<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kembali Dipercaya Pimpin Kemlu RI, Menlu Retno Dapat Pesan Khusus dari Presiden Jokowi </title><description>Menlu RI Retno Marsudi mengungkapkan pesan yang diterimanya dari Presiden Jokowi dalam wawancara dengan Okezone.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/14/18/2129851/kembali-dipercaya-pimpin-kemlu-ri-menlu-retno-dapat-pesan-khusus-dari-presiden-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/14/18/2129851/kembali-dipercaya-pimpin-kemlu-ri-menlu-retno-dapat-pesan-khusus-dari-presiden-jokowi"/><item><title>Kembali Dipercaya Pimpin Kemlu RI, Menlu Retno Dapat Pesan Khusus dari Presiden Jokowi </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/14/18/2129851/kembali-dipercaya-pimpin-kemlu-ri-menlu-retno-dapat-pesan-khusus-dari-presiden-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/14/18/2129851/kembali-dipercaya-pimpin-kemlu-ri-menlu-retno-dapat-pesan-khusus-dari-presiden-jokowi</guid><pubDate>Kamis 14 November 2019 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/14/18/2129851/kembali-dipercaya-pimpin-kemlu-ri-menlu-retno-dapat-pesan-khusus-dari-presiden-jokowi-0s1DKkjhJ5.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. (Foto: Okezone/Dede Kurniawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/14/18/2129851/kembali-dipercaya-pimpin-kemlu-ri-menlu-retno-dapat-pesan-khusus-dari-presiden-jokowi-0s1DKkjhJ5.jpeg</image><title>Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. (Foto: Okezone/Dede Kurniawan)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pada 23 Oktober 2019, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kembali memberikan kepercayaan kepada Retno Lestari Priansari Marsudi untuk kembali menjabat sebagai menteri luar negeri Republik Indonesia, tugas yang telah dia jalankan pada kabinet sebelumnya.
Namun, dalam melanjutkan tugasnya selama lima tahun mendatang, Menlu Retno mengungkapkan bahwa dia mendapatkan pesan khusus dari Presiden Jokowi, terutama mengenai peningkatan diplomasi ekonomi.
BACA JUGA: Retno Marsudi, Srikandi Diplomasi Indonesia Kembali Dipercaya Sebagai Menteri Luar Negeri
Dalam wawancara khusus dengan Okezone, Menlu Retno mengatakan bahwa Presiden Jokowi memiliki visi dan misi yang besar untuk meningkatkan perekonomian Indonesia, sedikitnya sebesar 5 persen selama lima tahun berturut-turut, dan untuk mencapai sasaran tersebut, beliau memprioritaskan program penciptaan lapangan pekerjaan.
&amp;ldquo;Kita (Indonesia) memiliki 267 juta penduduk, jika kita ingin pergerakan kita lebih cepat maka diperlukan juga pertumbuhan yang lebih tinggi. Untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi, ekonomi kita bisa maju, merata, presiden belakangan ini selalu bicara mengenai cipta lapangan kerja,&amp;rdquo; kata Retno dalam wawancara santai di Kementerian Luar Negeri.

&amp;ldquo;Jadi kita betul ingin mentransformasi ekonomi, tetapi juga selalu diingatkan bahwa kita punya rakyat yang banyak. Jadi program cipta lapangan kerja itu menjadi prioritas.
Untuk mendukung prioritas tersebut, maka Presiden Jokowi mendorong peningkatan ekspor, investasi dan memperbanyak pembangunan. Visi dan misi ini disampaikan dan diberikan ke semua kementerian negara dalam kabinet Indonesia Maju, tidak terkecuali kementerian luar negeri yang dipimpin Menlu Retno.
&amp;ldquo;Waktu saya dipanggil, presiden mengatakan: &amp;lsquo;tolong diplomasi ekonomi diperkuat&amp;rsquo;. Oleh karena itu kita menerjemahkannya, untuk prioritas politik luar negeri Indonesia lima tahun ke depan maka diplomasi ekonomi menjadi nomor satu,&amp;rdquo; jelasnya.Kementerian luar negeri pada dasarnya adalah institusi yang memiliki  kegiatan inti, muruah politik luar negeri seperti menjaga perdamaian dan  misi kemanusiaan. Oleh karena itu Presiden Jokowi menunjuk Mahendra  Siregar, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) yang  memiliki rekam jejak yang lekat dengan perekonomian, sebagai wakil  menteri luar negeri. Menlu Retno menilai penunjukan Mahendra sebagai  wakilnya merupakan keputusan yang tepat.

