<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Cara Bagaimana Memberitakan Kelompok Masyarakat Terpinggirkan</title><description>Orang Rimba atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kubu, sanak, dan dulur, merupakan salah satu komunitas masyarakat minoritas di Jambi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/17/337/2130881/ini-cara-bagaimana-memberitakan-kelompok-masyarakat-terpinggirkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/17/337/2130881/ini-cara-bagaimana-memberitakan-kelompok-masyarakat-terpinggirkan"/><item><title>Ini Cara Bagaimana Memberitakan Kelompok Masyarakat Terpinggirkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/17/337/2130881/ini-cara-bagaimana-memberitakan-kelompok-masyarakat-terpinggirkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/17/337/2130881/ini-cara-bagaimana-memberitakan-kelompok-masyarakat-terpinggirkan</guid><pubDate>Minggu 17 November 2019 22:09 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/17/337/2130881/ini-cara-bagaimana-memberitakan-kelompok-masyarakat-terpinggirkan-vuw5B8X7rY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi suku anak dalam (foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/17/337/2130881/ini-cara-bagaimana-memberitakan-kelompok-masyarakat-terpinggirkan-vuw5B8X7rY.jpg</image><title>ilustrasi suku anak dalam (foto: Ist)</title></images><description>JAMBI - Orang Rimba atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kubu, sanak, dan dulur, merupakan salah satu komunitas masyarakat minoritas di Jambi. kemungkinan besar Orang Rimba merupakan proto Melayu yang sengaja mengisolasi diri dengan dunia luar. Mereka menyebar di kawasan TNBD, selatan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) dan sepanjang Jalan Lintas Sumatera Sarolangun-Bungo.

Demikian diungkap Manager Program Konservasi dan Suku Adat Marginal KKI WARSI Robert Aritonang saat menjadi pembicara pada workshop meliput isu lingkungan di Festival Media AJI Sabtu, (16/11). Eksistensi orang rimba di tengah gencarnya deforestasi hutan, sengaja diangkat sebagai tema meliput isu lingkuangan kali ini. Menurut Robert, saat ini banyak kelompok orang rimba hidup di kawasan perkebunan sawit. Kelompok ini hidup dalam kemiskinan absolut serta kerap terkena masalah sosial dan rawan konflik.

&quot;Sebenarnya ada beberapa cara mengangkat orang rimba dari kondisi kemiskinan absolut ini salah satunya adalah kebijakan yang berpihak pada orang rimba&quot; kata Robert.



Dia mencontohkan,  seandainya pemerintah mau mengatur pemberian izin konsesi perusahaan dimana 10% dari luas wilayah konsesi dialokasikan untuk orang rimba. Selain alokasi ruang hidup pendidikan dan kesehatan juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan kesejahteraan orang rimba.

Masalah kesehatan cukup dicermati oleh KKI WARSI karena angka kematian dan kesakitannya cukup tinggi. Merujuk pada data KKI WARSI beberapa penyakit yang menyerang Orang Rimba antara lain penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), malaria, infeksi kulit, diare, cacingan, dan masalah kesehatan gigi.

Terdapat juga kasus penyakit tubercolusis paru (TB paru) di salah  satu kelompok Orang Rimba di timur laut TNBD. Kasus kematian bayi akibat  infeksi tetanus neonatorum juga sangat tinggi. Serta ditemukan juga  kasus hepatitis.

Pembicara dari jurnalis Kompas, Irma Tambunan, menceritakan  pengalamannya dalam memberitakan kondisi kesehatan orang rimba.  Menurutnya, sejauh ini pemberitaan mengenai isu kesehatan memberikan  dampak positif pada orang rimba.

&quot;Setelah pemberitaan mengenai kondisi kesehatan orang rimba layanan kesehatan dari pemerintah turun ke lokasi&quot; ujarnya.

Meski begitu, menurutnya, pemberitaan mengenai kelompok masyarakat  yang terpinggirkan seperti orang rimba harus terus disuarakan agar  mendapat perhatian dari pemerintah. Workshop meliput isu lingkungan  menjadi salah satu kegiatan Festival Media AJI 2019. Lebih dari seratus  peserta mengikuti kelas ini. Mereka dari kalangan jurnalis, mahasiswa,  dan masyarakat umum.


</description><content:encoded>JAMBI - Orang Rimba atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kubu, sanak, dan dulur, merupakan salah satu komunitas masyarakat minoritas di Jambi. kemungkinan besar Orang Rimba merupakan proto Melayu yang sengaja mengisolasi diri dengan dunia luar. Mereka menyebar di kawasan TNBD, selatan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) dan sepanjang Jalan Lintas Sumatera Sarolangun-Bungo.

Demikian diungkap Manager Program Konservasi dan Suku Adat Marginal KKI WARSI Robert Aritonang saat menjadi pembicara pada workshop meliput isu lingkungan di Festival Media AJI Sabtu, (16/11). Eksistensi orang rimba di tengah gencarnya deforestasi hutan, sengaja diangkat sebagai tema meliput isu lingkuangan kali ini. Menurut Robert, saat ini banyak kelompok orang rimba hidup di kawasan perkebunan sawit. Kelompok ini hidup dalam kemiskinan absolut serta kerap terkena masalah sosial dan rawan konflik.

&quot;Sebenarnya ada beberapa cara mengangkat orang rimba dari kondisi kemiskinan absolut ini salah satunya adalah kebijakan yang berpihak pada orang rimba&quot; kata Robert.



Dia mencontohkan,  seandainya pemerintah mau mengatur pemberian izin konsesi perusahaan dimana 10% dari luas wilayah konsesi dialokasikan untuk orang rimba. Selain alokasi ruang hidup pendidikan dan kesehatan juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan kesejahteraan orang rimba.

Masalah kesehatan cukup dicermati oleh KKI WARSI karena angka kematian dan kesakitannya cukup tinggi. Merujuk pada data KKI WARSI beberapa penyakit yang menyerang Orang Rimba antara lain penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), malaria, infeksi kulit, diare, cacingan, dan masalah kesehatan gigi.

Terdapat juga kasus penyakit tubercolusis paru (TB paru) di salah  satu kelompok Orang Rimba di timur laut TNBD. Kasus kematian bayi akibat  infeksi tetanus neonatorum juga sangat tinggi. Serta ditemukan juga  kasus hepatitis.

Pembicara dari jurnalis Kompas, Irma Tambunan, menceritakan  pengalamannya dalam memberitakan kondisi kesehatan orang rimba.  Menurutnya, sejauh ini pemberitaan mengenai isu kesehatan memberikan  dampak positif pada orang rimba.

&quot;Setelah pemberitaan mengenai kondisi kesehatan orang rimba layanan kesehatan dari pemerintah turun ke lokasi&quot; ujarnya.

Meski begitu, menurutnya, pemberitaan mengenai kelompok masyarakat  yang terpinggirkan seperti orang rimba harus terus disuarakan agar  mendapat perhatian dari pemerintah. Workshop meliput isu lingkungan  menjadi salah satu kegiatan Festival Media AJI 2019. Lebih dari seratus  peserta mengikuti kelas ini. Mereka dari kalangan jurnalis, mahasiswa,  dan masyarakat umum.


</content:encoded></item></channel></rss>
