<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hingga Sore Ini, 177 Gempa Susulan Terjadi di Laut Maluku</title><description>Dari 177 gempa tersebut, 9 di antaranya getarannya dirasakan warga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/16/337/2130746/hingga-sore-ini-177-gempa-susulan-terjadi-di-laut-maluku</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/16/337/2130746/hingga-sore-ini-177-gempa-susulan-terjadi-di-laut-maluku"/><item><title>Hingga Sore Ini, 177 Gempa Susulan Terjadi di Laut Maluku</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/16/337/2130746/hingga-sore-ini-177-gempa-susulan-terjadi-di-laut-maluku</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/16/337/2130746/hingga-sore-ini-177-gempa-susulan-terjadi-di-laut-maluku</guid><pubDate>Sabtu 16 November 2019 16:37 WIB</pubDate><dc:creator>Subhan Sabu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/16/337/2130746/hingga-sore-ini-177-gempa-susulan-terjadi-di-laut-maluku-WOruRWqFjn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi. (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/16/337/2130746/hingga-sore-ini-177-gempa-susulan-terjadi-di-laut-maluku-WOruRWqFjn.jpg</image><title>ilustrasi. (Shutterstock)</title></images><description>MANADO &amp;ndash; Hingga Sabtu 16 November 2019 pukul 16.00 Wita, hasil monitoring BMKG terhadap Gempa Laut Maluku dengan Magnitudo 7,1 menunjukkan telah terjadi 177 kali aktivitas gempa susulan (aftershocks) dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.
&quot;Gempa susulan dengan magnitudo paling besar mencapai M 6,1 dan terkecil M 2,7. Gempa susulan yang guncangannya dirasakan masyarakat terjadi sebanyak 9 kali,&quot; ujar Kasi Data dan Info BMKG Sulut Edward H Mengko, Sabtu (16/11/2019).
Gempa Laut Maluku merupakan tipe gempa yang didahului aktivitas gempa pendahuluan (foreshocks), kemudian terjadi gempa utama (main shock) dengan magnitudo paling besar, selanjutnya diikuti serangkaian aktivitas gempa susulan (aftershocks).

&quot;Hasil monitoring BMKG menunjukkan sebelum terjadi gempa utama M 7,1 di Laut Maluku pada 14 November 2019 terjadi aktivitas gempa berkekuatan kecil yang merupakan gempa pendahuluan (foreshocks),&quot; kata Mengko.

Baca Juga : Maluku Diguncang Gempa, Jokowi Sebut Penanganannya Sudah Lebih Baik 
Peta seismisitas Laut Maluku menunjukkan, pada 12 November 2019 di sekitar lokasi episenter gempa utama M 7,1 terdapat 2 aktivitas gempa berkekuatan M 4,4 dan M 3,4.
&quot;Ini bukti bahwa Gempa Laut Maluku didahului aktivitas gempa pembuka,&quot; tutur Mengko.

Baca Juga : Gempa Maluku: 36 Unit Bangunan Rusak, 3 Warga Luka Tertimpa Batu Bata </description><content:encoded>MANADO &amp;ndash; Hingga Sabtu 16 November 2019 pukul 16.00 Wita, hasil monitoring BMKG terhadap Gempa Laut Maluku dengan Magnitudo 7,1 menunjukkan telah terjadi 177 kali aktivitas gempa susulan (aftershocks) dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman.
&quot;Gempa susulan dengan magnitudo paling besar mencapai M 6,1 dan terkecil M 2,7. Gempa susulan yang guncangannya dirasakan masyarakat terjadi sebanyak 9 kali,&quot; ujar Kasi Data dan Info BMKG Sulut Edward H Mengko, Sabtu (16/11/2019).
Gempa Laut Maluku merupakan tipe gempa yang didahului aktivitas gempa pendahuluan (foreshocks), kemudian terjadi gempa utama (main shock) dengan magnitudo paling besar, selanjutnya diikuti serangkaian aktivitas gempa susulan (aftershocks).

&quot;Hasil monitoring BMKG menunjukkan sebelum terjadi gempa utama M 7,1 di Laut Maluku pada 14 November 2019 terjadi aktivitas gempa berkekuatan kecil yang merupakan gempa pendahuluan (foreshocks),&quot; kata Mengko.

Baca Juga : Maluku Diguncang Gempa, Jokowi Sebut Penanganannya Sudah Lebih Baik 
Peta seismisitas Laut Maluku menunjukkan, pada 12 November 2019 di sekitar lokasi episenter gempa utama M 7,1 terdapat 2 aktivitas gempa berkekuatan M 4,4 dan M 3,4.
&quot;Ini bukti bahwa Gempa Laut Maluku didahului aktivitas gempa pembuka,&quot; tutur Mengko.

Baca Juga : Gempa Maluku: 36 Unit Bangunan Rusak, 3 Warga Luka Tertimpa Batu Bata </content:encoded></item></channel></rss>
