan Dialog dengan Pengungsi Gempa Maluku

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana meninjau langsung posko pengungsian gempa Maluku di Universitas Darussalam, Kecamatan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Selasa (29/10/2019).

Mereka yang mengungsi merupakan penyintas gempa magnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah Maluku pada 26 September 2019.

Presiden Jokowi kembali mengingatkan, Indonesia berada di kawasan cincin api sehingga potensi gempa dan tsunami selalu ada. Sejarah pernah mencatat gempa juga terjadi di beberapa wilayah Indonesia, seperti Aceh, Padang, Bengkulu, Lampung, Banten, Yogyakarta, hingga beberapa tahun terakhir di Nusa Tenggara Barat, Palu, Donggala, serta Maluku.

&quot;Kita memang tidak ingin dan selalu memohon kepada Allah SWT agar kita selalu dihindarkan dari yang namanya gempa dan tsunami. Tetapi kalau memang Allah sudah berkehendak ya kita harus menerima dan siap,&quot; kata Jokowi.



Menurut laporan yang diterima Presiden dari Gubernur Maluku Murad Ismail dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, ada sekitar 12.137 unit rumah yang rusak akibat gempa. Rinciannya, 2.712 unit rumah rusak berat, 3.317 unit rumah rusak sedang, dan 6.108 unit rumah rusak ringan.

&quot;Laporan tadi malam yang saya terima dari Pak Gubernur dan dari Pak Kepala BNPB ada kurang lebih 12 ribu lebih rumah yang rusak berat rumah, rusak ringan, rumah yang rusaknya sedang,&quot; ujarnya.

Kepala Negara menjelaskan, anggaran di Kementerian PUPR dan di BNPB telah dialokasikan untuk memperbaiki rumah-rumah tersebut dan akan segera disalurkan setelah menjalani sejumlah prosedur.

&quot;Yang kedua, kita juga sedikit menunggu agar gempanya itu reda, ya. Ini kalau malam saya dengar masih ada yang kecil-kecil, begitu ya? Gempa kecil-kecil. Semoga itu cepat hilang sehingga pembangunan rumah itu bisa dikerjakan masyarakat yang nanti dikoordinasi pemerintah daerah, anggarannya dari pusat,&quot; katanya.

Besaran bantuan untuk perbaikan rumah warga tersebut yaitu Rp50 juta  untuk rumah rusak berat, Rp25 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp10  juta untuk rumah rusak ringan. Presiden mengatakan, jumlah tersebut sama  seperti yang diberikan di daerah terdampak gempa lainnya.

&quot;Kalau ditanya cukup atau tidak cukup, ini terserah bapak ibu  semuanya. Yang penting, yang kita lihat seperti di NTB, di Palu, dengan  anggaran yang ada, ini rumah saya lihat di NTB sudah hampir selesai dan  juga bisa diselesaikan,&quot; katanya.

Presiden Jokowi juga meminta jajaran pemerintahan di daerah seperti  camat dan lurah turut memantau dan mengawasi anggaran tersebut. Terutama  mengingat anggaran t akan langsung diberikan kepada masyarakat  terdampak gempa.



Terkait pembangunan rumah warga yang rusak, Kepala Negara berharap  masyarakat membangun rumah dengan konsep tahan gempa seperti halnya yang  dilakukan warga di NTB. Untuk itu, pembangunan konstruksi rumah warga  akan diarahkan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat (PUPR).

&quot;Ada macam-macam, ada yang pakai beton, ada yang sistem RISHA ada.  Jadi, kalau ada gempa itu yang goyang hanya konstruksinya, tetapi  dinding dan lainnya tetap itu. Saya kira kita harus mengikuti itu,&quot;  tuturnya.

Baca Juga : Jokowi Bertolak ke Ambon Usai Resmikan Jembatan Youtefa di Jayapura

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana saat meninjau posko  pengungsi antara lain, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri  Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala BNPB Doni Monardo, dan Gubernur  Maluku Murad Ismail.

Baca Juga : Jokowi Akan Berkunjung dan Dialog dengan Pengungsi Gempa Maluku

</content:encoded></item></channel></rss>
