<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengangguran Terdidik di Indonesia Diprediksi Meningkat di 2030</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan jumlah pengangguran di Indonesia hingga Februari 2019 sebanyak 6,82 juta orang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/08/337/2127637/pengangguran-terdidik-di-indonesia-diprediksi-meningkat-di-2030</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/08/337/2127637/pengangguran-terdidik-di-indonesia-diprediksi-meningkat-di-2030"/><item><title>Pengangguran Terdidik di Indonesia Diprediksi Meningkat di 2030</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/08/337/2127637/pengangguran-terdidik-di-indonesia-diprediksi-meningkat-di-2030</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/08/337/2127637/pengangguran-terdidik-di-indonesia-diprediksi-meningkat-di-2030</guid><pubDate>Jum'at 08 November 2019 23:11 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/08/337/2127637/pengangguran-terdidik-di-indonesia-diprediksi-meningkat-di-2030-mpNznmDu8R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/08/337/2127637/pengangguran-terdidik-di-indonesia-diprediksi-meningkat-di-2030-mpNznmDu8R.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan jumlah pengangguran di Indonesia hingga Februari 2019 sebanyak 6,82 juta orang. Jumlah ini menurun 50 ribu orang dari posisi Februari 2018 yang sebanyak 6,87 juta orang.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, jumlah pengangguran terbanyak masih berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di antara tingkat pendidikan lainnya. Sedangkan yang terendah dari tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah.

Bonus Demografi juga jadi salah satu penyebab banyaknya pengangguran di Indonesia. Bonus demografi adalah melonjaknya usia produktif di Indonesia, sehingga lapangan kerja akan semakin sulit ditemukan.

Baca Juga: Banten Jadi Provinsi dengan Jumlah Pengangguran Terbanyak di Indonesia

Direktur Management Development International (MDI Tack International), Reynard Praharsa mengungkapkan ekonomi Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh tinggi dengan adanya bonus demografi. Di mana sebagian besar penduduk merupakan angkatan usia produktif usia 15-64 tahun. Puncak bonus demografi ini pun diprediksi terjadi pada tahun 2030.



Menurut Reynard, bonus demografi ini bisa menjadi boomerang bagi bangsa Indonesia apabila tidak dimanfaatkan dengan benar.

&amp;ldquo;Kita tahu bahwa pengangguran terdidik di Indonesia ini masih tinggi. Kalau kita tidak ikut serta melakukan sesuatu (pembenahan), salah satunya pada kualitas tenaga kerja, alih-alih bonus demografi kita malah menghadapi bencana demografi,&amp;rdquo; jelasnya dalam acara HRPractiCase (HR Practice with Cases) yang diikuti sedikitnya 40 perusahaan ternama di Jabodetabek di CoHive D-Lab, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019).

HRPractiCase sendiri bertujuan sebagai wadah untuk belajar para HR  Practicioner untuk membedah kasus-kasus yang berhubungan dengan  pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sekadar informasi, jumlah  pengangguran terbanyak masih berasal dari lulusan Sekolah Menengah  Kejuruan (SMK) di antara tingkat pendidikan lainnya dengan prosentase  8,63 persen hingga Februari 2019. Sedangkan yang terendah dari tingkat pendidikan Sekolah  Dasar (SD) ke bawah.



Adapun tingkat pengangguran dari penduduk berpendidikan SD ke bawah  sebesar 2,56%. Di sisi lain, tingkat pengangguran lulusan Sekolah  Menengah Pertama (SMP) tercatat sebesar 5,18%, kemudian lulusan Sekolah  Menengah Atas (SMA) sebesar 7,19%.

Lalu tingkat pengangguran dari lulusan pendidikan Diploma I/II/III  sebesar 7,92%. Sedangkan dari lulusan universitas tingkat  penganggurannya 6,31%.

</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan jumlah pengangguran di Indonesia hingga Februari 2019 sebanyak 6,82 juta orang. Jumlah ini menurun 50 ribu orang dari posisi Februari 2018 yang sebanyak 6,87 juta orang.

Kepala BPS Suhariyanto menyatakan, jumlah pengangguran terbanyak masih berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di antara tingkat pendidikan lainnya. Sedangkan yang terendah dari tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) ke bawah.

Bonus Demografi juga jadi salah satu penyebab banyaknya pengangguran di Indonesia. Bonus demografi adalah melonjaknya usia produktif di Indonesia, sehingga lapangan kerja akan semakin sulit ditemukan.

Baca Juga: Banten Jadi Provinsi dengan Jumlah Pengangguran Terbanyak di Indonesia

Direktur Management Development International (MDI Tack International), Reynard Praharsa mengungkapkan ekonomi Indonesia memiliki potensi untuk tumbuh tinggi dengan adanya bonus demografi. Di mana sebagian besar penduduk merupakan angkatan usia produktif usia 15-64 tahun. Puncak bonus demografi ini pun diprediksi terjadi pada tahun 2030.



Menurut Reynard, bonus demografi ini bisa menjadi boomerang bagi bangsa Indonesia apabila tidak dimanfaatkan dengan benar.

&amp;ldquo;Kita tahu bahwa pengangguran terdidik di Indonesia ini masih tinggi. Kalau kita tidak ikut serta melakukan sesuatu (pembenahan), salah satunya pada kualitas tenaga kerja, alih-alih bonus demografi kita malah menghadapi bencana demografi,&amp;rdquo; jelasnya dalam acara HRPractiCase (HR Practice with Cases) yang diikuti sedikitnya 40 perusahaan ternama di Jabodetabek di CoHive D-Lab, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019).

HRPractiCase sendiri bertujuan sebagai wadah untuk belajar para HR  Practicioner untuk membedah kasus-kasus yang berhubungan dengan  pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sekadar informasi, jumlah  pengangguran terbanyak masih berasal dari lulusan Sekolah Menengah  Kejuruan (SMK) di antara tingkat pendidikan lainnya dengan prosentase  8,63 persen hingga Februari 2019. Sedangkan yang terendah dari tingkat pendidikan Sekolah  Dasar (SD) ke bawah.



Adapun tingkat pengangguran dari penduduk berpendidikan SD ke bawah  sebesar 2,56%. Di sisi lain, tingkat pengangguran lulusan Sekolah  Menengah Pertama (SMP) tercatat sebesar 5,18%, kemudian lulusan Sekolah  Menengah Atas (SMA) sebesar 7,19%.

Lalu tingkat pengangguran dari lulusan pendidikan Diploma I/II/III  sebesar 7,92%. Sedangkan dari lulusan universitas tingkat  penganggurannya 6,31%.

</content:encoded></item></channel></rss>
