<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Fakta Polisi Tembak Rekan Sendiri di Donggala</title><description>Aida Nabud Salama (35) ditembak rekannya sendiri yang bernama Aiptu Purwanto di bagian kepala.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/11/337/2128529/7-fakta-polisi-tembak-rekan-sendiri-di-donggala</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/11/337/2128529/7-fakta-polisi-tembak-rekan-sendiri-di-donggala"/><item><title>7 Fakta Polisi Tembak Rekan Sendiri di Donggala</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/11/337/2128529/7-fakta-polisi-tembak-rekan-sendiri-di-donggala</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/11/337/2128529/7-fakta-polisi-tembak-rekan-sendiri-di-donggala</guid><pubDate>Senin 11 November 2019 22:30 WIB</pubDate><dc:creator>Maulidia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/11/337/2128529/7-fakta-polisi-tembak-rekan-sendiri-di-donggala-BxEFYgkkFi.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/11/337/2128529/7-fakta-polisi-tembak-rekan-sendiri-di-donggala-BxEFYgkkFi.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Kasus penembakan anggota Polsek Sirenja, Polres Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) terjadi pada Jumat, 8 November 2019. Aida Nabud Salama (35) ditembak rekannya sendiri yang bernama Aiptu Purwanto di bagian kepala.

Berikut Okezone paparkan deretan kasus terkait penembakan yang dilakukan oleh anggota Polres Donggala pada rekannya, Sulawesi Tengah.

1. Senjata yang Dipakai



Aiptu Purwanto menembak Aipda Nabud Salama di bagian kepala dengan senjata laras panjang berjenis SS1 V2. Insiden ini terjadi langsung di Mapolsek Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat 8 November 2019 pagi.

2. Korban Terluka di Bagian Rahang

Aipda Nabud Salama, mengalami patah tulang dan rahang belakang akibat terkena peluru. Menurut informasi yang didapat, kesadaran korban masih baik, namun kondisi pernapasannya perlu mendapat perawatan dari tim medis.

&quot;Kesadarannya masih baik karena hanya patah pada rahang belakang, jadi pernapasannya itu yang kita perhatikan, sehingga dia berada di ruang ICU,&quot; kata Raden kepada wartawan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 10 November 2019. Sebagaimana dilansir dari iNews.id.


3. Korban Dirujuk RS Bhayangkara

Aipda Nabud Salama dirujuk dari Rumah Sakit Undata, Kota Palu,  Sulawesi Tengah ke RS Bhayangkara Makassar menggunakan helikopter.  Korban tiba di RS Bhayangkara Makassar menggunakan helikopter milik  Polri pada Sabtu, 9 November 2019, kemudian dijemput dengan mobil  ambulans menuju ke ruang ICU.

Aipda Nabud diturunkan dari ambulans menggunakan penopang leher dan  alat bantu pernapasan, serta selang infus yang masih menempel di  tangannya.

4. Siapa Aiptu Purwanto?



Aiptu Purwanto yang menembak rekannya sendiri diketahui menjabat  sebagai Pejabat Sementara Kepala Unit (Kanit) Sabhara, sedangkan Aipda  Nabud Salama sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (KSPK) 1.

5. Motif Masih Belum Diketahui

Kasus penembakan yang dialami Aipda Nabud Salama dan Aipda Purwanto  mengundang reaksi Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Brigjen Lukman  Wahyu yang membenarkan kejadian penembakan terhadap dua anggotanya di  Polsek Sirenja. Namun, ia belum dapat merinci kronologi terkait kasus  penembakan tersebut.

&amp;ldquo;Yang jelas ada anggota luka kena peluru. Senjatanya V2. Tentang  kejadiannya seperti apa masih pendalaman,&amp;rdquo; kata Lukman di RS Bhayangkara  Polda Sultra di Kota Palu seperti dikutip iNews, Jumat, 8 November  2019.

6. Propam Sulteng Turun Tangan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri,   Brigjen Dedi Prasetyo, mengungkapkan, Propam Polda Sulwaesi Tengah   (Sulteng) ikut turun tangan untuk mendalami kasus penembakan yang   terjadi sesama anggota polisi di Donggala.

&quot;Saat ini sedang ditangani oleh Propam Polda Sulteng didalami dulu   terkait menyangkut masalah kejadian tersebut,&quot; kata Dedi kepada Okezone,   Jakarta, Jumat 8 November 2019.

Dedi menyampaikan, kedua polisi itu masih menjalani pemeriksaan   intensif di rumah sakit terdekat. &quot;Kemudian kedua korban saat ini sedang   dirawat di rumah sakit di Donggala, sedang ditangani oleh tim medis di   rumah sakit,&quot; imbuh Dedi.

