<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Parpol Mana Saja yang Mau Koalisi Mengusung Anies di Pilpres 2024?</title><description>Nasdem masih punya PR besar jika mau menggadang-gadang Anies Baswedan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/06/337/2126267/parpol-mana-saja-yang-mau-koalisi-mengusung-anies-di-pilpres-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/06/337/2126267/parpol-mana-saja-yang-mau-koalisi-mengusung-anies-di-pilpres-2024"/><item><title>Parpol Mana Saja yang Mau Koalisi Mengusung Anies di Pilpres 2024?</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/06/337/2126267/parpol-mana-saja-yang-mau-koalisi-mengusung-anies-di-pilpres-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/06/337/2126267/parpol-mana-saja-yang-mau-koalisi-mengusung-anies-di-pilpres-2024</guid><pubDate>Rabu 06 November 2019 08:07 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/06/337/2126267/parpol-mana-saja-yang-mau-koalisi-mengusung-anies-di-pilpres-2024-lcU5ETRun1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anies Baswedan (Foto : Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/06/337/2126267/parpol-mana-saja-yang-mau-koalisi-mengusung-anies-di-pilpres-2024-lcU5ETRun1.jpg</image><title>Anies Baswedan (Foto : Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Partai NasDem bakal mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke acara kongres partai yang bakal digelar pada Jumat, 8 November 2019. Selain berstatus sebagai Gubernur, NasDem mengundang Anies karena merupakan salah satu deklarator terbentuknya ormas Nasional Demokrat.

Undangan itu dirasa spesial karena dinilai akan membahas pencalonan orang nomor satu di Ibu Kota itu menjadi capres di Pilpres 2024 mendatang. Namun, keputusan partai besutan Surya Paloh itu dalam mengusung Anies di pesta demokrasi lima tahunan nanti kembali harus dipertimbangkan secara matang. Hal tersebut karena status keanggotaan Anies di partai politik yang terlihat abu-abu.

&amp;ldquo;Nasdem masih punya PR besar jika mau menggadang-gadang Anies Baswedan, selain status kepartaian Anies Baswedan juga problem seberapa besar partai politik lain mau berkoalisi,&amp;rdquo; kata Pengamat politik Ubedilah Badrun kepada Okezone, Rabu (6/11/2019).



Menurut dia, kemungkinan besar NasDem dalam mengusung Anies sebagai Capres akan didukung oleh PKS. Tapi, bila hanya didukung oleh kedua partai itu, maka tidak akan memenuhi syarat bila persyaratan presidential threshold masih diberlakukan pada Pilpres 2024 mendatang.

&amp;ldquo;Tetapi jika Presidential Threshold tidak berlaku maka kandidat capres-cawapres mereka bisa ikut kontestasi. Problemnya apakah PKS mau koalisi dengan Nasdem jika calon wapres nya bukan berasal dari PKS. Sepertinya sesuatu yang sulit,&amp;rdquo; katanya.

Baca Juga : Tak Ikut Reuni 212, Muhammadiyah : Kami Sibuk

Ia menilai pengusungan Anies sebagai capres masih bisa terjadi bila NasDem mampu melobi-lobi partai politik lainnya seperti PAN dan Demokrat. Apabila koalisi itu resmi terbentuk maka tiga partai besar, PDIP, Gerindra dan Golkar harus bersiap diri menghadapi manuver yang digagas oleh Surya Paloh tersebut.

&amp;ldquo;Peluang partai NasDem dan koalisi partai menengahnya memungkinkan menandingi bahkan memungkinkan mengalahkan koalisi tiga partai besar,&amp;rdquo; kata dia.Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebut pasangan yang cocok mendampingi Anies di perhelatan pesta demokrasi itu adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

&amp;ldquo;Namun soal simulasi capres dan cawapres bukan gampang seperti membalikkan telapak tangan. Mencocok cocokkan, karena ini soal selera, sangat bergantung pada peta koalisi dan soal chemestry politik juga, jadi banyak variabel dan faktor yang cukup menentukan,&amp;rdquo; kata Pangi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Partai NasDem bakal mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke acara kongres partai yang bakal digelar pada Jumat, 8 November 2019. Selain berstatus sebagai Gubernur, NasDem mengundang Anies karena merupakan salah satu deklarator terbentuknya ormas Nasional Demokrat.

Undangan itu dirasa spesial karena dinilai akan membahas pencalonan orang nomor satu di Ibu Kota itu menjadi capres di Pilpres 2024 mendatang. Namun, keputusan partai besutan Surya Paloh itu dalam mengusung Anies di pesta demokrasi lima tahunan nanti kembali harus dipertimbangkan secara matang. Hal tersebut karena status keanggotaan Anies di partai politik yang terlihat abu-abu.

&amp;ldquo;Nasdem masih punya PR besar jika mau menggadang-gadang Anies Baswedan, selain status kepartaian Anies Baswedan juga problem seberapa besar partai politik lain mau berkoalisi,&amp;rdquo; kata Pengamat politik Ubedilah Badrun kepada Okezone, Rabu (6/11/2019).



Menurut dia, kemungkinan besar NasDem dalam mengusung Anies sebagai Capres akan didukung oleh PKS. Tapi, bila hanya didukung oleh kedua partai itu, maka tidak akan memenuhi syarat bila persyaratan presidential threshold masih diberlakukan pada Pilpres 2024 mendatang.

&amp;ldquo;Tetapi jika Presidential Threshold tidak berlaku maka kandidat capres-cawapres mereka bisa ikut kontestasi. Problemnya apakah PKS mau koalisi dengan Nasdem jika calon wapres nya bukan berasal dari PKS. Sepertinya sesuatu yang sulit,&amp;rdquo; katanya.

Baca Juga : Tak Ikut Reuni 212, Muhammadiyah : Kami Sibuk

Ia menilai pengusungan Anies sebagai capres masih bisa terjadi bila NasDem mampu melobi-lobi partai politik lainnya seperti PAN dan Demokrat. Apabila koalisi itu resmi terbentuk maka tiga partai besar, PDIP, Gerindra dan Golkar harus bersiap diri menghadapi manuver yang digagas oleh Surya Paloh tersebut.

&amp;ldquo;Peluang partai NasDem dan koalisi partai menengahnya memungkinkan menandingi bahkan memungkinkan mengalahkan koalisi tiga partai besar,&amp;rdquo; kata dia.Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebut pasangan yang cocok mendampingi Anies di perhelatan pesta demokrasi itu adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

&amp;ldquo;Namun soal simulasi capres dan cawapres bukan gampang seperti membalikkan telapak tangan. Mencocok cocokkan, karena ini soal selera, sangat bergantung pada peta koalisi dan soal chemestry politik juga, jadi banyak variabel dan faktor yang cukup menentukan,&amp;rdquo; kata Pangi.</content:encoded></item></channel></rss>
