<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Bertemu, PKS-NasDem Kompak Tegaskan Hanya Silaturahmi</title><description>Petinggi Partai NasDem melakukan pertemuan dengan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Kamis 30 Oktober 2019 kemarin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/01/337/2124392/usai-bertemu-pks-nasdem-kompak-tegaskan-hanya-silaturahmi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/01/337/2124392/usai-bertemu-pks-nasdem-kompak-tegaskan-hanya-silaturahmi"/><item><title>Usai Bertemu, PKS-NasDem Kompak Tegaskan Hanya Silaturahmi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/01/337/2124392/usai-bertemu-pks-nasdem-kompak-tegaskan-hanya-silaturahmi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/01/337/2124392/usai-bertemu-pks-nasdem-kompak-tegaskan-hanya-silaturahmi</guid><pubDate>Jum'at 01 November 2019 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/01/337/2124392/usai-bertemu-pks-nasdem-kompak-tegaskan-hanya-silaturahmi-tP77JSHWlt.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Sekretaris Bidang Polhukam DPP PKS, Suhud Alynudin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/01/337/2124392/usai-bertemu-pks-nasdem-kompak-tegaskan-hanya-silaturahmi-tP77JSHWlt.JPG</image><title>Sekretaris Bidang Polhukam DPP PKS, Suhud Alynudin (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Petinggi Partai NasDem melakukan pertemuan dengan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Kamis 30 Oktober 2019 kemarin.
Sekretaris Bidang Polhukam DPP PKS, Suhud Alynudin menyatakan, pertemuan antara pimpinan PKS dengan Partai NasDem merupakan bentuk silaturahim kebangsaan.
&amp;ldquo;Pertemuan itu bertujuan menyatukan pandangan terhadap permasalahan bangsa dalam semua aspek, terutama masalah demokrasi,&amp;rdquo; ujar Suhud kepada Okezone di Jakarta, Jumat (1/11/2019).
Ia melanjutkan, pertemuan itu juga merupakan kedewasaan berpolitik, di mana antara PKS dan NasDem saling menghormati pilihan politik masing-masing.
&amp;ldquo;NasDem menghormati dan mendukung penuh sikap PKS untuk berada di luar pemerintahan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia,&amp;rdquo; tegas dia.
Terpisah, Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago menyatakan, pertemuan partainya dengan PKS hanyalah silaturahmi kebangsaan dan tak sebijipun agenda politik di balik itu.
&amp;ldquo;Pertemuan yang kami lakukan ke PKS adalah silaturahim kebangsaan, tidak ada agenda politik apapun kecuali bicara tentang ke-Indonesiaan dan kebangsaan,&amp;rdquo; kata Irma.</description><content:encoded>JAKARTA - Petinggi Partai NasDem melakukan pertemuan dengan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Kamis 30 Oktober 2019 kemarin.
Sekretaris Bidang Polhukam DPP PKS, Suhud Alynudin menyatakan, pertemuan antara pimpinan PKS dengan Partai NasDem merupakan bentuk silaturahim kebangsaan.
&amp;ldquo;Pertemuan itu bertujuan menyatukan pandangan terhadap permasalahan bangsa dalam semua aspek, terutama masalah demokrasi,&amp;rdquo; ujar Suhud kepada Okezone di Jakarta, Jumat (1/11/2019).
Ia melanjutkan, pertemuan itu juga merupakan kedewasaan berpolitik, di mana antara PKS dan NasDem saling menghormati pilihan politik masing-masing.
&amp;ldquo;NasDem menghormati dan mendukung penuh sikap PKS untuk berada di luar pemerintahan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia,&amp;rdquo; tegas dia.
Terpisah, Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago menyatakan, pertemuan partainya dengan PKS hanyalah silaturahmi kebangsaan dan tak sebijipun agenda politik di balik itu.
&amp;ldquo;Pertemuan yang kami lakukan ke PKS adalah silaturahim kebangsaan, tidak ada agenda politik apapun kecuali bicara tentang ke-Indonesiaan dan kebangsaan,&amp;rdquo; kata Irma.</content:encoded></item></channel></rss>
