<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panglima TNI Bahas Pertahanan Ibu Kota Baru saat Rapat Dengan Komisi I</title><description>Panglima TNI turut membahas mengenai pertahanan di Ibu Kota baru yang direncanakan ke Kalimantan Timur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/06/337/2126456/panglima-tni-bahas-pertahanan-ibu-kota-baru-saat-rapat-dengan-komisi-i</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/06/337/2126456/panglima-tni-bahas-pertahanan-ibu-kota-baru-saat-rapat-dengan-komisi-i"/><item><title>Panglima TNI Bahas Pertahanan Ibu Kota Baru saat Rapat Dengan Komisi I</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/06/337/2126456/panglima-tni-bahas-pertahanan-ibu-kota-baru-saat-rapat-dengan-komisi-i</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/06/337/2126456/panglima-tni-bahas-pertahanan-ibu-kota-baru-saat-rapat-dengan-komisi-i</guid><pubDate>Rabu 06 November 2019 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/06/337/2126456/panglima-tni-bahas-pertahanan-ibu-kota-baru-saat-rapat-dengan-komisi-i-2SKgk7K8wc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rapat TNI di DPR RI (Foto: Okezone/Harits)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/06/337/2126456/panglima-tni-bahas-pertahanan-ibu-kota-baru-saat-rapat-dengan-komisi-i-2SKgk7K8wc.jpg</image><title>Rapat TNI di DPR RI (Foto: Okezone/Harits)</title></images><description>JAKARTA - Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto turut membahas mengenai pertahanan di Ibu Kota baru yang direncanakan ke Kalimantan Timur.
Dalam kesempatan itu, Hadi mengatakan dalam konsep pemindahan ibu kota yang berada di Kalimantan Timur, nantinya pangkalan TNI berada di wilayah yang sama dengan Istana Kepresidenan, gedung DPR/MPR, hingga kementrian lenbaga negara.
&amp;ldquo;Dalam rangka relokasi TNI ke ibu kota negara baru, Kalimantan Timur maka konsep penempatan satuan-satuan TNI dan pangkalan militer lainnya berada di penajam pasir Utara. Bersama istana presiden gedung MPR DPR , kementrian lembaga negara dan gedung kedutaan negara sahabat,&amp;rdquo; ujar Hadi di ruang rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Baca Juga; Rapat di DPR, Panglima TNI Bahas Persiapan Hadapi Pilkada Serentak 2020
Karenanya, Hadi menilai diperlukan pengamanan yang kuat harus dibangun dalam ibu kota baru ini. Mengingat hal itu harus diperhatikan agar jauh dari serangan musuh.
&amp;ldquo;Rencana pemindahan ibu kota negara, dalam situasi krisis atau perang, ibu kota suatu negara akan menjadi sektor senter of gravity. Yang tentunya akan diserang oleh musuh hingga kekuatan penuh. Oleh karena itu pembangunan sistem pertahanan di ibu kota negara merupakan suatu hal yang mutlak bagi Indonesia,&amp;rdquo; tegasnya.
Ia mengatakan, pembangunan sistem pertahanan di ibu kota baru meliputi penangkalan serangan rudal, pesawat udara musuh, roket, infiltran, sabotase siber, serta ancaman chemical biology, nuclear, dan explosive.
&quot;Serta memiliki jalur pendekatan dalam mobilisasi kekuatan militer baik aspek darat, laut, maupun udara sebagai persiapan rencana kontijensi dan rute evakuasi VVIP,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto turut membahas mengenai pertahanan di Ibu Kota baru yang direncanakan ke Kalimantan Timur.
Dalam kesempatan itu, Hadi mengatakan dalam konsep pemindahan ibu kota yang berada di Kalimantan Timur, nantinya pangkalan TNI berada di wilayah yang sama dengan Istana Kepresidenan, gedung DPR/MPR, hingga kementrian lenbaga negara.
&amp;ldquo;Dalam rangka relokasi TNI ke ibu kota negara baru, Kalimantan Timur maka konsep penempatan satuan-satuan TNI dan pangkalan militer lainnya berada di penajam pasir Utara. Bersama istana presiden gedung MPR DPR , kementrian lembaga negara dan gedung kedutaan negara sahabat,&amp;rdquo; ujar Hadi di ruang rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Baca Juga; Rapat di DPR, Panglima TNI Bahas Persiapan Hadapi Pilkada Serentak 2020
Karenanya, Hadi menilai diperlukan pengamanan yang kuat harus dibangun dalam ibu kota baru ini. Mengingat hal itu harus diperhatikan agar jauh dari serangan musuh.
&amp;ldquo;Rencana pemindahan ibu kota negara, dalam situasi krisis atau perang, ibu kota suatu negara akan menjadi sektor senter of gravity. Yang tentunya akan diserang oleh musuh hingga kekuatan penuh. Oleh karena itu pembangunan sistem pertahanan di ibu kota negara merupakan suatu hal yang mutlak bagi Indonesia,&amp;rdquo; tegasnya.
Ia mengatakan, pembangunan sistem pertahanan di ibu kota baru meliputi penangkalan serangan rudal, pesawat udara musuh, roket, infiltran, sabotase siber, serta ancaman chemical biology, nuclear, dan explosive.
&quot;Serta memiliki jalur pendekatan dalam mobilisasi kekuatan militer baik aspek darat, laut, maupun udara sebagai persiapan rencana kontijensi dan rute evakuasi VVIP,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
