<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perempuan Telanjang Dada Gabung dengan Ribuan Demonstran Anti-Islamfobia</title><description>Anggota partai-partai sayap kiri mengambil bagian dalam demonstrasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/11/18/2128507/perempuan-telanjang-dada-gabung-dengan-ribuan-demonstran-anti-islamfobia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/11/18/2128507/perempuan-telanjang-dada-gabung-dengan-ribuan-demonstran-anti-islamfobia"/><item><title>Perempuan Telanjang Dada Gabung dengan Ribuan Demonstran Anti-Islamfobia</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/11/18/2128507/perempuan-telanjang-dada-gabung-dengan-ribuan-demonstran-anti-islamfobia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/11/18/2128507/perempuan-telanjang-dada-gabung-dengan-ribuan-demonstran-anti-islamfobia</guid><pubDate>Senin 11 November 2019 19:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmat Fahzry</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/11/18/2128507/perempuan-telanjang-dada-gabung-dengan-ribuan-demonstran-anti-islamfobia-K9GgabKYv7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perempuan telanjang dada di antara demonstran anti-Islamfobia di Paris, Prancis. (Foto/AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/11/18/2128507/perempuan-telanjang-dada-gabung-dengan-ribuan-demonstran-anti-islamfobia-K9GgabKYv7.jpg</image><title>Perempuan telanjang dada di antara demonstran anti-Islamfobia di Paris, Prancis. (Foto/AFP)</title></images><description>PARIS - Lebih dari 10.000 orang berbaris di Paris pada Minggu (10/11/2019) dalam demonstrasi anti-Islamofobia yang telah membagi kelas politik Prancis.
Korrdinator demo melansir Daily Mail, Senin (11/11/2019) mengatakan mereka menggelar aksi sebagai protes setelah dua minggu lalu seorang pria yang terkoneski politisi sayap kanan melepaskan tembakan di sebuah masjid di kota Bayonne barat daya hingga melukai dua pria lanjut usia.
Dalam aksi itu, seorang wanita bertelanjang dada. Ia menulis &amp;ldquo;kami tidak mempromosikan sekularisme&amp;rdquo; di dadanya. Namun perempuan itu rampaknya berasal dari kelompok feminis Femen yang memprotes masyarakat sekuler.
Baca juga:&amp;nbsp;Pejabat Kementerian Prancis Bius Wanita agar Bisa Melihat Korban Buang Air Kecil
Baca juga:&amp;nbsp;Kakek 84 Tahun Lepaskan Tembakan di Masjid Prancis, Lukai Dua Orang
Anggota partai-partai sayap kiri mengambil bagian dalam demonstrasi.
Pemimpin sayap kanan, Marine Le Pen, mengklaim acara itu diorganisir oleh kelompok Islam.
Massa berjalan dengan membawa spanduk-spanduk dengan pesan &amp;ldquo;Hentikan semua rasisme&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;Islamofobia bukan merupakan opini tetapi merupakan kejahatan&amp;rdquo;.
Baca juga:&amp;nbsp;Presiden Prancis: Jangan Cap Buruk Muslim dan Pemakai Hijab
Sekretaris Negara Marlene Schiappa mengatakan demonstrasi itu adalah protes terhadap sekularisme &amp;ldquo;yang menyamar memerangi diskriminasi&amp;rdquo;.
Lebih dari 40 persen Muslim mengatakan mereka merasakan diskriminasi agama di Prancis, menurut sebuah survei oleh Ifop awal bulan ini.
Islam adalah agama terbesar kedua di Perancis, yang memiliki minoritas Muslim terbesar di Eropa Barat.
Bulan lalu, seorang anggota partai Rally Nasional Le Pen memicu perdebatan berkelanjutan tentang posisi Muslim dan simbol-simbol Muslim di Perancis dengan secara terbuka memberitahu seorang wanita untuk melepas jilbabnya.</description><content:encoded>PARIS - Lebih dari 10.000 orang berbaris di Paris pada Minggu (10/11/2019) dalam demonstrasi anti-Islamofobia yang telah membagi kelas politik Prancis.
Korrdinator demo melansir Daily Mail, Senin (11/11/2019) mengatakan mereka menggelar aksi sebagai protes setelah dua minggu lalu seorang pria yang terkoneski politisi sayap kanan melepaskan tembakan di sebuah masjid di kota Bayonne barat daya hingga melukai dua pria lanjut usia.
Dalam aksi itu, seorang wanita bertelanjang dada. Ia menulis &amp;ldquo;kami tidak mempromosikan sekularisme&amp;rdquo; di dadanya. Namun perempuan itu rampaknya berasal dari kelompok feminis Femen yang memprotes masyarakat sekuler.
Baca juga:&amp;nbsp;Pejabat Kementerian Prancis Bius Wanita agar Bisa Melihat Korban Buang Air Kecil
Baca juga:&amp;nbsp;Kakek 84 Tahun Lepaskan Tembakan di Masjid Prancis, Lukai Dua Orang
Anggota partai-partai sayap kiri mengambil bagian dalam demonstrasi.
Pemimpin sayap kanan, Marine Le Pen, mengklaim acara itu diorganisir oleh kelompok Islam.
Massa berjalan dengan membawa spanduk-spanduk dengan pesan &amp;ldquo;Hentikan semua rasisme&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;Islamofobia bukan merupakan opini tetapi merupakan kejahatan&amp;rdquo;.
Baca juga:&amp;nbsp;Presiden Prancis: Jangan Cap Buruk Muslim dan Pemakai Hijab
Sekretaris Negara Marlene Schiappa mengatakan demonstrasi itu adalah protes terhadap sekularisme &amp;ldquo;yang menyamar memerangi diskriminasi&amp;rdquo;.
Lebih dari 40 persen Muslim mengatakan mereka merasakan diskriminasi agama di Prancis, menurut sebuah survei oleh Ifop awal bulan ini.
Islam adalah agama terbesar kedua di Perancis, yang memiliki minoritas Muslim terbesar di Eropa Barat.
Bulan lalu, seorang anggota partai Rally Nasional Le Pen memicu perdebatan berkelanjutan tentang posisi Muslim dan simbol-simbol Muslim di Perancis dengan secara terbuka memberitahu seorang wanita untuk melepas jilbabnya.</content:encoded></item></channel></rss>
