<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dinilai Tak Layak, JPO Sudirman Seharusnya Dibongkar Bukan Dicopot Atapnya</title><description>Koalisi Pejalan Kaki menilai, jauh sebelum atap dilepas, JPO memang sudah tak pantas digunakan dan tak layak lagi untuk pejalan kaki.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/07/338/2126968/dinilai-tak-layak-jpo-sudirman-seharusnya-dibongkar-bukan-dicopot-atapnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/07/338/2126968/dinilai-tak-layak-jpo-sudirman-seharusnya-dibongkar-bukan-dicopot-atapnya"/><item><title>Dinilai Tak Layak, JPO Sudirman Seharusnya Dibongkar Bukan Dicopot Atapnya</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/07/338/2126968/dinilai-tak-layak-jpo-sudirman-seharusnya-dibongkar-bukan-dicopot-atapnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/07/338/2126968/dinilai-tak-layak-jpo-sudirman-seharusnya-dibongkar-bukan-dicopot-atapnya</guid><pubDate>Kamis 07 November 2019 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/07/338/2126968/dinilai-tak-layak-jpo-sudirman-seharusnya-dibongkar-bukan-dicopot-atapnya-Yn3GgFqRyc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">JPO tidak beratap di Jalan Sudirman, Jakarta. (Foto : Okezone.com/Sarah Hutagaol)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/07/338/2126968/dinilai-tak-layak-jpo-sudirman-seharusnya-dibongkar-bukan-dicopot-atapnya-Yn3GgFqRyc.jpg</image><title>JPO tidak beratap di Jalan Sudirman, Jakarta. (Foto : Okezone.com/Sarah Hutagaol)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Koaliasi Pejalan Kaki meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merobohkan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Sudirman, Jakarta Pusat, yang baru-baru ini atapnya dicopot.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus. Ia mengatakan kalau jauh sebelum atap dilepas, JPO itu memang sudah tak pantas digunakan dan tak layak lagi untuk pejalan kaki.
&quot;Nah kalau melihat JPO yang atapnya dibuka padahal rekomendasi kami sebenarnya bukan atapnya dibuka, tapi JPO-nya dirobohin, karena JPO-nya sudah tidak layak itu untuk accessbility-nya,&quot; ucap Alfred saat dihubungi, Kamis (7/11/2019).
Setelah atapnya dicopot, Alfred mengatakan pihaknya semakin tidak terima, apalagi dengan alasan agar masyarakat bisa berfoto-foto dari atas JPO. Menurutnya, hal itu hanya menambah penderitaan baru bagi masyarakat yang melintas.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/11/07/59457/305781_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kontroversi JPO Sudirman yang Tak Beratap&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Jadi, kalau mempertahankan, kalau hanya lihat bahwa terbuka view itu sebenarnya menambah siksaan baru bagi pejalan kaki padahal kan ini sudah tidak akses,&quot; tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta memutuskan untuk mencopot atap dari JPO tersebut dan warga yang melintas di jembatan itu langsung bisa terpapar sinar matahari ataupun kehujanan.

Baca Juga : Atap JPO Dicopot, Pemprov DKI: Warga Bisa Selfie

Namun, menurut Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho,  pencopotan atap itu dilakukan pihaknya untuk menyamakan standar antara trotoar dan JPO.

Baca Juga : JPO Tanpa Atap, Warga Ngeluh Kepanasan hingga Tidak Tertarik untuk Selfie

</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Koaliasi Pejalan Kaki meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merobohkan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Sudirman, Jakarta Pusat, yang baru-baru ini atapnya dicopot.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus. Ia mengatakan kalau jauh sebelum atap dilepas, JPO itu memang sudah tak pantas digunakan dan tak layak lagi untuk pejalan kaki.
&quot;Nah kalau melihat JPO yang atapnya dibuka padahal rekomendasi kami sebenarnya bukan atapnya dibuka, tapi JPO-nya dirobohin, karena JPO-nya sudah tidak layak itu untuk accessbility-nya,&quot; ucap Alfred saat dihubungi, Kamis (7/11/2019).
Setelah atapnya dicopot, Alfred mengatakan pihaknya semakin tidak terima, apalagi dengan alasan agar masyarakat bisa berfoto-foto dari atas JPO. Menurutnya, hal itu hanya menambah penderitaan baru bagi masyarakat yang melintas.

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/11/07/59457/305781_medium.jpg&quot; alt=&quot;Kontroversi JPO Sudirman yang Tak Beratap&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Jadi, kalau mempertahankan, kalau hanya lihat bahwa terbuka view itu sebenarnya menambah siksaan baru bagi pejalan kaki padahal kan ini sudah tidak akses,&quot; tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Dinas Bina Marga DKI Jakarta memutuskan untuk mencopot atap dari JPO tersebut dan warga yang melintas di jembatan itu langsung bisa terpapar sinar matahari ataupun kehujanan.

Baca Juga : Atap JPO Dicopot, Pemprov DKI: Warga Bisa Selfie

Namun, menurut Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho,  pencopotan atap itu dilakukan pihaknya untuk menyamakan standar antara trotoar dan JPO.

Baca Juga : JPO Tanpa Atap, Warga Ngeluh Kepanasan hingga Tidak Tertarik untuk Selfie

</content:encoded></item></channel></rss>
