<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Jambi Resah Diserang Ribuan Ulat Bulu</title><description>Akibat dari kejadian itu warga mulai resah dan gelisah lantaran ketakutan badan mereka terkena penyakit gatal-gatal di kulit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/08/340/2127447/warga-jambi-resah-diserang-ribuan-ulat-bulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/08/340/2127447/warga-jambi-resah-diserang-ribuan-ulat-bulu"/><item><title>Warga Jambi Resah Diserang Ribuan Ulat Bulu</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/08/340/2127447/warga-jambi-resah-diserang-ribuan-ulat-bulu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/08/340/2127447/warga-jambi-resah-diserang-ribuan-ulat-bulu</guid><pubDate>Jum'at 08 November 2019 16:19 WIB</pubDate><dc:creator>Azhari Sultan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/08/340/2127447/warga-jambi-resah-diserang-ribuan-ulat-bulu-dPxqcU4KGT.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/08/340/2127447/warga-jambi-resah-diserang-ribuan-ulat-bulu-dPxqcU4KGT.JPG</image><title>Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)</title></images><description>JAMBI - Sebuah dusun di Kabupaten Tebo, Jambi, yakni Dusun Remaji, Desa Rantau Api, Kecamatan Tengah Ilir, Provinsi Jambi dibuat heboh. Pasalnya, sejak Kamis kemarin empat rumah warga diserang ribuan hama ulat bulu.

Tak pelak, akibat dari kejadian itu warga mulai resah dan gelisah lantaran ketakutan badan mereka terkena penyakit gatal-gatal di kulit.

Salah seorang warga, Azwar saat dihubungi mengatakan, adanya hama ulat bulu yang menjalar ke rumah warga. Diakuinya, kejadian langka ini baru ditemui kali itu menjalar ke rumah warga.



&quot;Benar bang, ulat bulunya sangat banyak dan saya dapat informasi ada empat rumah warga yang terkena serang hama ulat bulu,&quot; ungkapnya, Jumat (8/11/2019).

Dia juga menambahkan, sampai saat ini ulat bulu masih ada dan warga berusaha membasmi ulat dengan alat dan racun seadanya agar ulat bulu berkurang.

&quot;Kalau sekitar perkampungan memang perkebunan, namun baru pertama kali terjadi dari tahun sebelumnya tidak ada,&quot; terangnya.



Terpisah, Camat Tengah Ilir Richy Syaputra saat dihubungi, membenarkan kemunculan ribuan ulat bulu ke rumah warga. Namun, dia belum tau apa penyebab ulat bulu menjalar ke rumah warga.

&quot;Dari data yang dapat, ada empat rumah warga diserang ulat bulu. Saat  ini, kita akan cari tau lagi apa penyebabnya, karena baru kali pertama  terjadi di tahun 2019,&quot; tuturnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada dapat laporan warganya terkena  penyakit gatal-gatal. Meskipun ulat bulu masih ada, katanya, warga terus  membasmi ulat tersebut.

&quot;Hingga saat ini, baru dapat informasi satu desa tekena hama ulat  bulu. Untuk desa lain belum ada dan kita akan cari tau jika ada korban  penyakit gatal-gatal akibat dampak hama ulat bulu,&quot; tandasnya.


</description><content:encoded>JAMBI - Sebuah dusun di Kabupaten Tebo, Jambi, yakni Dusun Remaji, Desa Rantau Api, Kecamatan Tengah Ilir, Provinsi Jambi dibuat heboh. Pasalnya, sejak Kamis kemarin empat rumah warga diserang ribuan hama ulat bulu.

Tak pelak, akibat dari kejadian itu warga mulai resah dan gelisah lantaran ketakutan badan mereka terkena penyakit gatal-gatal di kulit.

Salah seorang warga, Azwar saat dihubungi mengatakan, adanya hama ulat bulu yang menjalar ke rumah warga. Diakuinya, kejadian langka ini baru ditemui kali itu menjalar ke rumah warga.



&quot;Benar bang, ulat bulunya sangat banyak dan saya dapat informasi ada empat rumah warga yang terkena serang hama ulat bulu,&quot; ungkapnya, Jumat (8/11/2019).

Dia juga menambahkan, sampai saat ini ulat bulu masih ada dan warga berusaha membasmi ulat dengan alat dan racun seadanya agar ulat bulu berkurang.

&quot;Kalau sekitar perkampungan memang perkebunan, namun baru pertama kali terjadi dari tahun sebelumnya tidak ada,&quot; terangnya.



Terpisah, Camat Tengah Ilir Richy Syaputra saat dihubungi, membenarkan kemunculan ribuan ulat bulu ke rumah warga. Namun, dia belum tau apa penyebab ulat bulu menjalar ke rumah warga.

&quot;Dari data yang dapat, ada empat rumah warga diserang ulat bulu. Saat  ini, kita akan cari tau lagi apa penyebabnya, karena baru kali pertama  terjadi di tahun 2019,&quot; tuturnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada dapat laporan warganya terkena  penyakit gatal-gatal. Meskipun ulat bulu masih ada, katanya, warga terus  membasmi ulat tersebut.

&quot;Hingga saat ini, baru dapat informasi satu desa tekena hama ulat  bulu. Untuk desa lain belum ada dan kita akan cari tau jika ada korban  penyakit gatal-gatal akibat dampak hama ulat bulu,&quot; tandasnya.


</content:encoded></item></channel></rss>
