<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabareskrim Baru Diharapkan Dekat dengan Ulama dan Umat </title><description>Kabareskrim Polri baru pengganti Idham Azis dapat diisi oleh figur yang dekat dengan ulama dan umat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/08/337/2127211/kabareskrim-baru-diharapkan-dekat-dengan-ulama-dan-umat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/08/337/2127211/kabareskrim-baru-diharapkan-dekat-dengan-ulama-dan-umat"/><item><title>Kabareskrim Baru Diharapkan Dekat dengan Ulama dan Umat </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/08/337/2127211/kabareskrim-baru-diharapkan-dekat-dengan-ulama-dan-umat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/08/337/2127211/kabareskrim-baru-diharapkan-dekat-dengan-ulama-dan-umat</guid><pubDate>Jum'at 08 November 2019 07:50 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/08/337/2127211/kabareskrim-baru-diharapkan-dekat-dengan-ulama-dan-umat-N9bEKxrFWS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bareskrim Polri (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/08/337/2127211/kabareskrim-baru-diharapkan-dekat-dengan-ulama-dan-umat-N9bEKxrFWS.jpg</image><title>Bareskrim Polri (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah/Ketua STMIK Muhammadiyah, Faiz Rafdhi Chusnan berharap Kabareskrim Polri baru pengganti Idham Azis dapat diisi oleh figur yang dekat dengan ulama dan umat.
&quot;Kami berharap posisi yang ditinggal dapat diiis oleh sosok yang profesional, namun juga memahami kultur keragaman Indonesia, serta mayoritas agama yag ada di Indonesia,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (7/11/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kabareskrim Baru Harus Tuntaskan Kasus Novel agar Polri Tak Tersandera

Oleh karena umat Islam yang pertama mendapatkan imbas kebijakan yang diambil oleh Kabareskrim yang baru, maka kata Faiz sebaiknya Kabareskrim diisi oleh sosok yang mengerti, memahami dan dekat dengan umat Islam, dan khususnya ulama atau tokoh-tokoh ormas Islam.
&quot;Sebab, ulama yang faham terhadap kebutuhan ummat. Jika kabareskrim yang baru, tidak mampu memahami kebutuhan rakyat khususnya ummat Islam sebagai mayoritas, maka dikhawatirkan tindakan-tindakan yang diambil merugikan umat,&quot; ucap dia.
Apalagi, menurutnya, dalam penanganan radikalisme dan terorisme yang selama ini terkesan represif. Tentu merugikan umat juga pemerintah.
&quot;Beda halnya jika kabareskrim faham kebutuhan ummat, tentu penanganan radikalisme lebih soft, sehingga mampu menyelesaikan akar masalah dengan tepat dan cermat,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Pendidikan Kader PP Muhammadiyah/Ketua STMIK Muhammadiyah, Faiz Rafdhi Chusnan berharap Kabareskrim Polri baru pengganti Idham Azis dapat diisi oleh figur yang dekat dengan ulama dan umat.
&quot;Kami berharap posisi yang ditinggal dapat diiis oleh sosok yang profesional, namun juga memahami kultur keragaman Indonesia, serta mayoritas agama yag ada di Indonesia,&quot; katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (7/11/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Kabareskrim Baru Harus Tuntaskan Kasus Novel agar Polri Tak Tersandera

Oleh karena umat Islam yang pertama mendapatkan imbas kebijakan yang diambil oleh Kabareskrim yang baru, maka kata Faiz sebaiknya Kabareskrim diisi oleh sosok yang mengerti, memahami dan dekat dengan umat Islam, dan khususnya ulama atau tokoh-tokoh ormas Islam.
&quot;Sebab, ulama yang faham terhadap kebutuhan ummat. Jika kabareskrim yang baru, tidak mampu memahami kebutuhan rakyat khususnya ummat Islam sebagai mayoritas, maka dikhawatirkan tindakan-tindakan yang diambil merugikan umat,&quot; ucap dia.
Apalagi, menurutnya, dalam penanganan radikalisme dan terorisme yang selama ini terkesan represif. Tentu merugikan umat juga pemerintah.
&quot;Beda halnya jika kabareskrim faham kebutuhan ummat, tentu penanganan radikalisme lebih soft, sehingga mampu menyelesaikan akar masalah dengan tepat dan cermat,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
