<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Arahan Jokowi dalam Ratas Cipta Lapangan Kerja</title><description>Presiden Jokowi menyampaikan empat arahannya dalam rapat terbatas (Ratas) dengan topik cipta lapangan kerja</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/11/337/2128346/4-arahan-jokowi-dalam-ratas-cipta-lapangan-kerja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/11/337/2128346/4-arahan-jokowi-dalam-ratas-cipta-lapangan-kerja"/><item><title>4 Arahan Jokowi dalam Ratas Cipta Lapangan Kerja</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/11/337/2128346/4-arahan-jokowi-dalam-ratas-cipta-lapangan-kerja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/11/337/2128346/4-arahan-jokowi-dalam-ratas-cipta-lapangan-kerja</guid><pubDate>Senin 11 November 2019 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/11/337/2128346/4-arahan-jokowi-dalam-ratas-cipta-lapangan-kerja-mDkRRvt8sf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi Gelar Rapat Terbatas (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/11/337/2128346/4-arahan-jokowi-dalam-ratas-cipta-lapangan-kerja-mDkRRvt8sf.jpg</image><title>Presiden Jokowi Gelar Rapat Terbatas (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan empat arahannya dalam rapat terbatas (Ratas) dengan topik cipta lapangan kerja di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11/2019).
Pertama, Jokowi ingin yang adanya perbaikan berkaitan dengan ekosistem regulasi yang mendukung cipta lapangan kerja. &quot;Saya kira beberapa kali sudah saya sampaikan kepada seluruh kementerian untuk mengidentifikasi regulasi yang menghambat. Jika menghambat segera dipangkas, atau diusulkan untuk dipangkas pada Presiden,&quot; kata Jokowi.
Kepala Negara memastikan bahwa pemerintah bersama DPR akan segera membahas omnibus law atau penyederhaan regulasi bersama DPR. Jokowi ingin mencontoh Amerika Serikat yang dinilainya berhasil menyederhanakan regulasi.
&quot;Saya perlu informasikan bahwa di AS kemarin Mendag AS Wilbur Ross bercerita ke saya di sana kalau ada menteri ingin mengeluarkan satu permen dia harus cabut dua permen.  Di sini juga mestinya bisa kita lakukan itu, menteri kalau mau nerbitin satu permen harus cabut 40 permen. Karena permen kita di sini terlalu banyak, banyak sekali, Jadi tolong nanti mulai dikaji lagi, keluar satu permen potong beberapa permen, kalau Amerika Serikat keluar satu memotong dua,&quot; terang dia.

Baca Juga: Pujian Jokowi Dinilai Bukan untuk Airlangga sebagai Menteri, tapi Ketum Golkar
Arahan kedua Jokowi yakni berkaitan dengan reformasi birokrasi di kementerian dan lembaga. Ia pun ingin orientasi birokrasi ke depan bisa berorentasi pada kecepatan. Dengan begitu, pemerintah bisa melakukan reformasi birokrasi secara besar-besaran, beriringan, dan paralel dalam memangkas birokrasi tersebut.
&quot;Mengubah cara kerja manual atau analaog ke cara kerja digital. Mengubah mainset dari dilayani menjadi melayani. Saya kira di Kemenpan-RB sudah menyiapkan yang nanti akan memangkas,&quot; tutur dia.Jokowi menyinggung rencana penghapusan jabatan eselon III dan IV di  kementerian dan lembaga guna melakukan penyederhanaan regulasi tersebut  agar setiap program pemerintah bisa segera dieksekusi.
&quot;Pertama  mungkin eselon IV terlebih dahulu di setiap kementerian walau harus  dilihat secara cermat kajiannya. Dan tidak kalah pentingnya mengubah  orientasi prosedur ke orientasi hasil. Jangan sampai kita masih  bertele-tele diprosedur tapi goalsnya, hasilnya justru tidak dilihat.  Sekali lagi mengubah orientasi prosedur ke orientasi hasil,&quot; imbuhnya.
Sementara,  arahan ketiga Jokowi yakni memerintahkan Mendagri Tito Karnavian untuk  menata kembali tata hubungan pemerintah pusat dan daerah, mulai dari  tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. &quot;Dilihat betul supaya semuanya  satu baris beriringan dalam cipta lapangan kerja. Para gubernur, bupati,  walikota,  DPRD, semua harus paham dan satu harus satu baris tentang  urgensinya cipta lapangan kerja,&quot; jelas Kepala Negara.
&quot;Oleh sebab  itu reformasi di tingkat pusat harus bergulir ke provinsi, kabupaten  dan kota baik dari sisi regulasi maupun kewenangan daerah dan juga  sistem pelayanan birokrasi di daerah,&quot; tambahnya.Kepala Negara  dalam arahan keempatnya di ratas cipta lapangan kerja  meminta agar semua  kementerian dan lembaga negara bisa melakukan  reformasi besar-besaran  dalam sumber daya manusia (SDM) bangsa  Indonesia.
Menurut dia, kunci  percepatan Indonesia dari negara  menegah menjadi negara maju yakni  penyiapan percepatan SDM agar bisa  bersaing ke kompetisi global.