Saat disinggung mengenai penyebab kejadian itu, Dedi memastikan kasus   penembakan tersebut masih didalami. &quot;Keduanya masih dirawat,   penyebabnya masih didalami,&quot; ujar Dedi.

7. Pelaku Mencoba Bunuh Diri

Usai menembak rekannya sendiri, Aiptu Purwanto menembak dadanya   sendiri. Penyebab dan kronologi penembakan belum diketahui. Saat ini,   Polsek Sirenja Polres Donggala masih meminta keterangan dari saksi-saksi   (pulbaket).</description><content:encoded>JAKARTA - Kasus penembakan anggota Polsek Sirenja, Polres Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) terjadi pada Jumat, 8 November 2019. Aida Nabud Salama (35) ditembak rekannya sendiri yang bernama Aiptu Purwanto di bagian kepala.

Berikut Okezone paparkan deretan kasus terkait penembakan yang dilakukan oleh anggota Polres Donggala pada rekannya, Sulawesi Tengah.

1. Senjata yang Dipakai



Aiptu Purwanto menembak Aipda Nabud Salama di bagian kepala dengan senjata laras panjang berjenis SS1 V2. Insiden ini terjadi langsung di Mapolsek Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat 8 November 2019 pagi.

2. Korban Terluka di Bagian Rahang

Aipda Nabud Salama, mengalami patah tulang dan rahang belakang akibat terkena peluru. Menurut informasi yang didapat, kesadaran korban masih baik, namun kondisi pernapasannya perlu mendapat perawatan dari tim medis.

&quot;Kesadarannya masih baik karena hanya patah pada rahang belakang, jadi pernapasannya itu yang kita perhatikan, sehingga dia berada di ruang ICU,&quot; kata Raden kepada wartawan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 10 November 2019. Sebagaimana dilansir dari iNews.id.


3. Korban Dirujuk RS Bhayangkara

Aipda Nabud Salama dirujuk dari Rumah Sakit Undata, Kota Palu,  Sulawesi Tengah ke RS Bhayangkara Makassar menggunakan helikopter.  Korban tiba di RS Bhayangkara Makassar menggunakan helikopter milik  Polri pada Sabtu, 9 November 2019, kemudian dijemput dengan mobil  ambulans menuju ke ruang ICU.

Aipda Nabud diturunkan dari ambulans menggunakan penopang leher dan  alat bantu pernapasan, serta selang infus yang masih menempel di  tangannya.

4. Siapa Aiptu Purwanto?



Aiptu Purwanto yang menembak rekannya sendiri diketahui menjabat  sebagai Pejabat Sementara Kepala Unit (Kanit) Sabhara, sedangkan Aipda  Nabud Salama sebagai Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (KSPK) 1.

5. Motif Masih Belum Diketahui

Kasus penembakan yang dialami Aipda Nabud Salama dan Aipda Purwanto  mengundang reaksi Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Brigjen Lukman  Wahyu yang membenarkan kejadian penembakan terhadap dua anggotanya di  Polsek Sirenja. Namun, ia belum dapat merinci kronologi terkait kasus  penembakan tersebut.

&amp;ldquo;Yang jelas ada anggota luka kena peluru. Senjatanya V2. Tentang  kejadiannya seperti apa masih pendalaman,&amp;rdquo; kata Lukman di RS Bhayangkara  Polda Sultra di Kota Palu seperti dikutip iNews, Jumat, 8 November  2019.

6. Propam Sulteng Turun Tangan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri,   Brigjen Dedi Prasetyo, mengungkapkan, Propam Polda Sulwaesi Tengah   (Sulteng) ikut turun tangan untuk mendalami kasus penembakan yang   terjadi sesama anggota polisi di Donggala.

&quot;Saat ini sedang ditangani oleh Propam Polda Sulteng didalami dulu   terkait menyangkut masalah kejadian tersebut,&quot; kata Dedi kepada Okezone,   Jakarta, Jumat 8 November 2019.

Dedi menyampaikan, kedua polisi itu masih menjalani pemeriksaan   intensif di rumah sakit terdekat. &quot;Kemudian kedua korban saat ini sedang   dirawat di rumah sakit di Donggala, sedang ditangani oleh tim medis di   rumah sakit,&quot; imbuh Dedi.

Saat disinggung mengenai penyebab kejadian itu, Dedi memastikan kasus   penembakan tersebut masih didalami. &quot;Keduanya masih dirawat,   penyebabnya masih didalami,&quot; ujar Dedi.

7. Pelaku Mencoba Bunuh Diri

Usai menembak rekannya sendiri, Aiptu Purwanto menembak dadanya   sendiri. Penyebab dan kronologi penembakan belum diketahui. Saat ini,   Polsek Sirenja Polres Donggala masih meminta keterangan dari saksi-saksi   (pulbaket).</content:encoded></item></channel></rss>
