<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pria Bernama Wiro Sableng Jadi Pahlawan Bencana di Kalbar</title><description>Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/07/340/2126815/pria-bernama-wiro-sableng-jadi-pahlawan-bencana-di-kalbar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/07/340/2126815/pria-bernama-wiro-sableng-jadi-pahlawan-bencana-di-kalbar"/><item><title>Pria Bernama Wiro Sableng Jadi Pahlawan Bencana di Kalbar</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/07/340/2126815/pria-bernama-wiro-sableng-jadi-pahlawan-bencana-di-kalbar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/07/340/2126815/pria-bernama-wiro-sableng-jadi-pahlawan-bencana-di-kalbar</guid><pubDate>Kamis 07 November 2019 11:16 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/07/340/2126815/pria-bernama-wiro-sableng-jadi-pahlawan-bencana-di-kalbar-F1atNfQfZG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wiro Sableng Jadi Anggota SAR Kalbar (Foto: Okezone/Ocsya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/07/340/2126815/pria-bernama-wiro-sableng-jadi-pahlawan-bencana-di-kalbar-F1atNfQfZG.jpg</image><title>Wiro Sableng Jadi Anggota SAR Kalbar (Foto: Okezone/Ocsya)</title></images><description>PONTIANAK - Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah &quot;212&quot; di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh dari berbagai guru selama petualangannya di dunia persilatan. Selain di novel, kisah Wiro juga ditayangkan di televisi dan layar lebar.

Namun siapa sangka, ternyata Wiro Sableng juga ada di Kalimantan Barat. Bahkan, dia selalu hadir untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban bencana alam atau pun kecelakaan.

Ya, Wiro yang satu ini merupakan warga Kabupaten Sintang. Pria kelahiran Sintang 1997 itu merupakan anggota Potensi SAR (Search and Rescue). &quot;Nama Wiro Sableng ini memang asli nama saya. Saya kan lahir di Sintang pada tahun 1997, saat itu film Wiro Sableng memang lagi tren, jadi saya dikasih nama Wiro Sableng oleh orang tua,&quot; tutur Wiro saat diwawancarai usai mengikuti simulasi penanganan Operasi SAR Kantor SAR Pontianak.



Anak bungsu dari lima bersaudara ini menambahkan, suka dan duka memiliki nama Wiro Sableng memang ada. Dikatakan Wiro, kalau sukanya disaat menjadi terkenal di lingkungan tempat tinggal dan kerja. &quot;Banyak yang ajakin foto kalau saya pakai seragam yang ada namanya,&quot; tutur dia.

Namun lanjut Wiro, dukanya adalah ketika dia sering diejekin oleh orang-orang. &quot;Tapi menurut saya, ejekan itu hal yang biasa,&quot; katanya. Dikatakan Wiro, hanya namanya saja yang sama. Namun, karakternya tentu beda dengan aktor Wiro Sableng yang menjadi idola ayahnya. &quot;Saya tak punya kapak,&quot; candanya.

Wiro merupakan anggota Satpol PP Kabupaten Sintang sejak 2018 lalu. Setahun kemudian, dia tertarik berabung menjadi anggota Potensi SAR. Tepat pada awal tahun 2019. &quot;Yang membuat tertarik bergabung menjadi anggota Potensi SAR adalah, ketika saya banyak dapat pengalaman dan pengetahuan. Bisa menolong orang,&quot; katanya.

Bergabung menjadi anggota Potensi SAR, diakui dia, tidak mengganggu  kerjaan utamanya sebagai anggota Satpol PP. &quot;Tidak. Saya senang ketika  ada yang memerlukan Potensi SAR. Namun saya tetap selesaikan kerjaan  utama saya dahulu,&quot; ujarnya.

Pada simulasi Operasi SAR di Sungai Kapuas kemarin, Wiro menjadi  pusat perhatian dari berbagai unsur yang hadir dalam kegiatan tahunan  tersebut. Karena, name tag bertulisan Wiro Sableng itu terpampang jelas  di dada kanannya. &quot;Benar, ini benar nama saya. Bukan bohong-bohong,&quot;  tegasnya lagi.

