<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penembak Kontraktor di Majalengka Ternyata Anak Bupati</title><description>Pelaku penembakan ini ternyata merupakan anak kedua Bupati Majalengka, Karna Sobahi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/12/525/2128834/penembak-kontraktor-di-majalengka-ternyata-anak-bupati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/12/525/2128834/penembak-kontraktor-di-majalengka-ternyata-anak-bupati"/><item><title>Penembak Kontraktor di Majalengka Ternyata Anak Bupati</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/12/525/2128834/penembak-kontraktor-di-majalengka-ternyata-anak-bupati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/12/525/2128834/penembak-kontraktor-di-majalengka-ternyata-anak-bupati</guid><pubDate>Selasa 12 November 2019 14:54 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/12/525/2128834/penembak-kontraktor-di-majalengka-ternyata-anak-bupati-F4qEI5yvuP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/12/525/2128834/penembak-kontraktor-di-majalengka-ternyata-anak-bupati-F4qEI5yvuP.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>BANDUNG - Kabag Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Majalengka Irfan Nur Alam, melakukan penembakan terhadap seorang Seorang kontraktor, yang diketahui bernama Panji Pamungkasan.

Pelaku penembakan ini ternyata merupakan anak kedua Bupati Majalengka, Karna Sobahi. Kasus penembakan itu sendiri terjadi di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu 10 November malam.

Namun hingga saat ini belum berstatus sebagai tersangka. Pasalnya polisi juga masih menyelidiki kasus penembakan tersebut.

&quot;Belum tersangka, masih dilakukan penyelidikan,&quot; ujar Wakapolres Majalengka Kompol Hidayatullah saat dikonfirmasi, Selasa (12/11/2019).

Baca Juga: Pejabat Pemkab Majalengka Tembak Kontraktor Gara-Gara Proyek

Wakapolres beralasan belum ditetapkannya Irfan sebagai tersangka karena sampai dengan saat ini masih dalam pemeriksaan saksi dan juga membutuhkan alat bukti. Pihaknya pun juga belum melakukan pemeriksaan dan penangkapan terhadap Irfan.



&quot;Kita masih penyidikan, nantinya akan kita gelar,&quot; ungkapnya.

Panji Pamungkasan mengalami luka tembak pada tangan sebelah kiri akibat penembakan yang dilakukan Kabag Ekonomi dan Pembangunan Majalengka Irfan Nur Alam.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Panji mengatakan,  kejadian tersebut bermula saat dirinya menghubungi seseorang yang  bernama Andi pada hari Minggu (10/11/2019) sekira pukul 17.50 WIB,  dengan maksud menanyakan pembayaran proyek yang sudah selesai  pengerjaanya pada bulan April 2019, lalu.

&quot;Ketika saya bertemu Andi sekitar jam 19.00 disekitar daerah  Lingkungan Pusaka Indah, Cijati, Majalengka. Ia menjelaskan bahwa  pembayaran dari Investor yang seharusnya saya terima ternyata ada pada  Irfan Nur Alam. Akan tetapi, Andi meyakinkan saya agar tidak perlu  khawatir karena pembayaranya akan dilakukan malam ini oleh Irfan  Nuralam,&quot; jelasnya, Senin (11/11/2019).

Pada pertemuan itu, Irfan menjanjikan untuk bertemu dikantor  pribadinya di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat. Dan  sambil menunggu Irfan disekitar ruko, korban dan 8 orang karyawanya  ketiduran dimobil.

&quot;Tiba tiba sekitar jam 23.30 WIB, saya dibangunkan paksa oleh orang  orang yang datang bersamaan dengan Irfan Nuralam. Dan setelah keluar  dari mobil dirinya ditodong dengan senjata api ke kepala, untungnya  senjata tersebut berhasil ditepis yang akhirnya mengenai telapak tangan  sebelah kiri,&quot; jelas Panji.

Lebih lanjut korban menjelaskan, selain dirinya, ada tiga orang  lainnya yang berada dalam mobil, mendapat perlakukan pemukulan dari  sekelompok orang yang datang bersama Irfan Nuralam hingga mengalami luka  lebam. Mereka ialah Reza jati Umboro, Dwinanto Herlambang dan  Rismayadi.

&quot;Mereka dipukuli oleh sekelompok orang yang berjumlah sekitar 30 orang yang datang bersamaan dengan Irfan Nuralam,&quot; jelasnya.