&quot;Pembenahan  pendidikan vokasi, SMK, politeknik harus terseksekusi di  lapangan,  kartu pra kerja, sistem manajemen semua harus disiapkan.  Sehingga Pada  saat Januari dikeluarkan betul-betul sitem yang  terintegrasi dan  berbasis digital. Mudah dikontrol dan mudah dimonitor,  Pelatihan vokasi  tidak hanya dilakukan oleh BLK. berkali-kali saya  sampaikan tolong  swasta dilibatkan, &quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan empat arahannya dalam rapat terbatas (Ratas) dengan topik cipta lapangan kerja di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11/2019).
Pertama, Jokowi ingin yang adanya perbaikan berkaitan dengan ekosistem regulasi yang mendukung cipta lapangan kerja. &quot;Saya kira beberapa kali sudah saya sampaikan kepada seluruh kementerian untuk mengidentifikasi regulasi yang menghambat. Jika menghambat segera dipangkas, atau diusulkan untuk dipangkas pada Presiden,&quot; kata Jokowi.
Kepala Negara memastikan bahwa pemerintah bersama DPR akan segera membahas omnibus law atau penyederhaan regulasi bersama DPR. Jokowi ingin mencontoh Amerika Serikat yang dinilainya berhasil menyederhanakan regulasi.
&quot;Saya perlu informasikan bahwa di AS kemarin Mendag AS Wilbur Ross bercerita ke saya di sana kalau ada menteri ingin mengeluarkan satu permen dia harus cabut dua permen.  Di sini juga mestinya bisa kita lakukan itu, menteri kalau mau nerbitin satu permen harus cabut 40 permen. Karena permen kita di sini terlalu banyak, banyak sekali, Jadi tolong nanti mulai dikaji lagi, keluar satu permen potong beberapa permen, kalau Amerika Serikat keluar satu memotong dua,&quot; terang dia.

Baca Juga: Pujian Jokowi Dinilai Bukan untuk Airlangga sebagai Menteri, tapi Ketum Golkar
Arahan kedua Jokowi yakni berkaitan dengan reformasi birokrasi di kementerian dan lembaga. Ia pun ingin orientasi birokrasi ke depan bisa berorentasi pada kecepatan. Dengan begitu, pemerintah bisa melakukan reformasi birokrasi secara besar-besaran, beriringan, dan paralel dalam memangkas birokrasi tersebut.
&quot;Mengubah cara kerja manual atau analaog ke cara kerja digital. Mengubah mainset dari dilayani menjadi melayani. Saya kira di Kemenpan-RB sudah menyiapkan yang nanti akan memangkas,&quot; tutur dia.Jokowi menyinggung rencana penghapusan jabatan eselon III dan IV di  kementerian dan lembaga guna melakukan penyederhanaan regulasi tersebut  agar setiap program pemerintah bisa segera dieksekusi.
&quot;Pertama  mungkin eselon IV terlebih dahulu di setiap kementerian walau harus  dilihat secara cermat kajiannya. Dan tidak kalah pentingnya mengubah  orientasi prosedur ke orientasi hasil. Jangan sampai kita masih  bertele-tele diprosedur tapi goalsnya, hasilnya justru tidak dilihat.  Sekali lagi mengubah orientasi prosedur ke orientasi hasil,&quot; imbuhnya.
Sementara,  arahan ketiga Jokowi yakni memerintahkan Mendagri Tito Karnavian untuk  menata kembali tata hubungan pemerintah pusat dan daerah, mulai dari  tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. &quot;Dilihat betul supaya semuanya  satu baris beriringan dalam cipta lapangan kerja. Para gubernur, bupati,  walikota,  DPRD, semua harus paham dan satu harus satu baris tentang  urgensinya cipta lapangan kerja,&quot; jelas Kepala Negara.
&quot;Oleh sebab  itu reformasi di tingkat pusat harus bergulir ke provinsi, kabupaten  dan kota baik dari sisi regulasi maupun kewenangan daerah dan juga  sistem pelayanan birokrasi di daerah,&quot; tambahnya.Kepala Negara  dalam arahan keempatnya di ratas cipta lapangan kerja  meminta agar semua  kementerian dan lembaga negara bisa melakukan  reformasi besar-besaran  dalam sumber daya manusia (SDM) bangsa  Indonesia.
Menurut dia, kunci  percepatan Indonesia dari negara  menegah menjadi negara maju yakni  penyiapan percepatan SDM agar bisa  bersaing ke kompetisi global.
&quot;Pembenahan  pendidikan vokasi, SMK, politeknik harus terseksekusi di  lapangan,  kartu pra kerja, sistem manajemen semua harus disiapkan.  Sehingga Pada  saat Januari dikeluarkan betul-betul sitem yang  terintegrasi dan  berbasis digital. Mudah dikontrol dan mudah dimonitor,  Pelatihan vokasi  tidak hanya dilakukan oleh BLK. berkali-kali saya  sampaikan tolong  swasta dilibatkan, &quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