Wiro, merupakan satu dari 29 anggota Potensi SAR dari Sintang yang  mengikuti simulasi tersebut. Ia mengaku terus fokus mengikuti sulimulasi  ini agar bisa memantapkan pengetahuan dan pemahaman dalam melakukan  operasi SAR sesungguhnya. &quot;Saya terus belajar, karena baru sekali  evakuasi korban tenggelam di Kabupaten Sanggau,&quot; tutupnya.



Di tempat yang sama, Kepala Kantor SAR Pontianak, Hery Marantika  mengatakan bahwa dalam simulasi operasi SAR ini seolah-olah Kapal Yacth  Morning Star dikabarkan tenggelam di perairan Pulau Sitinjan, Kabupaten  Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (6/11/2019) pagi.

Sepuluh warga negara asing (WNA) yang ada di dalamnya ikut tenggelam.  Sembilan WNA selamat, dan satu WNA meninggal dunia katena tenggelam.  &quot;Nama kapal itu fiktif. Yang memerankan WNA pun adalah teman-teman dari  Potensi SAR,&quot; kata Hery.

Kemudian, sambung Hery, simulasi ini dimulai dengan tahapan Kantor  Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak mendapat informasi adanya  sepuluh WNA yang butuh pertolongan.

Tim SAR dibantu Potensi SAR yang ada dari berbagai unsur dikerahkan  lengkap dengan peralatan dan armada. Seperti Rescue Boat 214 Pontianak,  speedboat dan perahu karet. Hasil penyisiran, sembilan penumpang yang  sempat terombang-ambing di perairan tersebut dapat diselamatkan.  Sementara satu penumpang lainnya ditemukan tewas karena tengggelam.



Hery menambahkan, tahapan demi tahapan yang dilalui sehingga berhasil  menemukan sepuluh korban tenggelam ini merupakan bagian dari simulasi.  &quot;Kegiatan yang kita lakukan hari ini adalah simulasi penanganan operasi  SAR terkait kecelakaan kapal. Nah kita ilustrasikan bahwa terjadi  kecelakaan terjadap Kapal Yacth Morning Star. Kapal itu mengalami kandas  dan terjadi bocor sehingga tenggelam,&quot; jelas Hery.

Dalam skenario simulasi ini, kata Hery, penumpang di atas kapal yang  tenggelam itu ada sepuluh WNA. Mereka, sambungnya, perlu penanganan  khusus untuk segera dievakuasi dan selamatkan. &quot;Maka dari itu kami dari  unsur Basarnas serta unsur Potensi SAR baik itu TNI, Polri, Pemda serta  lainnya bergabung menjadi satu tim untuk melaksanakan operasi  penyelamatan kapal ini,&quot; tuturnya.

Simulasi ini tak langsung pada proses penyelamatan saja. Tapi   prosesnya secara bertahap. Memperagakan seperti penyelamatan sebenarnya.   Mulai dari tim SAR mendapat laporan, mengecek informasi, merapatkan   semua unsur SAR untuk bergerak, terjun ke lokasi dan lain sebagainya.

&quot;Tahapan demi tahapan tadi, sudah kita lakukan dan tunjukkan ke unsur   Potensi SAR. Dengan harapan, apa yang kita tampilkan tadi dapat   dijadikan satu pembelajaran serta pemahaman dan akhirnya pada satu   tindakan untuk pelaksanaan operasi SAR,&quot; ujar Hery.

Simulasi ini, tadinya dilakukan di perairan Sungai Kapuas, Kota   Pontianak. Seolah itu adalah perairan Pulau Sitinjan. Tim SAR gabungan   yang tiba di lokasi, langsung melakukan penyisiran.

&quot;Seperti yang kita lihat, sembilan penumpang berhasil diselamatkan.   Semua selamat, hanya trauma. Sementara satu penumpang ditemukan   tenggelam dan meninggal. Korban meninggal berhasil dievakuasi dua   penyelam kita,&quot; papar Hery.



Lanjutnya mengungkapkan, simulasi kali ini hanya dilakukan khusus   penyelamatan di perairan. Nantinya juga akan dilakukan simulasi   penyelamatan di daratan. &quot;Kejadian ini kita ilustrasikan di perairan.   Karena geografis daripada Kalimantan Barat ini hampir semuanya   kecelakaan terjadi di perairan. Artinya kita harus memperkuat dulu   penanganan operasi SAR pencarian di perairan,&quot; ujarnya.

