<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Aksi Lomba Tarung Bebas Anak di Tangsel, Ini Kata Kak Seto</title><description>Masyarakat dihebohkan dengan video yang mempertontonkan adegan perlombaan olah raga beladiri yang melibatkan anak-anak usia dini</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/11/338/2128549/heboh-aksi-lomba-tarung-bebas-anak-di-tangsel-ini-kata-kak-seto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/11/338/2128549/heboh-aksi-lomba-tarung-bebas-anak-di-tangsel-ini-kata-kak-seto"/><item><title>Heboh Aksi Lomba Tarung Bebas Anak di Tangsel, Ini Kata Kak Seto</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/11/338/2128549/heboh-aksi-lomba-tarung-bebas-anak-di-tangsel-ini-kata-kak-seto</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/11/338/2128549/heboh-aksi-lomba-tarung-bebas-anak-di-tangsel-ini-kata-kak-seto</guid><pubDate>Senin 11 November 2019 23:30 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/11/338/2128549/heboh-aksi-lomba-tarung-bebas-anak-di-tangsel-ini-kata-kak-seto-395o7kZe4m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua LPAI, Seto Mulyadi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/11/338/2128549/heboh-aksi-lomba-tarung-bebas-anak-di-tangsel-ini-kata-kak-seto-395o7kZe4m.jpg</image><title>Ketua LPAI, Seto Mulyadi (Foto: Okezone)</title></images><description>TANGERANG SELATAN - Masyarakat dihebohkan dengan video yang mempertontonkan adegan perlombaan olah raga beladiri yang membiarkan anak-anak usia dini bertarung kontak fisik di atas ring.

Tiap laga pertarungan, anak-anak kecil itu nampak saling baku hantam, dan menerjang satu sama lain. Suasana semakin menjadi, saat riuh sorak-sorai penonton kian memacu bocah cilik yang bertanding saling menyerang satu sama lain.

Namun banyak masyarakat yang menyayangkan lomba kontak fisik terhadap anak-anak kecil tersebut. Di mana seharusnya, usia seumuran itu belum tepat diajari praktik yang berbau kekerasan fisik, meski dalam konteks olah raga beladiri.



Menanggapi hal itu, pemerhati anak yang juga Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, mengkritik keras adanya perlombaan beladiri kontak fisik yang diterapkan pada anak-anak usia dini. Bahkan menurut dia, perlombaan demikian bisa dianggap sebagai bentuk lain kekerasan terhadap anak.

&quot;Terus terang saya sangat tidak setuju. Anak usia dini seperti itu belum saatnya untuk melakukan olah raga bela-diri semacam itu. Bahkan bisa dianggap kekerasan terhadap anak,&quot; tegas Kak Seto dihubungi.



Video aksi tarung bebas anak tersebut turut dikomentarin netizen. Beberapa menyayangkan adanya perlombaan tersebut, karena Kota Tangerang Selatan terkenal dengan Kota Layak Anak.

&quot;Kok Tangsel katanya Kota Layak Anak, tapi kenapa praktik berbau kekerasan fisik pada anak itu dipertontonkan, diperlombakan? Apa iya anak-anak usia dini tingkat TK, SD sudah pada mengerti teknik dasar tarung bebas? Kan nggak, justru nanti yang tertanam dalam diri mereka praktik kekerasannya itu,&quot; ungkap Bambang (43), netizen yang mengomentari video heboh tersebut di media sosial.

Penelusuran Okezone, tarung bebas itu digelar di halaman  Kantor Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu 10  November 2019. Wali Kota Airin Rachmi Diany, Kasatpol PP Mursinah,  hingga Ketua DPRD Abdul Rosyid berkesempatan membuka acara secara resmi.

Penyelenggaranya berasal dari Asosiasi Seni Tarung Tradisi (ASTA)  Kota Tangsel. Tercatat, ada sekira 40 pertandingan tarung amatir dengan  jumlah 80 atlet, lalu ditambah 156 atlet seni silat tarung tradisi dari  berbagi daerah di Kota Tangsel.