&amp;ldquo;Pak Mahendra selain diplomat, beliau kan dari kemlu juga, tapi  beliau (juga) mantan wamendag, wamenkeu, direktur BKPM. jadi lengkap  deh,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA: Wamenlu Mahendra Siregar, Diplomat Handal Juga Ekonom Ulung
Mantan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda itu juga mengatakan bahwa  Wamen Mahendra memiliki peran penting dalam membantu dirinya  menjalankan pesan dari Presiden Jokowi.
&amp;ldquo;Saya meminta Pak Mahendra, sesuai dengan yang disampaikan presiden,  fokus ke diplomasi ekonomi. Jadi semua yang terkait dengan diplomasi  ekonomi, ya tentunya tandem, tapi Pak Mahendra yang pegang.&amp;rdquo;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pada 23 Oktober 2019, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kembali memberikan kepercayaan kepada Retno Lestari Priansari Marsudi untuk kembali menjabat sebagai menteri luar negeri Republik Indonesia, tugas yang telah dia jalankan pada kabinet sebelumnya.
Namun, dalam melanjutkan tugasnya selama lima tahun mendatang, Menlu Retno mengungkapkan bahwa dia mendapatkan pesan khusus dari Presiden Jokowi, terutama mengenai peningkatan diplomasi ekonomi.
BACA JUGA: Retno Marsudi, Srikandi Diplomasi Indonesia Kembali Dipercaya Sebagai Menteri Luar Negeri
Dalam wawancara khusus dengan Okezone, Menlu Retno mengatakan bahwa Presiden Jokowi memiliki visi dan misi yang besar untuk meningkatkan perekonomian Indonesia, sedikitnya sebesar 5 persen selama lima tahun berturut-turut, dan untuk mencapai sasaran tersebut, beliau memprioritaskan program penciptaan lapangan pekerjaan.
&amp;ldquo;Kita (Indonesia) memiliki 267 juta penduduk, jika kita ingin pergerakan kita lebih cepat maka diperlukan juga pertumbuhan yang lebih tinggi. Untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi, ekonomi kita bisa maju, merata, presiden belakangan ini selalu bicara mengenai cipta lapangan kerja,&amp;rdquo; kata Retno dalam wawancara santai di Kementerian Luar Negeri.

&amp;ldquo;Jadi kita betul ingin mentransformasi ekonomi, tetapi juga selalu diingatkan bahwa kita punya rakyat yang banyak. Jadi program cipta lapangan kerja itu menjadi prioritas.
Untuk mendukung prioritas tersebut, maka Presiden Jokowi mendorong peningkatan ekspor, investasi dan memperbanyak pembangunan. Visi dan misi ini disampaikan dan diberikan ke semua kementerian negara dalam kabinet Indonesia Maju, tidak terkecuali kementerian luar negeri yang dipimpin Menlu Retno.
&amp;ldquo;Waktu saya dipanggil, presiden mengatakan: &amp;lsquo;tolong diplomasi ekonomi diperkuat&amp;rsquo;. Oleh karena itu kita menerjemahkannya, untuk prioritas politik luar negeri Indonesia lima tahun ke depan maka diplomasi ekonomi menjadi nomor satu,&amp;rdquo; jelasnya.Kementerian luar negeri pada dasarnya adalah institusi yang memiliki  kegiatan inti, muruah politik luar negeri seperti menjaga perdamaian dan  misi kemanusiaan. Oleh karena itu Presiden Jokowi menunjuk Mahendra  Siregar, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) yang  memiliki rekam jejak yang lekat dengan perekonomian, sebagai wakil  menteri luar negeri. Menlu Retno menilai penunjukan Mahendra sebagai  wakilnya merupakan keputusan yang tepat.

&amp;ldquo;Pak Mahendra selain diplomat, beliau kan dari kemlu juga, tapi  beliau (juga) mantan wamendag, wamenkeu, direktur BKPM. jadi lengkap  deh,&amp;rdquo; ujarnya.
BACA JUGA: Wamenlu Mahendra Siregar, Diplomat Handal Juga Ekonom Ulung
Mantan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda itu juga mengatakan bahwa  Wamen Mahendra memiliki peran penting dalam membantu dirinya  menjalankan pesan dari Presiden Jokowi.
&amp;ldquo;Saya meminta Pak Mahendra, sesuai dengan yang disampaikan presiden,  fokus ke diplomasi ekonomi. Jadi semua yang terkait dengan diplomasi  ekonomi, ya tentunya tandem, tapi Pak Mahendra yang pegang.&amp;rdquo;</content:encoded></item></channel></rss>
