<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Teror Bom di Mapolrestabes Medan, Mahfud MD: Kita Sudah Mati-matian Mencegah</title><description>Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan bukan kecolongan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129287/teror-bom-di-mapolrestabes-medan-mahfud-md-kita-sudah-mati-matian-mencegah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129287/teror-bom-di-mapolrestabes-medan-mahfud-md-kita-sudah-mati-matian-mencegah"/><item><title>Teror Bom di Mapolrestabes Medan, Mahfud MD: Kita Sudah Mati-matian Mencegah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129287/teror-bom-di-mapolrestabes-medan-mahfud-md-kita-sudah-mati-matian-mencegah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129287/teror-bom-di-mapolrestabes-medan-mahfud-md-kita-sudah-mati-matian-mencegah</guid><pubDate>Rabu 13 November 2019 13:45 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/13/337/2129287/teror-bom-di-mapolrestabes-medan-mahfud-md-kita-sudah-mati-matian-mencegah-ok6CsJgZ60.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Polhukam Mahfud MD (Okezone.com/Fahreza)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/13/337/2129287/teror-bom-di-mapolrestabes-medan-mahfud-md-kita-sudah-mati-matian-mencegah-ok6CsJgZ60.jpg</image><title>Menko Polhukam Mahfud MD (Okezone.com/Fahreza)</title></images><description>BOGOR &amp;ndash; Menko Polhukam Mahfud MD prihatin dengan aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, pagi tadi, yang menewaskan satu orang. Mahfud menyatakan serangan teror bom itu bukan kecolongan karena pemerintah sudah berupaya mencegah.
&quot;Enggak lah (kecolongan), memang teroris itu selalu nyolong. Kalau istilah kecolongan nanti dipolitisir,&quot; kata Mahfud di sela Rakornas pemerintah pusat dan Forkopimda 2019 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Rabu (13/11/2019).
Baca juga: Tim Inafis Ambil Sidik Jari Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan
Mahfud menyebut, pemerintah sudah mati-matian dalam berupaya pencegahan terhadap aksi teror sebelum jatuhnya korban. Ia pun mengklaim jika jumlah teror secara kuantitatif cenderung menurun.
Lokasi ledakan bom di Mapolrestabes Medan (Istimewa)
&quot;Kita sudah mati-matian (mencegah) agar tidak menunggu korban. Saya laporan kemarin dalam konferensi internasional di Australia, saya katakan dari sudut kuantitatif turun jumlah teror karena pencegahan sudah lebih baik,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca juga: Kronologi Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan
&amp;ldquo;Tapi kalau ada (teror) satu, dua sekali-sekali tidak bisa kita hindari. Tapi pencegahan itu berhasil menunjukan angka kuantitaifnya turun dibandingkan tahun 2017 dan 2018,&quot; jelas Mahfud.Dengan adanya aksi teror yang kali ini terjadi di Polrestabes Medan, Mahfud berharap agar aparat berwenang segera mengusut tuntas jaringannya.
&quot;Itu radikal ada tiga tingkatan yaitu menganggap orang lain sebagai musuh, aksi teror dan adu ideologi, nah ini masuk yang kedua nih teror jihadis nama populernya. Itu harus ditindak, tadi saya berdiskusi dengan Mendagri itu kan sudah bisa diidentifikasi sebenarnya, ini menjadi pintu masuk untuk mengambil jaringannya,&quot; ungkapnya.
Ldakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said Medan, terjadi di depan kantin di dekat loket pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Saat ledakan terjadi, loket sedang ramai oleh masyarakat yang sedang mengurus SKCK seiring dengan tengah dibukanya penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil. Polisi memastikan pelaku satu.</description><content:encoded>BOGOR &amp;ndash; Menko Polhukam Mahfud MD prihatin dengan aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, pagi tadi, yang menewaskan satu orang. Mahfud menyatakan serangan teror bom itu bukan kecolongan karena pemerintah sudah berupaya mencegah.
&quot;Enggak lah (kecolongan), memang teroris itu selalu nyolong. Kalau istilah kecolongan nanti dipolitisir,&quot; kata Mahfud di sela Rakornas pemerintah pusat dan Forkopimda 2019 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Rabu (13/11/2019).
Baca juga: Tim Inafis Ambil Sidik Jari Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan
Mahfud menyebut, pemerintah sudah mati-matian dalam berupaya pencegahan terhadap aksi teror sebelum jatuhnya korban. Ia pun mengklaim jika jumlah teror secara kuantitatif cenderung menurun.
Lokasi ledakan bom di Mapolrestabes Medan (Istimewa)
&quot;Kita sudah mati-matian (mencegah) agar tidak menunggu korban. Saya laporan kemarin dalam konferensi internasional di Australia, saya katakan dari sudut kuantitatif turun jumlah teror karena pencegahan sudah lebih baik,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca juga: Kronologi Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan
&amp;ldquo;Tapi kalau ada (teror) satu, dua sekali-sekali tidak bisa kita hindari. Tapi pencegahan itu berhasil menunjukan angka kuantitaifnya turun dibandingkan tahun 2017 dan 2018,&quot; jelas Mahfud.Dengan adanya aksi teror yang kali ini terjadi di Polrestabes Medan, Mahfud berharap agar aparat berwenang segera mengusut tuntas jaringannya.
&quot;Itu radikal ada tiga tingkatan yaitu menganggap orang lain sebagai musuh, aksi teror dan adu ideologi, nah ini masuk yang kedua nih teror jihadis nama populernya. Itu harus ditindak, tadi saya berdiskusi dengan Mendagri itu kan sudah bisa diidentifikasi sebenarnya, ini menjadi pintu masuk untuk mengambil jaringannya,&quot; ungkapnya.
Ldakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said Medan, terjadi di depan kantin di dekat loket pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
Saat ledakan terjadi, loket sedang ramai oleh masyarakat yang sedang mengurus SKCK seiring dengan tengah dibukanya penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil. Polisi memastikan pelaku satu.</content:encoded></item></channel></rss>
