<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bom Bunuh Diri di Medan Dinilai Sudah Disiapkan Dengan Matang</title><description>Peristiwa ledakan yang terjadi di Mapolrestabes Medan dinilai erat kaitannya dengan kelompok jaringan tertentu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129294/bom-bunuh-diri-di-medan-dinilai-sudah-disiapkan-dengan-matang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129294/bom-bunuh-diri-di-medan-dinilai-sudah-disiapkan-dengan-matang"/><item><title>Bom Bunuh Diri di Medan Dinilai Sudah Disiapkan Dengan Matang</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129294/bom-bunuh-diri-di-medan-dinilai-sudah-disiapkan-dengan-matang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129294/bom-bunuh-diri-di-medan-dinilai-sudah-disiapkan-dengan-matang</guid><pubDate>Rabu 13 November 2019 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/13/337/2129294/bom-bunuh-diri-di-medan-dinilai-sudah-disiapkan-dengan-matang-1reOVaR9mq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Ledakan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/13/337/2129294/bom-bunuh-diri-di-medan-dinilai-sudah-disiapkan-dengan-matang-1reOVaR9mq.jpg</image><title>Ilustrasi Ledakan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat teroris Institute For Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi melihat peristiwa ledakan yang terjadi di Mapolrestabes Medan erat kaitannya dengan kelompok jaringan tertentu.
&quot;Kalau lihat fakta-fakta lapangannya ada indikasi kuat bahwa ini dilakukan oleh satu jaringan teror ini,&quot; kata Fahmi kepada Okezone, Rabu (13/11/2019).
Meski belum belum bisa memastikan dari kelompok mana pelaku penyerangan tersebut, Fahmi menilai dari segi sasaran yang dituju dan persiapan pelaku mengindikasikan kuat pada kelompok jaringan tertentu.
&quot;Indikasinya kuat dari pilihan sasaran dari peledak yang digunakan, itu kan menunjukkan persiapan yang cukup matang. Ada sasaran yang spesifik dia siapkan, bahan peledak, artinya disiapkan dengan baik,&quot; tuturnya.

Baca Juga: Ini Identitas Korban Luka Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan
Menurut Fahmi pihak kepolisian tidak perlu terburu-buru dalam mengungkap kelompok jaringan tersebut. Sebab yang paling utama ada perbaikan evaluasi.
&quot;Kalau saya cendrung menunggu dari hasil resmi kepolisian. Saya kira kita enggak perlu terburu-buru menetapkan ini tinggal bagaimana pengungkapan ini lebih konferhensif,&quot; tambahnya.Lebih jauh ia mengatakan, ada sisi menarik dalam kasus ini, dimana  pelaku menggunakan seragam ojek online untuk mengelabui petugas dan  lolos sehingga meledakkan.
&quot;Yang menarik menggunakan kostum ojol,  tapi itu bukan hal baru karena itu hanya bagian dari penyamaran untuk  memudahkan masuk ke bagian yang disasar. Ini menjadi leluasa karena  pilihan kamuflase untuk nembus pengamanan itu mudah,&quot; paparnya.
Fahmi  menduga, ada sedikit kelengahan dalam pemeriksaan yang dilakukan  terhadap mereka yang masuk kedalam Polres tersebut. Untuk itu menurutnya  perlu dilakukan evaluasi dan peningkatan keamanan di tubuh Polri.
&quot;Keamanan  fasilitas kepolisian kita, karena bagaimanapun boleh dibilang cukup  rentan dengan serangan seperti ini. Polrestabes itu kan fasilitas  pelayanan publik, terbuka 24 jam jadi sulit menetapkan standar keamanan  di Mapolrestabes ini karena kalau ditingkatkan dengan standar tinggi  seperti di militer itu akan mengganggu pelayanan,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat teroris Institute For Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi melihat peristiwa ledakan yang terjadi di Mapolrestabes Medan erat kaitannya dengan kelompok jaringan tertentu.
&quot;Kalau lihat fakta-fakta lapangannya ada indikasi kuat bahwa ini dilakukan oleh satu jaringan teror ini,&quot; kata Fahmi kepada Okezone, Rabu (13/11/2019).
Meski belum belum bisa memastikan dari kelompok mana pelaku penyerangan tersebut, Fahmi menilai dari segi sasaran yang dituju dan persiapan pelaku mengindikasikan kuat pada kelompok jaringan tertentu.
&quot;Indikasinya kuat dari pilihan sasaran dari peledak yang digunakan, itu kan menunjukkan persiapan yang cukup matang. Ada sasaran yang spesifik dia siapkan, bahan peledak, artinya disiapkan dengan baik,&quot; tuturnya.

Baca Juga: Ini Identitas Korban Luka Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan
Menurut Fahmi pihak kepolisian tidak perlu terburu-buru dalam mengungkap kelompok jaringan tersebut. Sebab yang paling utama ada perbaikan evaluasi.
&quot;Kalau saya cendrung menunggu dari hasil resmi kepolisian. Saya kira kita enggak perlu terburu-buru menetapkan ini tinggal bagaimana pengungkapan ini lebih konferhensif,&quot; tambahnya.Lebih jauh ia mengatakan, ada sisi menarik dalam kasus ini, dimana  pelaku menggunakan seragam ojek online untuk mengelabui petugas dan  lolos sehingga meledakkan.
&quot;Yang menarik menggunakan kostum ojol,  tapi itu bukan hal baru karena itu hanya bagian dari penyamaran untuk  memudahkan masuk ke bagian yang disasar. Ini menjadi leluasa karena  pilihan kamuflase untuk nembus pengamanan itu mudah,&quot; paparnya.
Fahmi  menduga, ada sedikit kelengahan dalam pemeriksaan yang dilakukan  terhadap mereka yang masuk kedalam Polres tersebut. Untuk itu menurutnya  perlu dilakukan evaluasi dan peningkatan keamanan di tubuh Polri.
&quot;Keamanan  fasilitas kepolisian kita, karena bagaimanapun boleh dibilang cukup  rentan dengan serangan seperti ini. Polrestabes itu kan fasilitas  pelayanan publik, terbuka 24 jam jadi sulit menetapkan standar keamanan  di Mapolrestabes ini karena kalau ditingkatkan dengan standar tinggi  seperti di militer itu akan mengganggu pelayanan,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
