<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harapan KPK untuk Kapolri Baru: Tuntaskan Kasus-Kasus Teror</title><description>KPK berharap Komjen Idham Azis yang disetujui DPR menjadi Kapolri baru segera mengungkap kasus-kasus teror.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/31/337/2123926/harapan-kpk-untuk-kapolri-baru-tuntaskan-kasus-kasus-teror</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/10/31/337/2123926/harapan-kpk-untuk-kapolri-baru-tuntaskan-kasus-kasus-teror"/><item><title>Harapan KPK untuk Kapolri Baru: Tuntaskan Kasus-Kasus Teror</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/10/31/337/2123926/harapan-kpk-untuk-kapolri-baru-tuntaskan-kasus-kasus-teror</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/10/31/337/2123926/harapan-kpk-untuk-kapolri-baru-tuntaskan-kasus-kasus-teror</guid><pubDate>Kamis 31 Oktober 2019 07:47 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/31/337/2123926/harapan-kpk-untuk-kapolri-baru-tuntaskan-kasus-kasus-teror-SzShBkC57H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komjen Idham Azis. (Foto: @divisihumaspolri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/31/337/2123926/harapan-kpk-untuk-kapolri-baru-tuntaskan-kasus-kasus-teror-SzShBkC57H.jpg</image><title>Komjen Idham Azis. (Foto: @divisihumaspolri)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunyai beberapa harapan untuk Kapolri baru, Komjen Idham Azis. Ia merupakan Kapolri baru pengganti Jenderal Tito Karnavian yang telah disepakati oleh Komisi III DPR melalui uji kepatutan dan kelayakan.
Salah satu harapan tersebut yakni Kapolri baru dapat menuntaskan berbagai kasus teror yang di antaranya menimpa dua pimpinan KPK. Ketua KPK Agus Rahardjo dan wakilnya Laode M Syarief pernah mengalami teror di kediamannya beberapa waktu lalu.
Baca juga:   DPR Setuju Komjen Idham Azis Jadi Kapolri&amp;nbsp;
 
Agus diteror dengan bom palsu yang digantungkan di pagar rumahnya. Sedangkan Laode mengalami teror berupa pelemparan bom molotov di rumahnya oleh orang tidak dikenal.
&quot;Yang juga sangat penting adalah kita perlu secara serius menyikapi upaya-upaya serangan dan teror terhadap penegak hukum,&quot; kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (31/10/2019).

&quot;Misalnya ada teror terhadap rumah dua pimpinan KPK, meskipun rumah ketua KPK disebut pada saat itu yang diletakkan di pagarnya itu adalah fake bomb, tapi di rumah Pak Laode ada molotov yang dilempar saat itu,&quot; ungkap Febri.
Baca juga:   Idham Azis: Begitu Jadi Kapolri, Saya Segera Ungkap Kasus Novel Baswedan&amp;nbsp;
 
Hingga kini belum diketahui siapa peneror di kediaman dua pimpinan lembaga antirasuah tersebut. Febri berharap Komjen Idham Azis dapat mengungkap pelaku teror itu agar kejadian serupa tidak terulang terhadap para penegak hukum yang lain.
&quot;Nah, ini tentu perlu dicari juga siapa pelakunya dan juga agar tidak ada teror-teror lain terhadap penegak hukum, baik terhadap pimpinan dan pegawai KPK, ataupun institusi penegak hukum yang lain,&quot; terang Febri.Tidak hanya itu, ia juga menyinggung kembali soal penuntasan kasus teror terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, yang sampai sekarang belum terungkap. Padahal, Presiden Joko Widodo sudah memberi instruksi tegas untuk mengungkap kasus tersebut dalam waktu tiga bulan.
Baca juga:   Sosok Komjen Idham Azis di Mata Guru SD-nya di Kendari&amp;nbsp;
 
&quot;Saya kira untuk kasus penyerangan Novel itu sudah merupakan perintah tegas dari Presiden ya dan ada waktu tiga bulan. Terakhir kalau kita baca informasinya sudah ada laporan juga dari Polri kepada Presiden. Jadi nanti kita tunggu saja, karena tugas dari Presiden itu secara institusional kepada Polri, maka tentu Polri akan melaksanakan itu sebaik-baiknya,&quot; ucap Febri.

