<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPRD Temukan Anggaran Beli Lem Aibon Rp82,8 Miliar, Disdik DKI: Salah Ketik</title><description>Dinas Pendidikan DKI Jakarta berjanji menelusuri siapa yang salah menginput data pembelian lem aibon senilai Rp82,8 miliar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/30/338/2123519/dprd-temukan-anggaran-beli-lem-aibon-rp82-8-miliar-disdik-dki-salah-ketik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/30/338/2123519/dprd-temukan-anggaran-beli-lem-aibon-rp82-8-miliar-disdik-dki-salah-ketik"/><item><title>DPRD Temukan Anggaran Beli Lem Aibon Rp82,8 Miliar, Disdik DKI: Salah Ketik</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/30/338/2123519/dprd-temukan-anggaran-beli-lem-aibon-rp82-8-miliar-disdik-dki-salah-ketik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/30/338/2123519/dprd-temukan-anggaran-beli-lem-aibon-rp82-8-miliar-disdik-dki-salah-ketik</guid><pubDate>Rabu 30 Oktober 2019 11:23 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/30/338/2123519/dprd-temukan-anggaran-beli-lem-aibon-rp82-8-miliar-disdik-dki-salah-ketik-uPLAwVK0LX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dinas Pendidikan DKI Jakarta (Facebook)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/30/338/2123519/dprd-temukan-anggaran-beli-lem-aibon-rp82-8-miliar-disdik-dki-salah-ketik-uPLAwVK0LX.jpg</image><title>Dinas Pendidikan DKI Jakarta (Facebook)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; DPRD DKI Jakarta menemukan alokasi anggaran Rp82,8 untuk pembelian lem aibon yang diajukan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI dalam dokumen rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Platfon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020. Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Susi Nurhati mengaku salah ketik.
&quot;Ini sepertinya salah ketik, kami sedang cek ke semua komponennya untuk diperbaiki, &quot; kata Susi saat dihubungi wartawan, Selasa 29 Oktober 2019 malam.
Ia menjelaskan, tidak ada item anggaran untuk pembelian lem aibon di Disdik DKI Jakarta yang diajukan dalam KUA-PPAS 2020. Item yang diajukan oleh Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat itu sebenarnya hanya alat tulis kantor (ATK) berupa kertas dan tinta, bukan lem aibon.
&quot;Itu ATK, tapi kami hanya mengusulkan kertas dan tinta saja,&quot; kata dia.
Ruang sidang DPRD DKI Jakarta (Okezone.com/Fadel)
Disdik DKI berjanji menelusuri siapa yang menginput pembelian lem senilai Rp82,8 miliar tersebut. &quot;Kami akan cek ke seluruh SDN di Jakarta Barat, kami revisi usulan anggaran itu terakhir hari Jumat 25 Oktober 2019 malam,&amp;rdquo; ujar dia.
Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana mengkritisi adanya alokasi anggaran Rp82,8 miliar untuk pembelian lem aibon dalam KUA-PPAS 2020 yang diajukan Disdik DKI. Dia menilai ada keanehan di situ.
&amp;ldquo;Ditemukan anggaran aneh pembelian lem aibon 82 milliar lebih oleh Dinas Pendidikan. Ternyata Dinas Pendidikan mensuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulanya,&amp;rdquo; kata dia melalui akun Twitter @willsarana.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; DPRD DKI Jakarta menemukan alokasi anggaran Rp82,8 untuk pembelian lem aibon yang diajukan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI dalam dokumen rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Platfon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020. Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Susi Nurhati mengaku salah ketik.
&quot;Ini sepertinya salah ketik, kami sedang cek ke semua komponennya untuk diperbaiki, &quot; kata Susi saat dihubungi wartawan, Selasa 29 Oktober 2019 malam.
Ia menjelaskan, tidak ada item anggaran untuk pembelian lem aibon di Disdik DKI Jakarta yang diajukan dalam KUA-PPAS 2020. Item yang diajukan oleh Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat itu sebenarnya hanya alat tulis kantor (ATK) berupa kertas dan tinta, bukan lem aibon.
&quot;Itu ATK, tapi kami hanya mengusulkan kertas dan tinta saja,&quot; kata dia.
Ruang sidang DPRD DKI Jakarta (Okezone.com/Fadel)
Disdik DKI berjanji menelusuri siapa yang menginput pembelian lem senilai Rp82,8 miliar tersebut. &quot;Kami akan cek ke seluruh SDN di Jakarta Barat, kami revisi usulan anggaran itu terakhir hari Jumat 25 Oktober 2019 malam,&amp;rdquo; ujar dia.
Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana mengkritisi adanya alokasi anggaran Rp82,8 miliar untuk pembelian lem aibon dalam KUA-PPAS 2020 yang diajukan Disdik DKI. Dia menilai ada keanehan di situ.
&amp;ldquo;Ditemukan anggaran aneh pembelian lem aibon 82 milliar lebih oleh Dinas Pendidikan. Ternyata Dinas Pendidikan mensuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulanya,&amp;rdquo; kata dia melalui akun Twitter @willsarana.
</content:encoded></item></channel></rss>
