<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Manuver ala Surya Paloh Dinilai Sudah Melenceng Jauh dari Semangat Partai Nasdem</title><description>Salah satu pendiri Partai NasDem Patrice Rio Capella menilai Partai NasDem kekinian telah melenceng dari semangat para pendirinya</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/10/337/2128001/manuver-ala-surya-paloh-dinilai-sudah-melenceng-jauh-dari-semangat-partai-nasdem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/10/337/2128001/manuver-ala-surya-paloh-dinilai-sudah-melenceng-jauh-dari-semangat-partai-nasdem"/><item><title>Manuver ala Surya Paloh Dinilai Sudah Melenceng Jauh dari Semangat Partai Nasdem</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/10/337/2128001/manuver-ala-surya-paloh-dinilai-sudah-melenceng-jauh-dari-semangat-partai-nasdem</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/10/337/2128001/manuver-ala-surya-paloh-dinilai-sudah-melenceng-jauh-dari-semangat-partai-nasdem</guid><pubDate>Minggu 10 November 2019 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/10/337/2128001/manuver-ala-surya-paloh-dinilai-sudah-melenceng-jauh-dari-semangat-partai-nasdem-LIQCsd0zlY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/10/337/2128001/manuver-ala-surya-paloh-dinilai-sudah-melenceng-jauh-dari-semangat-partai-nasdem-LIQCsd0zlY.jpg</image><title>Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh (Foto: Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA - Salah satu pendiri Partai NasDem Patrice Rio Capella menilai Partai NasDem kekinian telah melenceng dari semangat para pendirinya. Bahkan ia, menyebut partai itu telah menjadi 'restoran politik'.
Pasalnya menurut Rio, Partai NasDem sejak didirikan pada 26 Juli 2011 silam oleh para pendirinya telah mengusung semangat salam perubahan restorasi Indonesia.
&quot;Partai NasDem saat ini sudah melenceng jauh dari semangat awal pendiriannya pada 26 Juli 2011,&quot; ucap Rio Capella saat jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2019).
Mantan Ketua Umum Partai Nasdem ini menyebut telah berubah menjadi 'restoran politik' karena kini melihat Partai Nasdem tempat memasak dan menggoreng kepentingan elit tertentu di Partai Nasdem.
&quot;Partai NasDem kini menjadi restoran politik tempatnya masak-memasak dan goreng menggoreng kepentingan politik yang bukan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan untuk memperjuangkan kepentingan partai, tapi hanya demi keuntungan elite tertentu, kelompok tertentu di internal Partai Nasdem,&quot; paparnya.

Baca Juga: Pertemuan dengan PKS Dicurigai, Nasdem Bandingkan PDIP yang Rangkul Gerindra
Tak hanya itu, Rio pun menyoroti manuver-manuver yang dilakukan oleh Surya Paloh dalam beberapa waktu belakangan ini, seperti menemui partai oposisi, dan juga mengundang Anies Baswedan dalam Kongres II Partai Nasdem pada hari pertama.
&quot;Manuver itu jelas melanggar norma dan etika berpolitik yang tidak mencerminkan adab ketimuran tentang sopan santun. Manuver itu sangat memalukan karena Partai Nasdem seolah seperti perusahaan milik pribadi yang mengasong kepentingan politik,&quot; ungkap Rio.Selain hal tersebut, Rio juga sempat menyinggung jatah posisi Jaksa  Agung yang tidak berasal dari Partai Nasdem. Ia menilai kalau sudah  seharusnya Partai Nasdem sadar kalau pembentukan kabinet hak prerogatif  dari Presiden.
&quot;Atas langkah-langkah yang diambil Partai Nasdem  tersebut, jangan salahkan publik yang berspekulasi bahwa manuver Nasdem  berkaitan dengan kebijakan Presiden memilih Jaksa Agung menggunakan hak  prerogatifnya,&quot; terangnya.
&quot;Dan, jika manuver Partai Nasdem itu  diambil berdasarkan kekecewaan soal kabinet, wajar kalau Presiden Joko  Widodo jengah dengan langkah Partai Nasdem tersebut,&quot; tutup Rio.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Salah satu pendiri Partai NasDem Patrice Rio Capella menilai Partai NasDem kekinian telah melenceng dari semangat para pendirinya. Bahkan ia, menyebut partai itu telah menjadi 'restoran politik'.
Pasalnya menurut Rio, Partai NasDem sejak didirikan pada 26 Juli 2011 silam oleh para pendirinya telah mengusung semangat salam perubahan restorasi Indonesia.
&quot;Partai NasDem saat ini sudah melenceng jauh dari semangat awal pendiriannya pada 26 Juli 2011,&quot; ucap Rio Capella saat jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (10/11/2019).
Mantan Ketua Umum Partai Nasdem ini menyebut telah berubah menjadi 'restoran politik' karena kini melihat Partai Nasdem tempat memasak dan menggoreng kepentingan elit tertentu di Partai Nasdem.
&quot;Partai NasDem kini menjadi restoran politik tempatnya masak-memasak dan goreng menggoreng kepentingan politik yang bukan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan untuk memperjuangkan kepentingan partai, tapi hanya demi keuntungan elite tertentu, kelompok tertentu di internal Partai Nasdem,&quot; paparnya.

Baca Juga: Pertemuan dengan PKS Dicurigai, Nasdem Bandingkan PDIP yang Rangkul Gerindra
Tak hanya itu, Rio pun menyoroti manuver-manuver yang dilakukan oleh Surya Paloh dalam beberapa waktu belakangan ini, seperti menemui partai oposisi, dan juga mengundang Anies Baswedan dalam Kongres II Partai Nasdem pada hari pertama.
&quot;Manuver itu jelas melanggar norma dan etika berpolitik yang tidak mencerminkan adab ketimuran tentang sopan santun. Manuver itu sangat memalukan karena Partai Nasdem seolah seperti perusahaan milik pribadi yang mengasong kepentingan politik,&quot; ungkap Rio.Selain hal tersebut, Rio juga sempat menyinggung jatah posisi Jaksa  Agung yang tidak berasal dari Partai Nasdem. Ia menilai kalau sudah  seharusnya Partai Nasdem sadar kalau pembentukan kabinet hak prerogatif  dari Presiden.
&quot;Atas langkah-langkah yang diambil Partai Nasdem  tersebut, jangan salahkan publik yang berspekulasi bahwa manuver Nasdem  berkaitan dengan kebijakan Presiden memilih Jaksa Agung menggunakan hak  prerogatifnya,&quot; terangnya.
&quot;Dan, jika manuver Partai Nasdem itu  diambil berdasarkan kekecewaan soal kabinet, wajar kalau Presiden Joko  Widodo jengah dengan langkah Partai Nasdem tersebut,&quot; tutup Rio.</content:encoded></item></channel></rss>