Namun demikian, kata Herry, simulasi di kawasan lainnya juga akan   dilakukan. Seperti di hutan dan gunung. &quot;Khusus simulasi ini, personel   dari unsur Basarnas ada 72 orang. Ada yang kita standby di ruang   pengerahan pengendalian operasi, sebagian ada di posko dan di kapal   untuk melakukan pencarian,&quot; tutupnya.

</description><content:encoded>PONTIANAK - Wiro Sableng atau Pendekar 212 adalah tokoh fiksi serial novel yang ditulis oleh Bastian Tito. Wiro terlahir dengan nama Wira Saksana yang sejak bayi telah digembleng oleh gurunya yang terkenal di dunia persilatan dengan nama Sinto Gendeng.

Wiro adalah seorang pendekar dengan senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan memiliki rajah &quot;212&quot; di dadanya. Wiro memiliki banyak kesaktian yang diperoleh dari berbagai guru selama petualangannya di dunia persilatan. Selain di novel, kisah Wiro juga ditayangkan di televisi dan layar lebar.

Namun siapa sangka, ternyata Wiro Sableng juga ada di Kalimantan Barat. Bahkan, dia selalu hadir untuk melakukan pencarian dan pertolongan terhadap korban bencana alam atau pun kecelakaan.

Ya, Wiro yang satu ini merupakan warga Kabupaten Sintang. Pria kelahiran Sintang 1997 itu merupakan anggota Potensi SAR (Search and Rescue). &quot;Nama Wiro Sableng ini memang asli nama saya. Saya kan lahir di Sintang pada tahun 1997, saat itu film Wiro Sableng memang lagi tren, jadi saya dikasih nama Wiro Sableng oleh orang tua,&quot; tutur Wiro saat diwawancarai usai mengikuti simulasi penanganan Operasi SAR Kantor SAR Pontianak.



Anak bungsu dari lima bersaudara ini menambahkan, suka dan duka memiliki nama Wiro Sableng memang ada. Dikatakan Wiro, kalau sukanya disaat menjadi terkenal di lingkungan tempat tinggal dan kerja. &quot;Banyak yang ajakin foto kalau saya pakai seragam yang ada namanya,&quot; tutur dia.

Namun lanjut Wiro, dukanya adalah ketika dia sering diejekin oleh orang-orang. &quot;Tapi menurut saya, ejekan itu hal yang biasa,&quot; katanya. Dikatakan Wiro, hanya namanya saja yang sama. Namun, karakternya tentu beda dengan aktor Wiro Sableng yang menjadi idola ayahnya. &quot;Saya tak punya kapak,&quot; candanya.

Wiro merupakan anggota Satpol PP Kabupaten Sintang sejak 2018 lalu. Setahun kemudian, dia tertarik berabung menjadi anggota Potensi SAR. Tepat pada awal tahun 2019. &quot;Yang membuat tertarik bergabung menjadi anggota Potensi SAR adalah, ketika saya banyak dapat pengalaman dan pengetahuan. Bisa menolong orang,&quot; katanya.

Bergabung menjadi anggota Potensi SAR, diakui dia, tidak mengganggu  kerjaan utamanya sebagai anggota Satpol PP. &quot;Tidak. Saya senang ketika  ada yang memerlukan Potensi SAR. Namun saya tetap selesaikan kerjaan  utama saya dahulu,&quot; ujarnya.

Pada simulasi Operasi SAR di Sungai Kapuas kemarin, Wiro menjadi  pusat perhatian dari berbagai unsur yang hadir dalam kegiatan tahunan  tersebut. Karena, name tag bertulisan Wiro Sableng itu terpampang jelas  di dada kanannya. &quot;Benar, ini benar nama saya. Bukan bohong-bohong,&quot;  tegasnya lagi.

Wiro, merupakan satu dari 29 anggota Potensi SAR dari Sintang yang  mengikuti simulasi tersebut. Ia mengaku terus fokus mengikuti sulimulasi  ini agar bisa memantapkan pengetahuan dan pemahaman dalam melakukan  operasi SAR sesungguhnya. &quot;Saya terus belajar, karena baru sekali  evakuasi korban tenggelam di Kabupaten Sanggau,&quot; tutupnya.



