<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akbar Tandjung Usul Golkar Terapkan Sistem Konvensi pada Pilpres 2024</title><description>Salah satu masukan Akbar tentang sistem politik pada pemilu 2024 mendatang, adalah penggunaan kembali sistem konvensi</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/14/337/2129995/akbar-tandjung-usul-golkar-terapkan-sistem-konvensi-pada-pilpres-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/14/337/2129995/akbar-tandjung-usul-golkar-terapkan-sistem-konvensi-pada-pilpres-2024"/><item><title>Akbar Tandjung Usul Golkar Terapkan Sistem Konvensi pada Pilpres 2024</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/14/337/2129995/akbar-tandjung-usul-golkar-terapkan-sistem-konvensi-pada-pilpres-2024</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/14/337/2129995/akbar-tandjung-usul-golkar-terapkan-sistem-konvensi-pada-pilpres-2024</guid><pubDate>Kamis 14 November 2019 20:22 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/14/337/2129995/akbar-tandjung-usul-golkar-terapkan-sistem-konvensi-pada-pilpres-2024-JBIdCQIaTG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Akbar Tandjung</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/14/337/2129995/akbar-tandjung-usul-golkar-terapkan-sistem-konvensi-pada-pilpres-2024-JBIdCQIaTG.jpg</image><title>Akbar Tandjung</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung, mengatakan Munas memilih dan menetapkan ketum partai untuk 5 tahun ke depan harus sesuai dengan AD/ART yang berlaku.

Akbar Tandung berharap agar Rapimnas dan Munas dapat berjalan tertib dan lancar. Pokok-pokok pikiran yang nanti dihasilkan oleh Munas, termasuk tema &quot;Negara Kesejahteraan&quot;, kata Akbar, harus dapat bisa diselenggarakan dengan baik.

&quot;Ada proses sesuai AD/ART yang mengatur soal ini, catatan saya, jika proses tidak bisa ditempuh dengan musyawarah mufakat, maka terpaksa dilakukan dengan pemungutan suara. Mekanisme itu sudah ada dan diatur,&quot; ujar Akbar Tandjung, Kamis (14/11/2019).



Terkait dengan agenda-agenda politik mulai dari Pilkada 2020 hingga Pilpres 2024, kata Akbar, yang utama perlu dilakukan adalah evaluasi sistem kaderisasi.

&quot;Salah satu masukan saya tentang sistem politik pada pemilu 2024 mendatang, adalah penggunaan kembali sistem konvensi,&quot;  kata Akbar Tandjung.

Karena itu, Akbar mengatakan perlu mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi agenda-agenda politik ke depan. &quot;Insya Allah partai kita akan menjadi pemenang,&quot; kata Akbar Tandjung.

Baca Juga : Soal Munas Golkar, Aburizal Bakrie Ingin Seluruh Caketum Bisa Musyawarah Mufakat

Pilkada dan agenda-agenda politik tersebut, sambungnya, akan memperlihatkan wajah Partai Golkar kepada publik secara nasional.

&quot;Partai kita lahir untuk menjaga Pancasila, yang berorientasi karya-kekaryaan untuk pembangunan. Pembangunan yang diselenggarakan bertujuan sebagai pengamanan Pancasila,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung, mengatakan Munas memilih dan menetapkan ketum partai untuk 5 tahun ke depan harus sesuai dengan AD/ART yang berlaku.

Akbar Tandung berharap agar Rapimnas dan Munas dapat berjalan tertib dan lancar. Pokok-pokok pikiran yang nanti dihasilkan oleh Munas, termasuk tema &quot;Negara Kesejahteraan&quot;, kata Akbar, harus dapat bisa diselenggarakan dengan baik.

&quot;Ada proses sesuai AD/ART yang mengatur soal ini, catatan saya, jika proses tidak bisa ditempuh dengan musyawarah mufakat, maka terpaksa dilakukan dengan pemungutan suara. Mekanisme itu sudah ada dan diatur,&quot; ujar Akbar Tandjung, Kamis (14/11/2019).



Terkait dengan agenda-agenda politik mulai dari Pilkada 2020 hingga Pilpres 2024, kata Akbar, yang utama perlu dilakukan adalah evaluasi sistem kaderisasi.

&quot;Salah satu masukan saya tentang sistem politik pada pemilu 2024 mendatang, adalah penggunaan kembali sistem konvensi,&quot;  kata Akbar Tandjung.

Karena itu, Akbar mengatakan perlu mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi agenda-agenda politik ke depan. &quot;Insya Allah partai kita akan menjadi pemenang,&quot; kata Akbar Tandjung.

Baca Juga : Soal Munas Golkar, Aburizal Bakrie Ingin Seluruh Caketum Bisa Musyawarah Mufakat

Pilkada dan agenda-agenda politik tersebut, sambungnya, akan memperlihatkan wajah Partai Golkar kepada publik secara nasional.

&quot;Partai kita lahir untuk menjaga Pancasila, yang berorientasi karya-kekaryaan untuk pembangunan. Pembangunan yang diselenggarakan bertujuan sebagai pengamanan Pancasila,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
