<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Golkar Yakin Jokowi Punya Skala Prioritas Tambah 6 Wakil Menteri</title><description>Partai Golkar meyakini Presiden Joko Widodo memiliki skala prioritas menambah enam wakil menteri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129120/golkar-yakin-jokowi-punya-skala-prioritas-tambah-6-wakil-menteri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129120/golkar-yakin-jokowi-punya-skala-prioritas-tambah-6-wakil-menteri"/><item><title>Golkar Yakin Jokowi Punya Skala Prioritas Tambah 6 Wakil Menteri</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129120/golkar-yakin-jokowi-punya-skala-prioritas-tambah-6-wakil-menteri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129120/golkar-yakin-jokowi-punya-skala-prioritas-tambah-6-wakil-menteri</guid><pubDate>Rabu 13 November 2019 06:31 WIB</pubDate><dc:creator>Arie Dwi Satrio</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/13/337/2129120/golkar-yakin-jokowi-punya-skala-prioritas-tambah-6-wakil-menteri-j3bvbbwFL9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi dan jajaran Kabinet Indonesia Maju. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/13/337/2129120/golkar-yakin-jokowi-punya-skala-prioritas-tambah-6-wakil-menteri-j3bvbbwFL9.jpg</image><title>Presiden Jokowi dan jajaran Kabinet Indonesia Maju. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo terkait wacana penambahan enam wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju. Mereka meyakini Jokowi memiliki skala prioritas terkait kebijakan tersebut.
&quot;Mungkin Presiden Jokowi memerlukan figur-figur yang tepat untuk membantu kementerian tertentu yang menjadi skala prioritas pencapaian target yang diharapkannya,&quot; kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily saat berbincang dengan Okezone, Rabu (13/11/2019).
Baca juga:   Wacana Penambahan 6 Wakil Menteri, Jokowi Diminta Konsisten&amp;nbsp;
 
Ia enggan mempermasalahkan kebijakan yang baru menjadi wacana tersebut. Lagipula, kata Ace, kebijakan ini tidak bertentangan dengan regulasi atau aturan yang ada.

&quot;Lagipula secara yuridis tidak bertentangan dengan aturan regulasi yang ada,&quot; ucap dia.
Baca juga:   Ketua DPR Tanggapi Kabar Jokowi Akan Tambah Enam Wamen&amp;nbsp;
 
Menurut Ace, kebijakan itu merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Golkar berpandangan Jokowi mempunyai penilaian tersendiri jika benar memutuskan menambah enam wamen di Kabinet Indonesia Maju.
&quot;Presiden Jokowi memiliki penilaian yang objektif untuk menempatkan figur-figur yang dibutuhkan membantu para menteri yang saat ini sudah ada,&quot; katanya.Sebelumnya Presiden Jokowi membantah akan menambah enam jabatan baru untuk posisi wamen di Kabinet Indonesia Maju. Jokowi mengaku belum ada rencana menambah kursi jabatan untuk enam wamen.
&quot;Belum,&quot; singkat Jokowi saat dikonfirmasi terkait penambahan enam wamen, di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu 10 November 2019.
Baca juga: &amp;nbsp;Soal Isu Menambah Enam Wakil Menteri, Jokowi: Belum&amp;nbsp;
Sementara Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman mengatakan sampai saat ini rencana mengenai penambahan wakil menteri hanya berdasarkan yang tertera di peraturan presiden (perpres).
&quot;Yang baru ada prepesnya saja kan baru Kemendikbud ya. Sempat dibicarakan Perpres 66 kalau enggak salah tahun 2019, terus soal wakil panglima TNI (Perpres) 72 2019,&quot; katanya.
Baca juga:   Ditunjuk Jadi Stafsus Menteri BUMN, Arya Sinulingga Mundur dari Perindo&amp;nbsp;
 
Maka itu, kursi wakil menteri yang belum diterbitkan di dalam perpres belum dibicarakan oleh Presiden Jokowi hingga kini. Fadjroel menyebutkan belum ditentukan kapan batas waktu soal penambahan wamen tersebut.
&quot;Jadi di luar itu, seperti Pak Jokowi tadi katakan, belum dibicarakan. Jadi yang sudah terbit akan kita proses secepatnya. Dalam proses,&quot; ungkapnya.
&quot;Hak prerogatif Presiden mengenai orang, mengenai kapan, itu Pak Presiden yang akan menentukan tetapi dari Mensesneg yang akan memprosesnya,&quot; tutup Fadjroel menambahkan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo terkait wacana penambahan enam wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju. Mereka meyakini Jokowi memiliki skala prioritas terkait kebijakan tersebut.
&quot;Mungkin Presiden Jokowi memerlukan figur-figur yang tepat untuk membantu kementerian tertentu yang menjadi skala prioritas pencapaian target yang diharapkannya,&quot; kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily saat berbincang dengan Okezone, Rabu (13/11/2019).
Baca juga:   Wacana Penambahan 6 Wakil Menteri, Jokowi Diminta Konsisten&amp;nbsp;
 
Ia enggan mempermasalahkan kebijakan yang baru menjadi wacana tersebut. Lagipula, kata Ace, kebijakan ini tidak bertentangan dengan regulasi atau aturan yang ada.

&quot;Lagipula secara yuridis tidak bertentangan dengan aturan regulasi yang ada,&quot; ucap dia.
Baca juga:   Ketua DPR Tanggapi Kabar Jokowi Akan Tambah Enam Wamen&amp;nbsp;
 
Menurut Ace, kebijakan itu merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi. Golkar berpandangan Jokowi mempunyai penilaian tersendiri jika benar memutuskan menambah enam wamen di Kabinet Indonesia Maju.
&quot;Presiden Jokowi memiliki penilaian yang objektif untuk menempatkan figur-figur yang dibutuhkan membantu para menteri yang saat ini sudah ada,&quot; katanya.Sebelumnya Presiden Jokowi membantah akan menambah enam jabatan baru untuk posisi wamen di Kabinet Indonesia Maju. Jokowi mengaku belum ada rencana menambah kursi jabatan untuk enam wamen.
&quot;Belum,&quot; singkat Jokowi saat dikonfirmasi terkait penambahan enam wamen, di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu 10 November 2019.
Baca juga: &amp;nbsp;Soal Isu Menambah Enam Wakil Menteri, Jokowi: Belum&amp;nbsp;
Sementara Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman mengatakan sampai saat ini rencana mengenai penambahan wakil menteri hanya berdasarkan yang tertera di peraturan presiden (perpres).
&quot;Yang baru ada prepesnya saja kan baru Kemendikbud ya. Sempat dibicarakan Perpres 66 kalau enggak salah tahun 2019, terus soal wakil panglima TNI (Perpres) 72 2019,&quot; katanya.
Baca juga:   Ditunjuk Jadi Stafsus Menteri BUMN, Arya Sinulingga Mundur dari Perindo&amp;nbsp;
 
Maka itu, kursi wakil menteri yang belum diterbitkan di dalam perpres belum dibicarakan oleh Presiden Jokowi hingga kini. Fadjroel menyebutkan belum ditentukan kapan batas waktu soal penambahan wamen tersebut.
&quot;Jadi di luar itu, seperti Pak Jokowi tadi katakan, belum dibicarakan. Jadi yang sudah terbit akan kita proses secepatnya. Dalam proses,&quot; ungkapnya.
&quot;Hak prerogatif Presiden mengenai orang, mengenai kapan, itu Pak Presiden yang akan menentukan tetapi dari Mensesneg yang akan memprosesnya,&quot; tutup Fadjroel menambahkan.</content:encoded></item></channel></rss>