Di tempat yang sama, Kepala Kantor SAR Pontianak, Hery Marantika  mengatakan bahwa dalam simulasi operasi SAR ini seolah-olah Kapal Yacth  Morning Star dikabarkan tenggelam di perairan Pulau Sitinjan, Kabupaten  Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (6/11/2019) pagi.

Sepuluh warga negara asing (WNA) yang ada di dalamnya ikut tenggelam.  Sembilan WNA selamat, dan satu WNA meninggal dunia katena tenggelam.  &quot;Nama kapal itu fiktif. Yang memerankan WNA pun adalah teman-teman dari  Potensi SAR,&quot; kata Hery.

Kemudian, sambung Hery, simulasi ini dimulai dengan tahapan Kantor  Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak mendapat informasi adanya  sepuluh WNA yang butuh pertolongan.

Tim SAR dibantu Potensi SAR yang ada dari berbagai unsur dikerahkan  lengkap dengan peralatan dan armada. Seperti Rescue Boat 214 Pontianak,  speedboat dan perahu karet. Hasil penyisiran, sembilan penumpang yang  sempat terombang-ambing di perairan tersebut dapat diselamatkan.  Sementara satu penumpang lainnya ditemukan tewas karena tengggelam.



Hery menambahkan, tahapan demi tahapan yang dilalui sehingga berhasil  menemukan sepuluh korban tenggelam ini merupakan bagian dari simulasi.  &quot;Kegiatan yang kita lakukan hari ini adalah simulasi penanganan operasi  SAR terkait kecelakaan kapal. Nah kita ilustrasikan bahwa terjadi  kecelakaan terjadap Kapal Yacth Morning Star. Kapal itu mengalami kandas  dan terjadi bocor sehingga tenggelam,&quot; jelas Hery.

Dalam skenario simulasi ini, kata Hery, penumpang di atas kapal yang  tenggelam itu ada sepuluh WNA. Mereka, sambungnya, perlu penanganan  khusus untuk segera dievakuasi dan selamatkan. &quot;Maka dari itu kami dari  unsur Basarnas serta unsur Potensi SAR baik itu TNI, Polri, Pemda serta  lainnya bergabung menjadi satu tim untuk melaksanakan operasi  penyelamatan kapal ini,&quot; tuturnya.

Simulasi ini tak langsung pada proses penyelamatan saja. Tapi   prosesnya secara bertahap. Memperagakan seperti penyelamatan sebenarnya.   Mulai dari tim SAR mendapat laporan, mengecek informasi, merapatkan   semua unsur SAR untuk bergerak, terjun ke lokasi dan lain sebagainya.

&quot;Tahapan demi tahapan tadi, sudah kita lakukan dan tunjukkan ke unsur   Potensi SAR. Dengan harapan, apa yang kita tampilkan tadi dapat   dijadikan satu pembelajaran serta pemahaman dan akhirnya pada satu   tindakan untuk pelaksanaan operasi SAR,&quot; ujar Hery.

Simulasi ini, tadinya dilakukan di perairan Sungai Kapuas, Kota   Pontianak. Seolah itu adalah perairan Pulau Sitinjan. Tim SAR gabungan   yang tiba di lokasi, langsung melakukan penyisiran.

&quot;Seperti yang kita lihat, sembilan penumpang berhasil diselamatkan.   Semua selamat, hanya trauma. Sementara satu penumpang ditemukan   tenggelam dan meninggal. Korban meninggal berhasil dievakuasi dua   penyelam kita,&quot; papar Hery.



Lanjutnya mengungkapkan, simulasi kali ini hanya dilakukan khusus   penyelamatan di perairan. Nantinya juga akan dilakukan simulasi   penyelamatan di daratan. &quot;Kejadian ini kita ilustrasikan di perairan.   Karena geografis daripada Kalimantan Barat ini hampir semuanya   kecelakaan terjadi di perairan. Artinya kita harus memperkuat dulu   penanganan operasi SAR pencarian di perairan,&quot; ujarnya.

Namun demikian, kata Herry, simulasi di kawasan lainnya juga akan   dilakukan. Seperti di hutan dan gunung. &quot;Khusus simulasi ini, personel   dari unsur Basarnas ada 72 orang. Ada yang kita standby di ruang   pengerahan pengendalian operasi, sebagian ada di posko dan di kapal   untuk melakukan pencarian,&quot; tutupnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
