<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polemik Lem Aibon, Anies Akan Perbaiki Sistem E-Budgeting Era Ahok</title><description>Anies Rasyid Baswedan menyebut pihaknya akan memperbarui aplikasi e-budgeting yang digagas Ahok.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/01/338/2124775/polemik-lem-aibon-anies-akan-perbaiki-sistem-e-budgeting-era-ahok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/01/338/2124775/polemik-lem-aibon-anies-akan-perbaiki-sistem-e-budgeting-era-ahok"/><item><title>Polemik Lem Aibon, Anies Akan Perbaiki Sistem E-Budgeting Era Ahok</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/01/338/2124775/polemik-lem-aibon-anies-akan-perbaiki-sistem-e-budgeting-era-ahok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/01/338/2124775/polemik-lem-aibon-anies-akan-perbaiki-sistem-e-budgeting-era-ahok</guid><pubDate>Jum'at 01 November 2019 20:32 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/01/338/2124775/polemik-lem-aibon-anies-akan-perbaiki-sistem-e-budgeting-era-ahok-fCjAVkOyD1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anies Baswedan. (Foto: Okezone.com/M Rizky)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/01/338/2124775/polemik-lem-aibon-anies-akan-perbaiki-sistem-e-budgeting-era-ahok-fCjAVkOyD1.jpg</image><title>Anies Baswedan. (Foto: Okezone.com/M Rizky)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyebut pihaknya akan memperbarui aplikasi e-budgeting yang digagas oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal tersebut sebagai upaya Pemprov DKI untuk melakukan transparansi anggaran dalam penyusunan APBD.
&quot;Kita mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, itu kita pegang,&quot; kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2019).
Ia menjelaskan, nantinya dalam aplikasi e-budgeting yang terbaru, masyarakat bisa ikut berkomentar ihwal item anggaran yang diplot ke dalam APBD. Sehingga, warga akan mengetahui setiap jenis dana yang digelontorkan ke dalam APBD.
&quot;Bahkan bukan hanya bisa dilihat, tapi juga bisa memberikan komentar langsung. Kalau saat ini publik itu hanya bisa lihat tapi tidak bisa memberikan,&quot; ujarnya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu memastikan tak akan meninggalkan sistem yang dahulu pernah berjalan di era Ahok. Sebab, dalam pembaharuan e-budgeting itu hanya memperbarui dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

&quot;Aplikasi selalu mengalami perkembangan, jadi ya normal saja. Jadi bukan mengganti tapi upgrade. Kalau ganti pesannya meniadakan, bukan. Tapi meng-upgrade saja sehingga sistemnya smart,&quot; tuturnya.
Sebelumnya Anies menilai munculnya anggaran-anggaran yang tak masuk akal dalam dokumen KUA-PPAS tahun anggaran 2020 lantaran e-budgeting buatan Ahok masih menggunakan sistem &quot;kuno&quot;.
Polemik ini muncul setelah ditemukan pengadaan lem Aibon mencapai Rp82 miliar dan pembeliaan ballpoint sebesar Rp123 miliar. Jika ditotal, anggaran lem Aibon dan ballpoint mencapai Rp205 miliar.
&quot;Apakah sistem itu baru kali ini? Tidak. Berarti mengandalkan manusia selama ini. Selama bertahun-tahun mengandalkan manusia. Bedanya mau dipanggungin sama enggak. Betul enggak? Kan ditemukan juga di era-era sebelumnya,&quot; kata Anies di Balai Kota, Rabu 30 Oktober 2019.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyebut pihaknya akan memperbarui aplikasi e-budgeting yang digagas oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Hal tersebut sebagai upaya Pemprov DKI untuk melakukan transparansi anggaran dalam penyusunan APBD.
&quot;Kita mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, itu kita pegang,&quot; kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2019).
Ia menjelaskan, nantinya dalam aplikasi e-budgeting yang terbaru, masyarakat bisa ikut berkomentar ihwal item anggaran yang diplot ke dalam APBD. Sehingga, warga akan mengetahui setiap jenis dana yang digelontorkan ke dalam APBD.
&quot;Bahkan bukan hanya bisa dilihat, tapi juga bisa memberikan komentar langsung. Kalau saat ini publik itu hanya bisa lihat tapi tidak bisa memberikan,&quot; ujarnya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu memastikan tak akan meninggalkan sistem yang dahulu pernah berjalan di era Ahok. Sebab, dalam pembaharuan e-budgeting itu hanya memperbarui dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

&quot;Aplikasi selalu mengalami perkembangan, jadi ya normal saja. Jadi bukan mengganti tapi upgrade. Kalau ganti pesannya meniadakan, bukan. Tapi meng-upgrade saja sehingga sistemnya smart,&quot; tuturnya.
Sebelumnya Anies menilai munculnya anggaran-anggaran yang tak masuk akal dalam dokumen KUA-PPAS tahun anggaran 2020 lantaran e-budgeting buatan Ahok masih menggunakan sistem &quot;kuno&quot;.
Polemik ini muncul setelah ditemukan pengadaan lem Aibon mencapai Rp82 miliar dan pembeliaan ballpoint sebesar Rp123 miliar. Jika ditotal, anggaran lem Aibon dan ballpoint mencapai Rp205 miliar.
&quot;Apakah sistem itu baru kali ini? Tidak. Berarti mengandalkan manusia selama ini. Selama bertahun-tahun mengandalkan manusia. Bedanya mau dipanggungin sama enggak. Betul enggak? Kan ditemukan juga di era-era sebelumnya,&quot; kata Anies di Balai Kota, Rabu 30 Oktober 2019.</content:encoded></item></channel></rss>