Setelah itu, Panji di bawa ke rumah sakit dalam keadaan terluka oleh  kerabatnya. Menurut Panji, ada korban lainnya yang juga mengalami korban  penembakan.

&quot;Ada korban penembakan lainnya, yah dari kelompok Irfan, katanya  terkena tembakan saat kejadian dan sempat ketemu di IGD RSUD  Majalengka,&quot; ucapnya.

Ia pun telah melaporkan kejadian penembakan dan pengeroyokan itu kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Majalengka.

</description><content:encoded>BANDUNG - Kabag Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Majalengka Irfan Nur Alam, melakukan penembakan terhadap seorang Seorang kontraktor, yang diketahui bernama Panji Pamungkasan.

Pelaku penembakan ini ternyata merupakan anak kedua Bupati Majalengka, Karna Sobahi. Kasus penembakan itu sendiri terjadi di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat, pada Minggu 10 November malam.

Namun hingga saat ini belum berstatus sebagai tersangka. Pasalnya polisi juga masih menyelidiki kasus penembakan tersebut.

&quot;Belum tersangka, masih dilakukan penyelidikan,&quot; ujar Wakapolres Majalengka Kompol Hidayatullah saat dikonfirmasi, Selasa (12/11/2019).

Baca Juga: Pejabat Pemkab Majalengka Tembak Kontraktor Gara-Gara Proyek

Wakapolres beralasan belum ditetapkannya Irfan sebagai tersangka karena sampai dengan saat ini masih dalam pemeriksaan saksi dan juga membutuhkan alat bukti. Pihaknya pun juga belum melakukan pemeriksaan dan penangkapan terhadap Irfan.



&quot;Kita masih penyidikan, nantinya akan kita gelar,&quot; ungkapnya.

Panji Pamungkasan mengalami luka tembak pada tangan sebelah kiri akibat penembakan yang dilakukan Kabag Ekonomi dan Pembangunan Majalengka Irfan Nur Alam.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Panji mengatakan,  kejadian tersebut bermula saat dirinya menghubungi seseorang yang  bernama Andi pada hari Minggu (10/11/2019) sekira pukul 17.50 WIB,  dengan maksud menanyakan pembayaran proyek yang sudah selesai  pengerjaanya pada bulan April 2019, lalu.

&quot;Ketika saya bertemu Andi sekitar jam 19.00 disekitar daerah  Lingkungan Pusaka Indah, Cijati, Majalengka. Ia menjelaskan bahwa  pembayaran dari Investor yang seharusnya saya terima ternyata ada pada  Irfan Nur Alam. Akan tetapi, Andi meyakinkan saya agar tidak perlu  khawatir karena pembayaranya akan dilakukan malam ini oleh Irfan  Nuralam,&quot; jelasnya, Senin (11/11/2019).

Pada pertemuan itu, Irfan menjanjikan untuk bertemu dikantor  pribadinya di Ruko Hana Sakura, Cigasong, Majalengka, Jawa Barat. Dan  sambil menunggu Irfan disekitar ruko, korban dan 8 orang karyawanya  ketiduran dimobil.

&quot;Tiba tiba sekitar jam 23.30 WIB, saya dibangunkan paksa oleh orang  orang yang datang bersamaan dengan Irfan Nuralam. Dan setelah keluar  dari mobil dirinya ditodong dengan senjata api ke kepala, untungnya  senjata tersebut berhasil ditepis yang akhirnya mengenai telapak tangan  sebelah kiri,&quot; jelas Panji.

Lebih lanjut korban menjelaskan, selain dirinya, ada tiga orang  lainnya yang berada dalam mobil, mendapat perlakukan pemukulan dari  sekelompok orang yang datang bersama Irfan Nuralam hingga mengalami luka  lebam. Mereka ialah Reza jati Umboro, Dwinanto Herlambang dan  Rismayadi.

&quot;Mereka dipukuli oleh sekelompok orang yang berjumlah sekitar 30 orang yang datang bersamaan dengan Irfan Nuralam,&quot; jelasnya.

Setelah itu, Panji di bawa ke rumah sakit dalam keadaan terluka oleh  kerabatnya. Menurut Panji, ada korban lainnya yang juga mengalami korban  penembakan.

&quot;Ada korban penembakan lainnya, yah dari kelompok Irfan, katanya  terkena tembakan saat kejadian dan sempat ketemu di IGD RSUD  Majalengka,&quot; ucapnya.

Ia pun telah melaporkan kejadian penembakan dan pengeroyokan itu kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Majalengka.

</content:encoded></item></channel></rss>
