<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Tidak Beri Toleransi pada Pelaku Bom Medan</title><description>Presiden tegas, tidak akan memberikan toleransi kepada pelaku.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129508/jokowi-tidak-beri-toleransi-pada-pelaku-bom-medan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129508/jokowi-tidak-beri-toleransi-pada-pelaku-bom-medan"/><item><title>Jokowi Tidak Beri Toleransi pada Pelaku Bom Medan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129508/jokowi-tidak-beri-toleransi-pada-pelaku-bom-medan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/13/337/2129508/jokowi-tidak-beri-toleransi-pada-pelaku-bom-medan</guid><pubDate>Rabu 13 November 2019 19:17 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/13/337/2129508/jokowi-tidak-beri-toleransi-pada-pelaku-bom-medan-1vYutY1eRX.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/13/337/2129508/jokowi-tidak-beri-toleransi-pada-pelaku-bom-medan-1vYutY1eRX.jpeg</image><title>Presiden Joko Widodo</title></images><description>BOGOR - Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak akan memberikan toleransi kepada para pelaku teror dalam aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

&quot;Presiden juga tegas, tidak akan memberikan toleransi kepada pelaku. Pemerintah akan melindungi setiap WNI dari kemungkinan tindakan-tindakan terorisme,&quot; ucap Stafsus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).



Kata Fadjoel, Presiden Jokowi ingin upaya pemberantasan terorisme tidak hanya melibatkan pemerintah, tapi semua pihak.

&quot;Pemerintah, masyarakat, media harus bersikap aktif. Sikap aktif masyarakat ada UU nomor 19 tahun 2018 tentang penyebaran informasi elektronik yang menakuti-nakuti, jangan ikut menyebarkan. Itu kan tujuan teroris,&quot; ujar dia.

Fadjroel menerangkan, Polri juga akan mengusut tuntas kelompok dari pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Medan itu.

Baca Juga : Ahok Diisukan Jadi Dirut BUMN, Djarot: Bagus, Dia Profesional

Ia menambahkan, Kapolri Jendral Pol Idham Azis sudah menyampaikan harus adanya kewaspadaan di seluruh  masyarakat Indonesia lantaran kelompok teror melakukan aksinya secara acak.

&quot;Pembicaraan dengan Kadiv Humas akan segera diselidiki. Pak Idham akan menyelesaikan langsung hasil penyelidikan dan penyidikan. Tindak cepat polisi dan melindungi 260 juta rakyat Indonesia,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>BOGOR - Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak akan memberikan toleransi kepada para pelaku teror dalam aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

&quot;Presiden juga tegas, tidak akan memberikan toleransi kepada pelaku. Pemerintah akan melindungi setiap WNI dari kemungkinan tindakan-tindakan terorisme,&quot; ucap Stafsus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).



Kata Fadjoel, Presiden Jokowi ingin upaya pemberantasan terorisme tidak hanya melibatkan pemerintah, tapi semua pihak.

&quot;Pemerintah, masyarakat, media harus bersikap aktif. Sikap aktif masyarakat ada UU nomor 19 tahun 2018 tentang penyebaran informasi elektronik yang menakuti-nakuti, jangan ikut menyebarkan. Itu kan tujuan teroris,&quot; ujar dia.

Fadjroel menerangkan, Polri juga akan mengusut tuntas kelompok dari pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Medan itu.

Baca Juga : Ahok Diisukan Jadi Dirut BUMN, Djarot: Bagus, Dia Profesional

Ia menambahkan, Kapolri Jendral Pol Idham Azis sudah menyampaikan harus adanya kewaspadaan di seluruh  masyarakat Indonesia lantaran kelompok teror melakukan aksinya secara acak.

&quot;Pembicaraan dengan Kadiv Humas akan segera diselidiki. Pak Idham akan menyelesaikan langsung hasil penyelidikan dan penyidikan. Tindak cepat polisi dan melindungi 260 juta rakyat Indonesia,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
