<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPRD DKI Pertanyakan Progres Renovasi Taman Ismail Marzuki</title><description>Taufik mengaku kecewa dengan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI itu karena tidak cakap merencanakan pembangunan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/14/338/2130048/dprd-dki-pertanyakan-progres-renovasi-taman-ismail-marzuki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/14/338/2130048/dprd-dki-pertanyakan-progres-renovasi-taman-ismail-marzuki"/><item><title>DPRD DKI Pertanyakan Progres Renovasi Taman Ismail Marzuki</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/14/338/2130048/dprd-dki-pertanyakan-progres-renovasi-taman-ismail-marzuki</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/14/338/2130048/dprd-dki-pertanyakan-progres-renovasi-taman-ismail-marzuki</guid><pubDate>Kamis 14 November 2019 22:11 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/14/338/2130048/dprd-dki-pertanyakan-progres-renovasi-taman-ismail-marzuki-HJTUyIwwh6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bioskop Taman Ismail Marzuki (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/14/338/2130048/dprd-dki-pertanyakan-progres-renovasi-taman-ismail-marzuki-HJTUyIwwh6.jpg</image><title>Bioskop Taman Ismail Marzuki (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI, Mohamad Taufik mempertanyakan progres renovasi Taman Ismail Marzuki (TIM) yang ditangani oleh PT Jakarta Properindo (Jakpro). Dirinya mendapatkan laporan bila pembangunan hingga kini belum berjalan karena masih ada proses perizinan yang belum bisa dilengkapi.

Ia mengaku, kecewa dengan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI itu karena tidak cakap merencanakan pembangunan.

&quot;Saya akan minta dilakukan evaluasi pada Jakpro kenapa itu bisa tak berjalan,&amp;rsquo;&amp;rsquo; kata Taufik di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019).

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, Pemprov DKI menggelontorkan anggaran Rp 1,8 triliun untuk revitalisasi TIM melalui Penyertaan Modal Daerah (PMD). Namun, hasilnya mengecewakan karena hingga sekarang hanya paku bumi dan alat berat terpakir di bangunan sejarah tersebut.

Dia meminta, pembangunan hotel di kompleks TIM dibatalkan, karena menghambat proses revitalisasi. Sebab, ini menyimpang dari prinsip-prinsip awal yang menjadikan TIM sebagai pusat kesenian di ibu kota.

&amp;rsquo;&amp;rsquo;Saya minta pembangunan hotel diurungkan. Kalau, pembangunan tak berjalan maka uang akan mengendap. Itu anggaran di tari di mana. Kan jadi tak bermanfaat untuk warga Jakarta,&amp;rsquo;&amp;rsquo; beber dia.

Padahal, dia menjelaskan, Juni 2019 sudah masuk tahap groundbreaking namun hingga sekaran belum dilakukan pembangunan. TIM hanya dijadikan parkir alat berat dan gali-galian batu.

Rencana awal, revitalisasi ini mencakup pembongkaran Galeri Cipta  yang meliputi bioskop XXI, masjid, dan Pos Pemadam Kebakaran. Sementara  cakupan yang akan di-upgrade, antara lain Planetarium serta Galeri Graha  Bhakti. Sedangkan Teater Besar dan bangunan-bangunan Institut Kesenian  Jakarta (IKJ) tidak akan terkena revitalisasi yang peletakan batu  pertamanya akan dilakukan pada Juni mendatang.

Dia mengaku, tidak akan menyetujui permintaan PMD Jakpro jika belum  ada kejelasan proses pembangunan TIM. Taufik menegaskan, bagaimana tidak  kecewa dengan Jakpro, anggaran Rp 1,8 Triliun dan pelaksanannya  ditugaskan kepada perusahaan plat merah tersebut progresnya  mengecewakan.

&amp;rsquo;&amp;rsquo;Ini perencanaan buruk. Jadi mundur. Kalau, seperti ini sulit  berikan PMD untuk Jakpro. Lihat saja lah, nanti pas pembahasan  Banggar,&amp;rsquo;&amp;rsquo; kata dia.

Sementara itu, ketika Okezone ingin meminta tanggapan terkait  pernyataan Taufik itu kepada Corporate Secterary PT Jakarta Propertindo  (Jakpro) Hani Sumarno, pesan singkat yang dilayangkan wartawan tak  kunjung dibalas hingga berita ini dipublikasikan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI, Mohamad Taufik mempertanyakan progres renovasi Taman Ismail Marzuki (TIM) yang ditangani oleh PT Jakarta Properindo (Jakpro). Dirinya mendapatkan laporan bila pembangunan hingga kini belum berjalan karena masih ada proses perizinan yang belum bisa dilengkapi.

Ia mengaku, kecewa dengan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI itu karena tidak cakap merencanakan pembangunan.

&quot;Saya akan minta dilakukan evaluasi pada Jakpro kenapa itu bisa tak berjalan,&amp;rsquo;&amp;rsquo; kata Taufik di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019).

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, Pemprov DKI menggelontorkan anggaran Rp 1,8 triliun untuk revitalisasi TIM melalui Penyertaan Modal Daerah (PMD). Namun, hasilnya mengecewakan karena hingga sekarang hanya paku bumi dan alat berat terpakir di bangunan sejarah tersebut.

Dia meminta, pembangunan hotel di kompleks TIM dibatalkan, karena menghambat proses revitalisasi. Sebab, ini menyimpang dari prinsip-prinsip awal yang menjadikan TIM sebagai pusat kesenian di ibu kota.

&amp;rsquo;&amp;rsquo;Saya minta pembangunan hotel diurungkan. Kalau, pembangunan tak berjalan maka uang akan mengendap. Itu anggaran di tari di mana. Kan jadi tak bermanfaat untuk warga Jakarta,&amp;rsquo;&amp;rsquo; beber dia.

Padahal, dia menjelaskan, Juni 2019 sudah masuk tahap groundbreaking namun hingga sekaran belum dilakukan pembangunan. TIM hanya dijadikan parkir alat berat dan gali-galian batu.

Rencana awal, revitalisasi ini mencakup pembongkaran Galeri Cipta  yang meliputi bioskop XXI, masjid, dan Pos Pemadam Kebakaran. Sementara  cakupan yang akan di-upgrade, antara lain Planetarium serta Galeri Graha  Bhakti. Sedangkan Teater Besar dan bangunan-bangunan Institut Kesenian  Jakarta (IKJ) tidak akan terkena revitalisasi yang peletakan batu  pertamanya akan dilakukan pada Juni mendatang.

Dia mengaku, tidak akan menyetujui permintaan PMD Jakpro jika belum  ada kejelasan proses pembangunan TIM. Taufik menegaskan, bagaimana tidak  kecewa dengan Jakpro, anggaran Rp 1,8 Triliun dan pelaksanannya  ditugaskan kepada perusahaan plat merah tersebut progresnya  mengecewakan.

&amp;rsquo;&amp;rsquo;Ini perencanaan buruk. Jadi mundur. Kalau, seperti ini sulit  berikan PMD untuk Jakpro. Lihat saja lah, nanti pas pembahasan  Banggar,&amp;rsquo;&amp;rsquo; kata dia.

Sementara itu, ketika Okezone ingin meminta tanggapan terkait  pernyataan Taufik itu kepada Corporate Secterary PT Jakarta Propertindo  (Jakpro) Hani Sumarno, pesan singkat yang dilayangkan wartawan tak  kunjung dibalas hingga berita ini dipublikasikan.
</content:encoded></item></channel></rss>