Dia juga berharap Komjen Idham Azis ke depannya dapat membuat Polri bisa lebih bersinergi dengan KPK, terutama kerja sama dalam upaya-upaya pemberantasan korupsi.
Baca juga:   Irit dan Efektif Bicara, Idham Azis Layak Jadi Kapolri Gantikan Tito Karnavian&amp;nbsp;
 
&quot;KPK berharap Kapolri ke depan itu KPK bisa bekerja sama dengan lebih baik antara KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung untuk melakukan upaya pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang lainnya, karena kami juga punya nota kesepahaman bersama untuk saling membantu kerja sama dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempunyai beberapa harapan untuk Kapolri baru, Komjen Idham Azis. Ia merupakan Kapolri baru pengganti Jenderal Tito Karnavian yang telah disepakati oleh Komisi III DPR melalui uji kepatutan dan kelayakan.
Salah satu harapan tersebut yakni Kapolri baru dapat menuntaskan berbagai kasus teror yang di antaranya menimpa dua pimpinan KPK. Ketua KPK Agus Rahardjo dan wakilnya Laode M Syarief pernah mengalami teror di kediamannya beberapa waktu lalu.
Baca juga:   DPR Setuju Komjen Idham Azis Jadi Kapolri&amp;nbsp;
 
Agus diteror dengan bom palsu yang digantungkan di pagar rumahnya. Sedangkan Laode mengalami teror berupa pelemparan bom molotov di rumahnya oleh orang tidak dikenal.
&quot;Yang juga sangat penting adalah kita perlu secara serius menyikapi upaya-upaya serangan dan teror terhadap penegak hukum,&quot; kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (31/10/2019).

&quot;Misalnya ada teror terhadap rumah dua pimpinan KPK, meskipun rumah ketua KPK disebut pada saat itu yang diletakkan di pagarnya itu adalah fake bomb, tapi di rumah Pak Laode ada molotov yang dilempar saat itu,&quot; ungkap Febri.
Baca juga:   Idham Azis: Begitu Jadi Kapolri, Saya Segera Ungkap Kasus Novel Baswedan&amp;nbsp;
 
Hingga kini belum diketahui siapa peneror di kediaman dua pimpinan lembaga antirasuah tersebut. Febri berharap Komjen Idham Azis dapat mengungkap pelaku teror itu agar kejadian serupa tidak terulang terhadap para penegak hukum yang lain.
&quot;Nah, ini tentu perlu dicari juga siapa pelakunya dan juga agar tidak ada teror-teror lain terhadap penegak hukum, baik terhadap pimpinan dan pegawai KPK, ataupun institusi penegak hukum yang lain,&quot; terang Febri.Tidak hanya itu, ia juga menyinggung kembali soal penuntasan kasus teror terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, yang sampai sekarang belum terungkap. Padahal, Presiden Joko Widodo sudah memberi instruksi tegas untuk mengungkap kasus tersebut dalam waktu tiga bulan.
Baca juga:   Sosok Komjen Idham Azis di Mata Guru SD-nya di Kendari&amp;nbsp;
 
&quot;Saya kira untuk kasus penyerangan Novel itu sudah merupakan perintah tegas dari Presiden ya dan ada waktu tiga bulan. Terakhir kalau kita baca informasinya sudah ada laporan juga dari Polri kepada Presiden. Jadi nanti kita tunggu saja, karena tugas dari Presiden itu secara institusional kepada Polri, maka tentu Polri akan melaksanakan itu sebaik-baiknya,&quot; ucap Febri.

Dia juga berharap Komjen Idham Azis ke depannya dapat membuat Polri bisa lebih bersinergi dengan KPK, terutama kerja sama dalam upaya-upaya pemberantasan korupsi.
Baca juga:   Irit dan Efektif Bicara, Idham Azis Layak Jadi Kapolri Gantikan Tito Karnavian&amp;nbsp;
 
&quot;KPK berharap Kapolri ke depan itu KPK bisa bekerja sama dengan lebih baik antara KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung untuk melakukan upaya pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang lainnya, karena kami juga punya nota kesepahaman bersama untuk saling membantu kerja sama dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
