<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bamsoet Sindir Sistem Aklamasi Dalam Munas Partai Golkar</title><description>Bambang Soesatyo mempertanyakan sistem aklamasi yang ada dalam pemilihan Partai Golkar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/14/337/2129976/bamsoet-sindir-sistem-aklamasi-dalam-munas-partai-golkar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/14/337/2129976/bamsoet-sindir-sistem-aklamasi-dalam-munas-partai-golkar"/><item><title>Bamsoet Sindir Sistem Aklamasi Dalam Munas Partai Golkar</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/14/337/2129976/bamsoet-sindir-sistem-aklamasi-dalam-munas-partai-golkar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/14/337/2129976/bamsoet-sindir-sistem-aklamasi-dalam-munas-partai-golkar</guid><pubDate>Kamis 14 November 2019 19:42 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/14/337/2129976/bamsoet-sindir-sistem-aklamasi-dalam-munas-partai-golkar-3D3rhuttgv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bambang Soesatyo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/14/337/2129976/bamsoet-sindir-sistem-aklamasi-dalam-munas-partai-golkar-3D3rhuttgv.jpg</image><title>Bambang Soesatyo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Koordonator Bidang Pratama DPP Partai Golkar, Bambang Soesatyo mempertanyakan sistem aklamasi yang ada dalam pemilihan Partai Golkar.
Menurut Bamsoet sapaan akrabnya, sistem aklamasi tersebut dibuat oleh kelompok tertentu. Ia heran padahal kelompok pembuat sistem itu sendiri meyakini bisa menang dalam Munas partai.
&quot;Kalau yakin didukung mayoritas pemilik suara kenapa mesti takut kemudian merancang untuk aklamasi,&quot; kata Bamsoet di sela-sela acara Rapimnas Partai Golkar, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019).

Baca Juga: Rapimnas Partai Golkar, Airlangga Sebut Aklamasi Bagian dari Demokrasi
Bamsoet mengingatkan, Golkar memiliki pengalaman burung dengan sistem aklamasi. Alhasil dengan adanya sistem itu membuat Partai Golkar sendiri terpecah menjadi dua kubu.
&quot;Kita punya pengalaman pahit, pemaksaan aklamasi itu membuat kita pecah dan kita pernah pecah ada Ancol dan Bali. Bali itu kan pemaksaan aklamasi yang melahirkan Ancol,&quot; paparnya.
&quot;Pelajaran pahit ini harus jadi renungan bagi kita semua bahwa demokrasi yang ada di Golkar jangan dibunuh biarkan dia berkembang,&quot; sambungnya.
Bamsoet juga menegaskan Munas Partai Golkar tidak akan memilih satu calon atau aklamasi. Sebab ada beberapa calon yang diduga akan maju tak terkecuali dirinya.
&quot;Kalau lihat konsolasi yang ada di mana calon tidak satu ada Ridwan Hisjam, Indra Bambang Utoyo ada kemungkinan juga ada saya kan saya bilang belum memutuskan bukan berarti saya tidak maju,&quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Koordonator Bidang Pratama DPP Partai Golkar, Bambang Soesatyo mempertanyakan sistem aklamasi yang ada dalam pemilihan Partai Golkar.
Menurut Bamsoet sapaan akrabnya, sistem aklamasi tersebut dibuat oleh kelompok tertentu. Ia heran padahal kelompok pembuat sistem itu sendiri meyakini bisa menang dalam Munas partai.
&quot;Kalau yakin didukung mayoritas pemilik suara kenapa mesti takut kemudian merancang untuk aklamasi,&quot; kata Bamsoet di sela-sela acara Rapimnas Partai Golkar, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019).

Baca Juga: Rapimnas Partai Golkar, Airlangga Sebut Aklamasi Bagian dari Demokrasi
Bamsoet mengingatkan, Golkar memiliki pengalaman burung dengan sistem aklamasi. Alhasil dengan adanya sistem itu membuat Partai Golkar sendiri terpecah menjadi dua kubu.
&quot;Kita punya pengalaman pahit, pemaksaan aklamasi itu membuat kita pecah dan kita pernah pecah ada Ancol dan Bali. Bali itu kan pemaksaan aklamasi yang melahirkan Ancol,&quot; paparnya.
&quot;Pelajaran pahit ini harus jadi renungan bagi kita semua bahwa demokrasi yang ada di Golkar jangan dibunuh biarkan dia berkembang,&quot; sambungnya.
Bamsoet juga menegaskan Munas Partai Golkar tidak akan memilih satu calon atau aklamasi. Sebab ada beberapa calon yang diduga akan maju tak terkecuali dirinya.
&quot;Kalau lihat konsolasi yang ada di mana calon tidak satu ada Ridwan Hisjam, Indra Bambang Utoyo ada kemungkinan juga ada saya kan saya bilang belum memutuskan bukan berarti saya tidak maju,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
