<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Surya Paloh: Silaturahmi dan Rangkulan Dicurigai, Bangsa Model Apa seperti Ini?</title><description>Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengingatkan soal kondisi politik di Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/09/337/2127651/surya-paloh-silaturahmi-dan-rangkulan-dicurigai-bangsa-model-apa-seperti-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/09/337/2127651/surya-paloh-silaturahmi-dan-rangkulan-dicurigai-bangsa-model-apa-seperti-ini"/><item><title>Surya Paloh: Silaturahmi dan Rangkulan Dicurigai, Bangsa Model Apa seperti Ini?</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/09/337/2127651/surya-paloh-silaturahmi-dan-rangkulan-dicurigai-bangsa-model-apa-seperti-ini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/09/337/2127651/surya-paloh-silaturahmi-dan-rangkulan-dicurigai-bangsa-model-apa-seperti-ini</guid><pubDate>Sabtu 09 November 2019 02:31 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/09/337/2127651/surya-paloh-silaturahmi-dan-rangkulan-dicurigai-bangsa-model-apa-seperti-ini-cbnlovOl4c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/09/337/2127651/surya-paloh-silaturahmi-dan-rangkulan-dicurigai-bangsa-model-apa-seperti-ini-cbnlovOl4c.jpg</image><title>Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengingatkan soal kondisi politik di Indonesia. Menurutnya, bangsa Indonesia sudah lelah dengan intrik yang mengundang sinisme satu sama lain.&amp;nbsp;
&quot;Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain, kecurigaan satu sama lain, hingga kita berkunjung ke kawan, ini bangsa model apa seperti ini,&quot; tuturnya saat memberikan sambutan di Kongres II Partai Nasdem, Jumat (8/11/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Surya Paloh: Salah, Kalau Parpol Pendukung Pemerintah Hanya Pikirkan Koalisi
Paloh berujar, saat ini diskursus politik Indonesia berada di tingkat mengenaskan. Hal itu kata dia bisa terlihat pasca-pertemuan dirinya dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman yang dimaknai bermacam-macam.
&quot;Hubungan rangkulan dan tali silahturahmi politik dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan,&quot; tuturnya.

Ia juga menyebut, Indonesia saat ini menganut sistem politik dengan nilai-nilai demokrasi yang begitu liberal dan dibalut dengan kepercayaan yang konservatif. Hal itu bertolak belakangan dengan kondisi yang ada.
&quot;Kita bilang kita mau maju tapi kita melangkah ke belakang. Mari kita bermusyawarah dan bergotong-royong tapi kita hanya bilang akulah yang lebih penting yang lainnya biar mati semua,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Surya Paloh : Komunikasi Nasdem Cair terhadap Parpol di Dalam Maupun Luar Pemerintahan</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengingatkan soal kondisi politik di Indonesia. Menurutnya, bangsa Indonesia sudah lelah dengan intrik yang mengundang sinisme satu sama lain.&amp;nbsp;
&quot;Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain, kecurigaan satu sama lain, hingga kita berkunjung ke kawan, ini bangsa model apa seperti ini,&quot; tuturnya saat memberikan sambutan di Kongres II Partai Nasdem, Jumat (8/11/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Surya Paloh: Salah, Kalau Parpol Pendukung Pemerintah Hanya Pikirkan Koalisi
Paloh berujar, saat ini diskursus politik Indonesia berada di tingkat mengenaskan. Hal itu kata dia bisa terlihat pasca-pertemuan dirinya dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman yang dimaknai bermacam-macam.
&quot;Hubungan rangkulan dan tali silahturahmi politik dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan,&quot; tuturnya.

Ia juga menyebut, Indonesia saat ini menganut sistem politik dengan nilai-nilai demokrasi yang begitu liberal dan dibalut dengan kepercayaan yang konservatif. Hal itu bertolak belakangan dengan kondisi yang ada.
&quot;Kita bilang kita mau maju tapi kita melangkah ke belakang. Mari kita bermusyawarah dan bergotong-royong tapi kita hanya bilang akulah yang lebih penting yang lainnya biar mati semua,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Surya Paloh : Komunikasi Nasdem Cair terhadap Parpol di Dalam Maupun Luar Pemerintahan</content:encoded></item></channel></rss>
