<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Toleransi di Papua: Kumandang Kasidah di Tengah Pesta Paduan Suara Gereja Katolik</title><description>Kelompok Kasidah Az Zahra dari Masjid Raya Kota Jayapura tampil berkolaborasi dengan paduan suara Ave Maria Kota Jayapura</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/14/340/2130054/toleransi-di-papua-kumandang-kasidah-di-tengah-pesta-paduan-suara-gereja-katolik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/14/340/2130054/toleransi-di-papua-kumandang-kasidah-di-tengah-pesta-paduan-suara-gereja-katolik"/><item><title>Toleransi di Papua: Kumandang Kasidah di Tengah Pesta Paduan Suara Gereja Katolik</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/14/340/2130054/toleransi-di-papua-kumandang-kasidah-di-tengah-pesta-paduan-suara-gereja-katolik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/14/340/2130054/toleransi-di-papua-kumandang-kasidah-di-tengah-pesta-paduan-suara-gereja-katolik</guid><pubDate>Kamis 14 November 2019 22:30 WIB</pubDate><dc:creator>Edy Siswanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/14/340/2130054/toleransi-di-papua-kumandang-kasidah-di-tengah-pesta-paduan-suara-gereja-katolik-jfYofImfWA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kasidah di Perparani Papua (Foto: Okezone/Edy)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/14/340/2130054/toleransi-di-papua-kumandang-kasidah-di-tengah-pesta-paduan-suara-gereja-katolik-jfYofImfWA.jpg</image><title>Kasidah di Perparani Papua (Foto: Okezone/Edy)</title></images><description>JAYAPURA - Syair lagu Bahasa Cinta dengan iringan musik qasidah berkumandang pada pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I di Provinsi Papua, Kamis (14/11/2019) malam.

Kelompok Kasidah Az Zahra dari Masjid Raya Kota Jayapura tampil berkolaborasi dengan paduan suara Ave Maria Kota Jayapura dan GKI PNIEL Kotaraja, bersahut-sahutan mulai menyanyikan lagu bahasa cinta, Perdamaian hingga Pancasila Rumah Kita.

Riuh tepuk tangan seluruh peserta Pesparani dibarengi teriakan yel-yel menggetarkan gedung Auditorium Universitas Cenderawasih. Decak kagum seluruh peserta atas kolaborasi lintas agama itu.



Nurbaya, salah satu anggota Kelompok Kasidah Az- Zahra menyebut, sebagai umat beragama yang hidup berdampingan di tanah Papua, tak perlu mempersoalkan perbedaan dalam beragama.

&quot;Ini kali pertama kami berkolaborasi dalam sebuah    kegiatan non muslim dan kami sangat bahagia. Inilah keberagaman yang sesungguhnya,&quot; jelasnya.

Kata Nurbaya, latihan yang dilakukan hanya satu minggu dengan diikuti 20 orang yang terdiri dari 14 perempuan dan 6 orang remaja laki-laki.

Tak hanya Kasidah yang tampil dalam pergelaran akbar tersebut, namun  pembukaan acara Pesparani Katolik I di Provinsi Papua juga dilakukan  oleh tokoh muslim, yakni Dr. H Muhammad Musa'ad yang juga merupakan  Asisten II Setda Provinsi Papua.

Ketua Panitia I Pesparani  Katolik di Provinsi Papua, FX Mote  menyebutkan pesan dalam Pesparani adalah ingin menunjukan Papua tanah  damai dan tetap hidup berdampingan antar umat beragama dari segala ras,  suku dan agama.

&quot;Tema besar kegiatan ini adalah sukacita memuji Tuhan. Masyarakat  dari seluruh agama di Papua menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan  sehari-hari dengan damai,&quot; jelasnya.

Dikatakan, untuk pembukaan Pesparani yang dilakukan oleh Tokoh Muslim  tersebut, FX Mote mengaku hal tersebut baru kali pertama dilakukan  dalam ajang akbar umat Nasrani.

&quot;Kita mau sampaikan bahwa dengan ini semua, kita di Papua ini adalah  satu kesatuan. Dengan hadirnya umat lain dalam acara ini, kita sampaikan  pesan itu keseluruh Indonesia bahwa mari kita jaga persatuan dan  kesatuan bangsa, dengan menjaga toleransi antar umat beragama,&quot;ucapnya.

Pesta paduan suara gerejani katolik  atau Pesparani I di Provinsi Papua dilaksanakan mulai 14 hingga 18 November 2019.

