<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meutya Hafid dan Perspektif Wanita dalam Pembangunan Indonesia</title><description>Peran dan fungsi perempuan di kancah perpolitikan negara Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/09/337/2127586/meutya-hafid-dan-perspektif-wanita-dalam-pembangunan-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/09/337/2127586/meutya-hafid-dan-perspektif-wanita-dalam-pembangunan-indonesia"/><item><title>Meutya Hafid dan Perspektif Wanita dalam Pembangunan Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/09/337/2127586/meutya-hafid-dan-perspektif-wanita-dalam-pembangunan-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/09/337/2127586/meutya-hafid-dan-perspektif-wanita-dalam-pembangunan-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 09 November 2019 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/08/337/2127586/meutya-hafid-dan-perspektif-wanita-dalam-pembangunan-indonesia-pYV8Epxty4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Meutya Hafid saat diwawancarai Okezone (Foto: Okezone/Harits)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/08/337/2127586/meutya-hafid-dan-perspektif-wanita-dalam-pembangunan-indonesia-pYV8Epxty4.jpg</image><title>Meutya Hafid saat diwawancarai Okezone (Foto: Okezone/Harits)</title></images><description>JAKARTA - Peran dan fungsi perempuan di kancah perpolitikan negara Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Karena beberapa tokoh pun bisa dikatakan telah &amp;lsquo;berkontribusi&amp;rsquo; bagi bangsa Indonesia, mengingat politik turut menentukan kebijakan dalam aspek kehidupan.

Lantas mengapa perempuan harus turut berpolitik? Salah satu politikus perempuan yang juga Ketua DPP Partai Golkar, Meutya Hafid mengatakan demokrasi telah dipilih oleh bangsa Indonesia, dengan menganut sistem demokrasi, maka keterwakilan perempuan di dalam berpolitik harus juga ada.

&amp;ldquo;Kita sudah memilih demokrasi dan kita gak bisa mundur itu menurut saya. Dan demokrasi sistem keterwakilan, artinya perempuan itu kurang lebih dibawah sedikit 50 persen penduduk Indonesia, maka seharusnya mereka juga terwakili,&amp;rdquo; kata Meutya saat berbincang dengan Okezone belum lama ini.



Meutya enggan terjebak dalam lingkaran yang menyebutkan bahwa perempuann lebih bagus dan laki-laki lebih buruk. Padahal menurutnya keduanya setara tak ada yang lebih bagus dan tak ada yang lebih buruk.

Karena kesetaraan itulah, maka perwakilan perempuan harus ada dalam berpolitik. &amp;ldquo;Kalo perwakilan perempuan enggak ada atau sangat sedikit itu artinya enggak setara. Kita gak mau hidup dalam ligkungan atau negara yang pemangku kebijakannya tidak setara antara perempuan dan laki laki,&amp;rdquo; ujar dia.

Ketua Komisi I DPR RI ini pun menerangkan, dalam berpolitik perempuan tak serta merta harus menyampaikan soal hak-haknya. Tetapi harus menyuarakan soal apapun termasuk dengan lingkungan hidup, pertahanan.

&amp;ldquo;Meskipun bukan tentang perempuan,&amp;rdquo; tutur Meutya.

Mengenai peran politik perempuan yang ada di Indonesia, Meutya  mengakui saat ini sudah mengalami peningkatan. Jika dibandingkan saat  pertama kali dia turun ke politik.

&amp;ldquo;Dulu kan angka presentasinya dikit, karena memang yang mau masuk  politik dikit tapi sekarang udah banyak. Tinggal bagaimana mereka  survive dan mereka bisa masuk tidak hanya sebagai kader partai, tapi  jadi anggota DPR, atau misalnya difungsikan di lembaga atau berperan di  kementrian,&amp;rdquo; katanya.

Tak hanya itu, menurut Meutya peran perempuan dalam pembangunan  bangsa juga diperlukan. Karena dalam setiap pembangunan apapun  persepektif perempuan harus dilibatkan.

&amp;ldquo;Dalam setiap pembangunan mau infrastruktur ataupun kesehatan  pendidikan harus ada perspektif perempuan, jadi ya sangat lerlu peran  perempuan ada dalam pembangunan,&amp;rdquo; ucapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Peran dan fungsi perempuan di kancah perpolitikan negara Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Karena beberapa tokoh pun bisa dikatakan telah &amp;lsquo;berkontribusi&amp;rsquo; bagi bangsa Indonesia, mengingat politik turut menentukan kebijakan dalam aspek kehidupan.

Lantas mengapa perempuan harus turut berpolitik? Salah satu politikus perempuan yang juga Ketua DPP Partai Golkar, Meutya Hafid mengatakan demokrasi telah dipilih oleh bangsa Indonesia, dengan menganut sistem demokrasi, maka keterwakilan perempuan di dalam berpolitik harus juga ada.

&amp;ldquo;Kita sudah memilih demokrasi dan kita gak bisa mundur itu menurut saya. Dan demokrasi sistem keterwakilan, artinya perempuan itu kurang lebih dibawah sedikit 50 persen penduduk Indonesia, maka seharusnya mereka juga terwakili,&amp;rdquo; kata Meutya saat berbincang dengan Okezone belum lama ini.



Meutya enggan terjebak dalam lingkaran yang menyebutkan bahwa perempuann lebih bagus dan laki-laki lebih buruk. Padahal menurutnya keduanya setara tak ada yang lebih bagus dan tak ada yang lebih buruk.

Karena kesetaraan itulah, maka perwakilan perempuan harus ada dalam berpolitik. &amp;ldquo;Kalo perwakilan perempuan enggak ada atau sangat sedikit itu artinya enggak setara. Kita gak mau hidup dalam ligkungan atau negara yang pemangku kebijakannya tidak setara antara perempuan dan laki laki,&amp;rdquo; ujar dia.

Ketua Komisi I DPR RI ini pun menerangkan, dalam berpolitik perempuan tak serta merta harus menyampaikan soal hak-haknya. Tetapi harus menyuarakan soal apapun termasuk dengan lingkungan hidup, pertahanan.

&amp;ldquo;Meskipun bukan tentang perempuan,&amp;rdquo; tutur Meutya.

Mengenai peran politik perempuan yang ada di Indonesia, Meutya  mengakui saat ini sudah mengalami peningkatan. Jika dibandingkan saat  pertama kali dia turun ke politik.

&amp;ldquo;Dulu kan angka presentasinya dikit, karena memang yang mau masuk  politik dikit tapi sekarang udah banyak. Tinggal bagaimana mereka  survive dan mereka bisa masuk tidak hanya sebagai kader partai, tapi  jadi anggota DPR, atau misalnya difungsikan di lembaga atau berperan di  kementrian,&amp;rdquo; katanya.

Tak hanya itu, menurut Meutya peran perempuan dalam pembangunan  bangsa juga diperlukan. Karena dalam setiap pembangunan apapun  persepektif perempuan harus dilibatkan.

&amp;ldquo;Dalam setiap pembangunan mau infrastruktur ataupun kesehatan  pendidikan harus ada perspektif perempuan, jadi ya sangat lerlu peran  perempuan ada dalam pembangunan,&amp;rdquo; ucapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
