<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di KTT ASEAN-RRT, Jokowi Puji Perdamaian serta Stabilitas Kawasan</title><description>Presiden Jokowi memuji perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Pasifik dan Indo-Pasifik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/04/337/2125380/di-ktt-asean-rrt-jokowi-puji-perdamaian-serta-stabilitas-kawasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/04/337/2125380/di-ktt-asean-rrt-jokowi-puji-perdamaian-serta-stabilitas-kawasan"/><item><title>Di KTT ASEAN-RRT, Jokowi Puji Perdamaian serta Stabilitas Kawasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/04/337/2125380/di-ktt-asean-rrt-jokowi-puji-perdamaian-serta-stabilitas-kawasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/04/337/2125380/di-ktt-asean-rrt-jokowi-puji-perdamaian-serta-stabilitas-kawasan</guid><pubDate>Senin 04 November 2019 10:28 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/04/337/2125380/di-ktt-asean-rrt-jokowi-puji-perdamaian-serta-stabilitas-kawasan-fG27B6670s.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi. (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/04/337/2125380/di-ktt-asean-rrt-jokowi-puji-perdamaian-serta-stabilitas-kawasan-fG27B6670s.jpg</image><title>Presiden Jokowi. (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo ketika berbicara di Konferensi Tingkat Tinggi Ke-22 ASEAN-RRT yang berlangsung di Kota Bangkok, Thailand, mengatakan selama hampir tiga dekade kemitraan ASEAN-RRT telah menjadi lokomotif perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Jokowi menyatakan ASEAN-RRT memiliki komitmen yang sama untuk memastikan stabilitas dan perdamaian sebagai kunci kesejahteraan.
&quot;Pada bulan Juni lalu ASEAN telah mengesahkan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Outlook ini mendorong seluruh negara di kawasan untuk mengedepankan kolaborasi dan menanggalkan rivalitas,&quot; kata Jokowi di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Minggu 3 November 2019, berdasarkan keterangan Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Erlin Suastini.
Baca juga:   Presiden Jokowi Tiba di Bangkok Thailand&amp;nbsp;
 
Kerja sama Indo-Pasifik merupakan isu yang disampaikan Jokowi dalam KTT ini. &quot;Kita berharap dengan outlook ini, stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan bukan hanya dinikmati oleh kawasan Asia Pasifik, tapi juga lebih luas di kawasan Indo-Pasifik,&quot; ujar Kepala Negara.
Jokowi menegaskan ASEAN terbuka untuk bekerja sama dengan RRT dalam kerangka ASEAN Outlook on the Indo-Pacific yang salah satunya memfokuskan kerja sama konektivitas serta infrastruktur.
&quot;Kolaborasi membangun konektivitas dan infrastruktur adalah kebutuhan yang mendesak antara ASEAN dan RRT,&quot; ucap Jokowi.
Baca juga:   Hadiri KTT Ke-35 ASEAN, Jokowi Dijadwalkan Bertemu Sekjen PBB dan Presiden FIFA&amp;nbsp;
 
Maka itu, kata dia, sinergi Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) 2025 serta Belt and Road Initiative (BRI) menjadi sebuah keniscayaan.
&quot;Pengembangan konektivitas dan infrastruktur sangat penting untuk menjamin pertumbuhan ekonomi, termasuk dalam pengembangan pusat pertumbuhan baru di kawasan Indo-Pasifik,&quot; jelasnya.Ia melanjutkan, Indonesia juga berencana menyelenggarakan Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum pada 2020.
&quot;Kami mengundang RRT, baik pemerintah maupun sektor swasta, untuk dapat hadir pada forum tersebut,&quot; ungkapnya.
Baca juga:   Jokowi Lantik 9 Anggota Komisi Kejaksaan 2019-2023, Ini Nama-namanya&amp;nbsp;
 
Isu lainnya yang disampaikan Jokowi adalah pentingnya  mempertebal strategic trust di kawasan karena merupakan kata kunci dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan, termasuk di Laut China Selatan.
&quot;Trust akan terwujud jika kita berkomitmen mengutamakan dialog dan penyelesaian sengketa secara damai dan menghormati serta mematuhi hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982,&quot; terang Jokowi.
Dalam pertemuan tersebut Jokowi juga menjelaskan pada tahun ini telah diselesaikan putaran pertama perundingan Code of Conduct in the South China Sea.
Baca juga:   Wejangan Presiden Jokowi ke Kapolri Idham Azis: Kerja, Kerja, Kerja!&amp;nbsp;
 
