<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berkaca Bom Bunuh Diri di Medan, Menhub Ingin Perekrutan Ojol Lebih Terstruktur</title><description>Budi Karya Sumadi meminta perekrutan driver ojek online (ojol) lebih baik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/15/337/2130061/berkaca-bom-bunuh-diri-di-medan-menhub-ingin-perekrutan-ojol-lebih-terstruktur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/15/337/2130061/berkaca-bom-bunuh-diri-di-medan-menhub-ingin-perekrutan-ojol-lebih-terstruktur"/><item><title>Berkaca Bom Bunuh Diri di Medan, Menhub Ingin Perekrutan Ojol Lebih Terstruktur</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/15/337/2130061/berkaca-bom-bunuh-diri-di-medan-menhub-ingin-perekrutan-ojol-lebih-terstruktur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/15/337/2130061/berkaca-bom-bunuh-diri-di-medan-menhub-ingin-perekrutan-ojol-lebih-terstruktur</guid><pubDate>Jum'at 15 November 2019 01:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/14/337/2130061/berkaca-bom-bunuh-diri-di-medan-menhub-ingin-perekrutan-ojol-lebih-terstruktur-3Ms2FxJCaw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menhub, Budi Karya Sumadi. (Foto: Okezone.com/Fahreza Rizky)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/14/337/2130061/berkaca-bom-bunuh-diri-di-medan-menhub-ingin-perekrutan-ojol-lebih-terstruktur-3Ms2FxJCaw.jpg</image><title>Menhub, Budi Karya Sumadi. (Foto: Okezone.com/Fahreza Rizky)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta perekrutan driver ojek online (ojol) lebih baik. Hal ini menyikapi pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan yang mengenakan seragam ojol.
Meski meminta lebih selektif, namun di sisi lain Budi Karya tak mau perekrutan mitra bagi penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi dipersulit.
&quot;Kita dalam iklim seperti ini memang enggak boleh susah-susah. Sudah benar, tapi (harus lebih) terstruktur, harus lebih baik,&quot; kata Budi di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/10/2019).
Budi Karya menerangkan, Kemenhub ingin melakukan diskusi lebih lanjut dengan perusahaan aplikator. Menurut dia, Pemerintah ingin mencari solusi atas adanya peristiwa bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan yang pelakunya mengenakan seragam ojol.

Mantan Dirut Angkasa Pura II itu memastikan bahwa Pemerintah tak akan melakukan regulasi yang begitu ketat terhadap perusahaan aplikator.
&quot;Kita adakan diskusi dengan aplikator, kita cari jalan keluar bagaimana pengaturan itu, kita kembalikan ke mereka. Kita enggak mau ada regulasi yang begitu ketat, tapi kita ada harapan-harapan atau guideline dari mereka,&quot; ucapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta perekrutan driver ojek online (ojol) lebih baik. Hal ini menyikapi pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan yang mengenakan seragam ojol.
Meski meminta lebih selektif, namun di sisi lain Budi Karya tak mau perekrutan mitra bagi penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi dipersulit.
&quot;Kita dalam iklim seperti ini memang enggak boleh susah-susah. Sudah benar, tapi (harus lebih) terstruktur, harus lebih baik,&quot; kata Budi di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/10/2019).
Budi Karya menerangkan, Kemenhub ingin melakukan diskusi lebih lanjut dengan perusahaan aplikator. Menurut dia, Pemerintah ingin mencari solusi atas adanya peristiwa bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan yang pelakunya mengenakan seragam ojol.

Mantan Dirut Angkasa Pura II itu memastikan bahwa Pemerintah tak akan melakukan regulasi yang begitu ketat terhadap perusahaan aplikator.
&quot;Kita adakan diskusi dengan aplikator, kita cari jalan keluar bagaimana pengaturan itu, kita kembalikan ke mereka. Kita enggak mau ada regulasi yang begitu ketat, tapi kita ada harapan-harapan atau guideline dari mereka,&quot; ucapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
