<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buka Rakornas Forkopimda, Jokowi Minta Tak Ada Kriminalisasi Kepala Daerah</title><description>Jokowi meminta penegak hukum tak mengkriminalisasi kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129248/buka-rakornas-forkopimda-jokowi-minta-tak-ada-kriminalisasi-kepala-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129248/buka-rakornas-forkopimda-jokowi-minta-tak-ada-kriminalisasi-kepala-daerah"/><item><title>Buka Rakornas Forkopimda, Jokowi Minta Tak Ada Kriminalisasi Kepala Daerah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129248/buka-rakornas-forkopimda-jokowi-minta-tak-ada-kriminalisasi-kepala-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129248/buka-rakornas-forkopimda-jokowi-minta-tak-ada-kriminalisasi-kepala-daerah</guid><pubDate>Rabu 13 November 2019 12:41 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/13/337/2129248/buka-rakornas-forkopimda-jokowi-minta-tak-ada-kriminalisasi-kepala-daerah-Nt6QoiSMRq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi saat membuka rapat koordinasi nasional Pemerintah Pusat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). (Foto : Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/13/337/2129248/buka-rakornas-forkopimda-jokowi-minta-tak-ada-kriminalisasi-kepala-daerah-Nt6QoiSMRq.jpg</image><title>Presiden Jokowi saat membuka rapat koordinasi nasional Pemerintah Pusat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). (Foto : Okezone.com/Fakhrizal Fakhri)</title></images><description>BOGOR &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat koordinasi nasional antara pemerintah pusat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Jokowi mengingatkan, banyaknya negara di dunia tengah menuju resesi lantaran adanya ketidakpastian ekonomi dunia. Sehingga, ia patut bersyukur karena pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa di atas 5%.

&quot;Kita melihat negara lain yang dulu tumbuh 7% sekarang minus. Yang 10% turun. Kita patut syukuri pertumbuhan di atas 5%,&quot; ujarnya.

Kepala Negara mengingatkan, saat ini interaksi masyarakat sudah sangat mudah melalui SMS hingga Whatsapp. Pemerintah, kata dia, harus mengantisipasi perubahan perilaku masyarakat tersebut.

&quot;Oleh sebab itu, hati-hati dalam menangani peristiwa sekecil apapun. Melihat sekecil apapun jangan gampangkan karena dunia banyak ketidakpastian,&quot; kata Jokowi.

Jokowi kembali mengingatkan peristiwa gelombang demonstrasi di Cile hanya karena kenaikan uang transport 4%. Kemudian mundurnya Evo Morales sebagai Presiden Bolivia karena tak mampu menyelesaikan isu kecurangan pemilu.



&quot;Mulai banyak muncul diskonten di negara-negara. Hati-hati dalam menangani diskonten yang kecil,&quot; ucapnya.

Menurut Jokowi, peran Forkopimda sangat penting dalam menjaga stabilitas di daerah. Selain itu, hubungan antarlembaga di daerah sangat mempengaruhi keharmonisan di daerah.

&quot;Saya titip, kalau ada persoalan hukum, dan itu sudah kelihatan di awal preventif dulu, diingatkan dulu. Jangan sampai sudah terjadi baru. Setuju semua?&quot; ucapnya.

Jokowi meminta penegak hukum tak mengkriminalisasi kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah. Ia pun mengungkapkan banyak menerima laporan soal adanya dugaan kriminalisasi karena kebijakan pemda tersebut.

Baca Juga : Jokowi ke Penegak Hukum: Jangan Pura-Pura Salah Gigit!

&quot;Jangan ada kebijakan yang dikriminalisasi. Saya mendengar banyak sekali,&quot; ujarnya.

&quot;Kalau ada yang keliru satu dua cepat diingatkan. Tidak mungkin seorang gubernur, wali kota, bupati diingatkan di awal-awal sebelum dia bekerja mengerjakan. Pola pikir kita ubah semuanya dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Soal Pilkada Tidak Langsung, Jokowi Tegak Berdiri pada Cita-Cita Reformasi






</description><content:encoded>BOGOR &amp;ndash; Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat koordinasi nasional antara pemerintah pusat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Jokowi mengingatkan, banyaknya negara di dunia tengah menuju resesi lantaran adanya ketidakpastian ekonomi dunia. Sehingga, ia patut bersyukur karena pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa di atas 5%.

&quot;Kita melihat negara lain yang dulu tumbuh 7% sekarang minus. Yang 10% turun. Kita patut syukuri pertumbuhan di atas 5%,&quot; ujarnya.

Kepala Negara mengingatkan, saat ini interaksi masyarakat sudah sangat mudah melalui SMS hingga Whatsapp. Pemerintah, kata dia, harus mengantisipasi perubahan perilaku masyarakat tersebut.

&quot;Oleh sebab itu, hati-hati dalam menangani peristiwa sekecil apapun. Melihat sekecil apapun jangan gampangkan karena dunia banyak ketidakpastian,&quot; kata Jokowi.

Jokowi kembali mengingatkan peristiwa gelombang demonstrasi di Cile hanya karena kenaikan uang transport 4%. Kemudian mundurnya Evo Morales sebagai Presiden Bolivia karena tak mampu menyelesaikan isu kecurangan pemilu.



&quot;Mulai banyak muncul diskonten di negara-negara. Hati-hati dalam menangani diskonten yang kecil,&quot; ucapnya.

Menurut Jokowi, peran Forkopimda sangat penting dalam menjaga stabilitas di daerah. Selain itu, hubungan antarlembaga di daerah sangat mempengaruhi keharmonisan di daerah.

&quot;Saya titip, kalau ada persoalan hukum, dan itu sudah kelihatan di awal preventif dulu, diingatkan dulu. Jangan sampai sudah terjadi baru. Setuju semua?&quot; ucapnya.

Jokowi meminta penegak hukum tak mengkriminalisasi kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah. Ia pun mengungkapkan banyak menerima laporan soal adanya dugaan kriminalisasi karena kebijakan pemda tersebut.

Baca Juga : Jokowi ke Penegak Hukum: Jangan Pura-Pura Salah Gigit!

&quot;Jangan ada kebijakan yang dikriminalisasi. Saya mendengar banyak sekali,&quot; ujarnya.

&quot;Kalau ada yang keliru satu dua cepat diingatkan. Tidak mungkin seorang gubernur, wali kota, bupati diingatkan di awal-awal sebelum dia bekerja mengerjakan. Pola pikir kita ubah semuanya dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Soal Pilkada Tidak Langsung, Jokowi Tegak Berdiri pada Cita-Cita Reformasi






</content:encoded></item></channel></rss>