Jokowi berharap kemajuan perundingan tersebut dapat selaras dengan situasi di lapangan dan tidak ada satu pihak pun melakukan tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan.
&quot;Dengan cara ini strategic trust antara ASEAN dan RRT dapat terjaga. Jika ini dilakukan, kemitraan ASEAN-RRT dalam tiga dekade ke depan akan menjadi pilar penting bagi stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo ketika berbicara di Konferensi Tingkat Tinggi Ke-22 ASEAN-RRT yang berlangsung di Kota Bangkok, Thailand, mengatakan selama hampir tiga dekade kemitraan ASEAN-RRT telah menjadi lokomotif perdamaian dan stabilitas di kawasan.
Jokowi menyatakan ASEAN-RRT memiliki komitmen yang sama untuk memastikan stabilitas dan perdamaian sebagai kunci kesejahteraan.
&quot;Pada bulan Juni lalu ASEAN telah mengesahkan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. Outlook ini mendorong seluruh negara di kawasan untuk mengedepankan kolaborasi dan menanggalkan rivalitas,&quot; kata Jokowi di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Minggu 3 November 2019, berdasarkan keterangan Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Erlin Suastini.
Baca juga:   Presiden Jokowi Tiba di Bangkok Thailand&amp;nbsp;
 
Kerja sama Indo-Pasifik merupakan isu yang disampaikan Jokowi dalam KTT ini. &quot;Kita berharap dengan outlook ini, stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan bukan hanya dinikmati oleh kawasan Asia Pasifik, tapi juga lebih luas di kawasan Indo-Pasifik,&quot; ujar Kepala Negara.
Jokowi menegaskan ASEAN terbuka untuk bekerja sama dengan RRT dalam kerangka ASEAN Outlook on the Indo-Pacific yang salah satunya memfokuskan kerja sama konektivitas serta infrastruktur.
&quot;Kolaborasi membangun konektivitas dan infrastruktur adalah kebutuhan yang mendesak antara ASEAN dan RRT,&quot; ucap Jokowi.
Baca juga:   Hadiri KTT Ke-35 ASEAN, Jokowi Dijadwalkan Bertemu Sekjen PBB dan Presiden FIFA&amp;nbsp;
 
Maka itu, kata dia, sinergi Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) 2025 serta Belt and Road Initiative (BRI) menjadi sebuah keniscayaan.
&quot;Pengembangan konektivitas dan infrastruktur sangat penting untuk menjamin pertumbuhan ekonomi, termasuk dalam pengembangan pusat pertumbuhan baru di kawasan Indo-Pasifik,&quot; jelasnya.Ia melanjutkan, Indonesia juga berencana menyelenggarakan Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum pada 2020.
&quot;Kami mengundang RRT, baik pemerintah maupun sektor swasta, untuk dapat hadir pada forum tersebut,&quot; ungkapnya.
Baca juga:   Jokowi Lantik 9 Anggota Komisi Kejaksaan 2019-2023, Ini Nama-namanya&amp;nbsp;
 
Isu lainnya yang disampaikan Jokowi adalah pentingnya  mempertebal strategic trust di kawasan karena merupakan kata kunci dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan, termasuk di Laut China Selatan.
&quot;Trust akan terwujud jika kita berkomitmen mengutamakan dialog dan penyelesaian sengketa secara damai dan menghormati serta mematuhi hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982,&quot; terang Jokowi.
Dalam pertemuan tersebut Jokowi juga menjelaskan pada tahun ini telah diselesaikan putaran pertama perundingan Code of Conduct in the South China Sea.
Baca juga:   Wejangan Presiden Jokowi ke Kapolri Idham Azis: Kerja, Kerja, Kerja!&amp;nbsp;
 
Jokowi berharap kemajuan perundingan tersebut dapat selaras dengan situasi di lapangan dan tidak ada satu pihak pun melakukan tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan.
&quot;Dengan cara ini strategic trust antara ASEAN dan RRT dapat terjaga. Jika ini dilakukan, kemitraan ASEAN-RRT dalam tiga dekade ke depan akan menjadi pilar penting bagi stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
