<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SDN Gentong Ambruk, Jokowi Kritik Budaya Kebut Proyek Akhir Tahun</title><description>Presiden Jokowi mengatakan proses tender lama membuat masa pengerjaan proyek singkat sehingga kualitas bangunan jelek.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/06/337/2126375/sdn-gentong-ambruk-jokowi-kritik-budaya-kebut-proyek-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/06/337/2126375/sdn-gentong-ambruk-jokowi-kritik-budaya-kebut-proyek-akhir-tahun"/><item><title>SDN Gentong Ambruk, Jokowi Kritik Budaya Kebut Proyek Akhir Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/06/337/2126375/sdn-gentong-ambruk-jokowi-kritik-budaya-kebut-proyek-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/06/337/2126375/sdn-gentong-ambruk-jokowi-kritik-budaya-kebut-proyek-akhir-tahun</guid><pubDate>Rabu 06 November 2019 12:13 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/06/337/2126375/sdn-gentong-ambruk-jokowi-kritik-budaya-kebut-proyek-akhir-tahun-Dm5uKngh8V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/06/337/2126375/sdn-gentong-ambruk-jokowi-kritik-budaya-kebut-proyek-akhir-tahun-Dm5uKngh8V.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan adanya proses tender yang lama dalam sistem e-tendering proyek di kementerian maupun lembaga lainnya, sehingga proyek itu kerap dikerjakan menjelang akhir tahun dan dikebut dalam waktu singkat. Akhirnya kualitas bangunannya jelek.

Kepala Negara mengatakan bahwa lamanya proses tender itu mengakibatkan masa pengerjaan proyek lebih singkat sehingga kualitas pembangunan menjadi tidak maksimal. Hasilnya, ada bangunan yang ambruk.

Peristiwa teranyar terjadi di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong, Pasuruan, Jawa Tengah. Atap bangunan sekolah itu ambruk, Selasa 5 November kemarin, menewaskan dua orang yakni guru dan murid.
&amp;nbsp;
SDN Gentong ambruk (Istimewa)
&quot;Akhirnya apa? Ya, kualitasnya pasti jelek, jembatan ambruk, November masih tender gimana? SD ada yang ambruk, gedung (ambruk) karena kerjanya cepet-cepatan dan masuk bulan musim hujan,&quot; kata Jokowi saat membuka rapat koordinasi nasional pengadaan barang dan jasa pemerintah 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Sebelumnya, Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto memaparkan bahwa terdapat proyek senilai Rp39 triliun sedang berproses disistem e-tendering, termasuk pekerjaan kontruksi Rp 31,7 triliun hingga November 2019.
Baca juga: 10 Fakta Robohnya SDN Gentong Pasuruan, Bangunan Baru Direnovasi
Jokowi pun meminta jajarannya untuk bergerak cepat dalam menjalankan proyek-proyek melalui sistem e-tendering pada tahun depan.

&quot;Ini tinggal dua bulan masih urusan kontruksi, masih lelang konstruksi. Ini enggak bisa diterus-teruskan,&quot; sambung Jokowi.

Jokowi meminta budaya atau pola pikir habiskan anggaran pada akhir tahun dengan mengebut pengerjaan proyek jelang ganti tahun harus diubah.

&quot;Mindset harus diubah. Bulan Januari, ayo langsung main di tahun awal, kerja enak, kualitasnya pasti baik, kontraktornya juga tidak dikejar-kejar, kaya dikejar kejar hantu,&quot; tambah mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi juga mengingatkan agar pengadaan barang dan jasa harus berkontribusi terhadap pengembangan indsutri dalam negeri. Ia pun ingin agar APBN digunakan untuk mendorong industri kecil hingga UMKM.

&quot;Fasilitasi agar barang dalam engeri masuk e-catalog, usaha kecil dan menengah segera masukkan e-catalog,&quot; kata Jokowi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyesalkan adanya proses tender yang lama dalam sistem e-tendering proyek di kementerian maupun lembaga lainnya, sehingga proyek itu kerap dikerjakan menjelang akhir tahun dan dikebut dalam waktu singkat. Akhirnya kualitas bangunannya jelek.

Kepala Negara mengatakan bahwa lamanya proses tender itu mengakibatkan masa pengerjaan proyek lebih singkat sehingga kualitas pembangunan menjadi tidak maksimal. Hasilnya, ada bangunan yang ambruk.

Peristiwa teranyar terjadi di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gentong, Pasuruan, Jawa Tengah. Atap bangunan sekolah itu ambruk, Selasa 5 November kemarin, menewaskan dua orang yakni guru dan murid.
&amp;nbsp;
SDN Gentong ambruk (Istimewa)
&quot;Akhirnya apa? Ya, kualitasnya pasti jelek, jembatan ambruk, November masih tender gimana? SD ada yang ambruk, gedung (ambruk) karena kerjanya cepet-cepatan dan masuk bulan musim hujan,&quot; kata Jokowi saat membuka rapat koordinasi nasional pengadaan barang dan jasa pemerintah 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Sebelumnya, Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto memaparkan bahwa terdapat proyek senilai Rp39 triliun sedang berproses disistem e-tendering, termasuk pekerjaan kontruksi Rp 31,7 triliun hingga November 2019.
Baca juga: 10 Fakta Robohnya SDN Gentong Pasuruan, Bangunan Baru Direnovasi
Jokowi pun meminta jajarannya untuk bergerak cepat dalam menjalankan proyek-proyek melalui sistem e-tendering pada tahun depan.

&quot;Ini tinggal dua bulan masih urusan kontruksi, masih lelang konstruksi. Ini enggak bisa diterus-teruskan,&quot; sambung Jokowi.

Jokowi meminta budaya atau pola pikir habiskan anggaran pada akhir tahun dengan mengebut pengerjaan proyek jelang ganti tahun harus diubah.

&quot;Mindset harus diubah. Bulan Januari, ayo langsung main di tahun awal, kerja enak, kualitasnya pasti baik, kontraktornya juga tidak dikejar-kejar, kaya dikejar kejar hantu,&quot; tambah mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi juga mengingatkan agar pengadaan barang dan jasa harus berkontribusi terhadap pengembangan indsutri dalam negeri. Ia pun ingin agar APBN digunakan untuk mendorong industri kecil hingga UMKM.

&quot;Fasilitasi agar barang dalam engeri masuk e-catalog, usaha kecil dan menengah segera masukkan e-catalog,&quot; kata Jokowi.
</content:encoded></item></channel></rss>