&quot;Dari tingkat anak usia dini, mulai tingkat TK, SD sampai SMA,&quot; ujar Mursinah kepada Okezone di kantornya, Senin (11/11/2019).

Menambahkan itu, ketua panitia pelaksana, Irwan, mengatakan,  pelombaan tarung bebas terdiri dari kategori seni budaya jurus tradisi  dan kategori pertarungan bebas amatir berdasar usia maupun berat badan,  serta juga eksihibisi Mixed Martial Arts (MMA) dan pertarungan  profesional MMA.

&quot;Iya setingkat Kota Tangsel, serta beberapa undangan saja,&quot; jelas Irwan dikonfirmasi soal perlombaan itu.

</description><content:encoded>TANGERANG SELATAN - Masyarakat dihebohkan dengan video yang mempertontonkan adegan perlombaan olah raga beladiri yang membiarkan anak-anak usia dini bertarung kontak fisik di atas ring.

Tiap laga pertarungan, anak-anak kecil itu nampak saling baku hantam, dan menerjang satu sama lain. Suasana semakin menjadi, saat riuh sorak-sorai penonton kian memacu bocah cilik yang bertanding saling menyerang satu sama lain.

Namun banyak masyarakat yang menyayangkan lomba kontak fisik terhadap anak-anak kecil tersebut. Di mana seharusnya, usia seumuran itu belum tepat diajari praktik yang berbau kekerasan fisik, meski dalam konteks olah raga beladiri.



Menanggapi hal itu, pemerhati anak yang juga Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, mengkritik keras adanya perlombaan beladiri kontak fisik yang diterapkan pada anak-anak usia dini. Bahkan menurut dia, perlombaan demikian bisa dianggap sebagai bentuk lain kekerasan terhadap anak.

&quot;Terus terang saya sangat tidak setuju. Anak usia dini seperti itu belum saatnya untuk melakukan olah raga bela-diri semacam itu. Bahkan bisa dianggap kekerasan terhadap anak,&quot; tegas Kak Seto dihubungi.



Video aksi tarung bebas anak tersebut turut dikomentarin netizen. Beberapa menyayangkan adanya perlombaan tersebut, karena Kota Tangerang Selatan terkenal dengan Kota Layak Anak.

&quot;Kok Tangsel katanya Kota Layak Anak, tapi kenapa praktik berbau kekerasan fisik pada anak itu dipertontonkan, diperlombakan? Apa iya anak-anak usia dini tingkat TK, SD sudah pada mengerti teknik dasar tarung bebas? Kan nggak, justru nanti yang tertanam dalam diri mereka praktik kekerasannya itu,&quot; ungkap Bambang (43), netizen yang mengomentari video heboh tersebut di media sosial.

Penelusuran Okezone, tarung bebas itu digelar di halaman  Kantor Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu 10  November 2019. Wali Kota Airin Rachmi Diany, Kasatpol PP Mursinah,  hingga Ketua DPRD Abdul Rosyid berkesempatan membuka acara secara resmi.

Penyelenggaranya berasal dari Asosiasi Seni Tarung Tradisi (ASTA)  Kota Tangsel. Tercatat, ada sekira 40 pertandingan tarung amatir dengan  jumlah 80 atlet, lalu ditambah 156 atlet seni silat tarung tradisi dari  berbagi daerah di Kota Tangsel.

&quot;Dari tingkat anak usia dini, mulai tingkat TK, SD sampai SMA,&quot; ujar Mursinah kepada Okezone di kantornya, Senin (11/11/2019).

Menambahkan itu, ketua panitia pelaksana, Irwan, mengatakan,  pelombaan tarung bebas terdiri dari kategori seni budaya jurus tradisi  dan kategori pertarungan bebas amatir berdasar usia maupun berat badan,  serta juga eksihibisi Mixed Martial Arts (MMA) dan pertarungan  profesional MMA.

&quot;Iya setingkat Kota Tangsel, serta beberapa undangan saja,&quot; jelas Irwan dikonfirmasi soal perlombaan itu.

</content:encoded></item></channel></rss>