Peserta Pesparani I di Provinsi Papua diikuti oleh 14 dari 29  Kabupaten/Kota, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika,  Jayawijaya, Deiyai, Dogiyai, Nabire, Merauke, Asmat, Mappi, Biak,  Yahukimo, Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen, dengan total  keseluruhan 1.700 lebih peserta lomba dan official.

Lomba Pesparani akan dilaksanakan pada 4 lokasi yakni Gereja Kristus  Terang Dunia Waena, LPMP Kotaraja, Gereja PNIEL Kotaraja, STFT Fajar  Timur Abepura dengan memperlombakan 13 mata lomba

&quot;Nantinya pemenang dalam pesparani ini akan diikutkan dalam pesparani  nasioanl II pada Nov 2020 di kota kupang provinsi Nusa Tenggara Timur,&quot;  tutup FX Mote.
</description><content:encoded>JAYAPURA - Syair lagu Bahasa Cinta dengan iringan musik qasidah berkumandang pada pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I di Provinsi Papua, Kamis (14/11/2019) malam.

Kelompok Kasidah Az Zahra dari Masjid Raya Kota Jayapura tampil berkolaborasi dengan paduan suara Ave Maria Kota Jayapura dan GKI PNIEL Kotaraja, bersahut-sahutan mulai menyanyikan lagu bahasa cinta, Perdamaian hingga Pancasila Rumah Kita.

Riuh tepuk tangan seluruh peserta Pesparani dibarengi teriakan yel-yel menggetarkan gedung Auditorium Universitas Cenderawasih. Decak kagum seluruh peserta atas kolaborasi lintas agama itu.



Nurbaya, salah satu anggota Kelompok Kasidah Az- Zahra menyebut, sebagai umat beragama yang hidup berdampingan di tanah Papua, tak perlu mempersoalkan perbedaan dalam beragama.

&quot;Ini kali pertama kami berkolaborasi dalam sebuah    kegiatan non muslim dan kami sangat bahagia. Inilah keberagaman yang sesungguhnya,&quot; jelasnya.

Kata Nurbaya, latihan yang dilakukan hanya satu minggu dengan diikuti 20 orang yang terdiri dari 14 perempuan dan 6 orang remaja laki-laki.

Tak hanya Kasidah yang tampil dalam pergelaran akbar tersebut, namun  pembukaan acara Pesparani Katolik I di Provinsi Papua juga dilakukan  oleh tokoh muslim, yakni Dr. H Muhammad Musa'ad yang juga merupakan  Asisten II Setda Provinsi Papua.

Ketua Panitia I Pesparani  Katolik di Provinsi Papua, FX Mote  menyebutkan pesan dalam Pesparani adalah ingin menunjukan Papua tanah  damai dan tetap hidup berdampingan antar umat beragama dari segala ras,  suku dan agama.

&quot;Tema besar kegiatan ini adalah sukacita memuji Tuhan. Masyarakat  dari seluruh agama di Papua menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan  sehari-hari dengan damai,&quot; jelasnya.

Dikatakan, untuk pembukaan Pesparani yang dilakukan oleh Tokoh Muslim  tersebut, FX Mote mengaku hal tersebut baru kali pertama dilakukan  dalam ajang akbar umat Nasrani.

&quot;Kita mau sampaikan bahwa dengan ini semua, kita di Papua ini adalah  satu kesatuan. Dengan hadirnya umat lain dalam acara ini, kita sampaikan  pesan itu keseluruh Indonesia bahwa mari kita jaga persatuan dan  kesatuan bangsa, dengan menjaga toleransi antar umat beragama,&quot;ucapnya.

Pesta paduan suara gerejani katolik  atau Pesparani I di Provinsi Papua dilaksanakan mulai 14 hingga 18 November 2019.

Peserta Pesparani I di Provinsi Papua diikuti oleh 14 dari 29  Kabupaten/Kota, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika,  Jayawijaya, Deiyai, Dogiyai, Nabire, Merauke, Asmat, Mappi, Biak,  Yahukimo, Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen, dengan total  keseluruhan 1.700 lebih peserta lomba dan official.

Lomba Pesparani akan dilaksanakan pada 4 lokasi yakni Gereja Kristus  Terang Dunia Waena, LPMP Kotaraja, Gereja PNIEL Kotaraja, STFT Fajar  Timur Abepura dengan memperlombakan 13 mata lomba

&quot;Nantinya pemenang dalam pesparani ini akan diikutkan dalam pesparani  nasioanl II pada Nov 2020 di kota kupang provinsi Nusa Tenggara Timur,&quot;  tutup FX Mote.
</content:encoded></item></channel></rss>
