<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Klarifikasi Disdik DKI, Tidak Ada Anggaran Lem Rp82 Miliar Adanya ATK Rp22 Miliar</title><description>Belanja ATK yang di situ ada komponen Aibon disampaikan Rp82 miliar, sebenarnya alat tulis kantor seluruh sekolah itu hanya Rp22 miliar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/30/338/2123840/klarifikasi-disdik-dki-tidak-ada-anggaran-lem-rp82-miliar-adanya-atk-rp22-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/30/338/2123840/klarifikasi-disdik-dki-tidak-ada-anggaran-lem-rp82-miliar-adanya-atk-rp22-miliar"/><item><title>Klarifikasi Disdik DKI, Tidak Ada Anggaran Lem Rp82 Miliar Adanya ATK Rp22 Miliar</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/30/338/2123840/klarifikasi-disdik-dki-tidak-ada-anggaran-lem-rp82-miliar-adanya-atk-rp22-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/30/338/2123840/klarifikasi-disdik-dki-tidak-ada-anggaran-lem-rp82-miliar-adanya-atk-rp22-miliar</guid><pubDate>Rabu 30 Oktober 2019 21:41 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/30/338/2123840/klarifikasi-disdik-dki-tidak-ada-anggaran-lem-rp82-miliar-adanya-atk-rp22-miliar-DBHGaVo5ih.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/30/338/2123840/klarifikasi-disdik-dki-tidak-ada-anggaran-lem-rp82-miliar-adanya-atk-rp22-miliar-DBHGaVo5ih.jpg</image><title>(Foto : Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat mengatakan penginputan anggaran diperuntukan untuk komponen sementara yang nantinya akan disesuaiakan kebutuhan komponen masing-masing sekolah di Jakarta.
&quot;Bukan salah input, tetapi memang yang ada di dalam komponen e-budgeting adalah komponen sementara yang akan kita sesuaikan berdasarkan hasi input komponen dari masing-masing sekolah,&quot; katanya kepada wartawan, Rabu (30/10/2019).
Jadi, Syaefulloh memastikan tidak ada anggaran Rp 82,8 miliar untuk pembelian lem Aibon dalam program belanja alat tulis kantor 2020.
&quot;Terkait dengan anggaran Aibon, saya sudah coba sisir, Insya Allah tidak ada anggaran Aibon sebesar Rp82,8 miliar tersebut,&quot; ujar Syaefuloh.
Anggaran tersebut, sambungnya, adalah anggaran alat tulis kantor seluruh sekolah di Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat yang kemudian disisir kembali lalu direvisi menjadi Rp 22,7 miliar untuk alat tulis kantor di seluruh sekolah di Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat.
&quot;Belanja alat tulis kantor yang di situ ada komponen Aibon disampaikan Rp82 miliar, sebenarnya alat tulis kantor seluruh sekolah itu hanya Rp22 miliar,&quot; kata Syaefuloh.
Baca Juga : Prasetyo Edi : SKPD Tidak Tegas Anggarkan Prioritas Kebutuhan Masyarakat
Baca Juga : Anggaran Lem Aibon &amp;amp; Bolpoin Capai Rp205 Miliar, Salah Ketik atau Sengaja?
Menurutnya, dalam menginput untuk komponen sementara dikarenakan keterbatasan waktu, sehingga ia tidak serta merta memasukkan kebutuhan seluruh sekolah ke e-budgeting.
&quot;Ini perlu waktu karena melibatkan begitu banyak sekolah ada 2.100 sekolah, dan kita betul-betul hati-hati atas komponen-komponen itu. Tidak serta merta sekolah menyusun, kemudian kita masukkan ke dalam sistem e-budgeting,&quot; tutupnya. (aky)</description><content:encoded>JAKARTA - Pelaksana Tugas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat mengatakan penginputan anggaran diperuntukan untuk komponen sementara yang nantinya akan disesuaiakan kebutuhan komponen masing-masing sekolah di Jakarta.
&quot;Bukan salah input, tetapi memang yang ada di dalam komponen e-budgeting adalah komponen sementara yang akan kita sesuaikan berdasarkan hasi input komponen dari masing-masing sekolah,&quot; katanya kepada wartawan, Rabu (30/10/2019).
Jadi, Syaefulloh memastikan tidak ada anggaran Rp 82,8 miliar untuk pembelian lem Aibon dalam program belanja alat tulis kantor 2020.
&quot;Terkait dengan anggaran Aibon, saya sudah coba sisir, Insya Allah tidak ada anggaran Aibon sebesar Rp82,8 miliar tersebut,&quot; ujar Syaefuloh.
Anggaran tersebut, sambungnya, adalah anggaran alat tulis kantor seluruh sekolah di Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat yang kemudian disisir kembali lalu direvisi menjadi Rp 22,7 miliar untuk alat tulis kantor di seluruh sekolah di Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat.
&quot;Belanja alat tulis kantor yang di situ ada komponen Aibon disampaikan Rp82 miliar, sebenarnya alat tulis kantor seluruh sekolah itu hanya Rp22 miliar,&quot; kata Syaefuloh.
Baca Juga : Prasetyo Edi : SKPD Tidak Tegas Anggarkan Prioritas Kebutuhan Masyarakat
Baca Juga : Anggaran Lem Aibon &amp;amp; Bolpoin Capai Rp205 Miliar, Salah Ketik atau Sengaja?
Menurutnya, dalam menginput untuk komponen sementara dikarenakan keterbatasan waktu, sehingga ia tidak serta merta memasukkan kebutuhan seluruh sekolah ke e-budgeting.
&quot;Ini perlu waktu karena melibatkan begitu banyak sekolah ada 2.100 sekolah, dan kita betul-betul hati-hati atas komponen-komponen itu. Tidak serta merta sekolah menyusun, kemudian kita masukkan ke dalam sistem e-budgeting,&quot; tutupnya. (aky)</content:encoded></item></channel></rss>
