<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Tolak Autopsi 2 Jenazah Korban Longsor Proyek KRL Bogor-Sukabumi</title><description>Jasad dua pemuda yakni, Muhammad Hanafi dan Tri Wisnu Mukti tiba di rumah duka, Desa Kronggen Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/17/512/2130892/keluarga-tolak-autopsi-2-jenazah-korban-longsor-proyek-krl-bogor-sukabumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/17/512/2130892/keluarga-tolak-autopsi-2-jenazah-korban-longsor-proyek-krl-bogor-sukabumi"/><item><title>Keluarga Tolak Autopsi 2 Jenazah Korban Longsor Proyek KRL Bogor-Sukabumi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/17/512/2130892/keluarga-tolak-autopsi-2-jenazah-korban-longsor-proyek-krl-bogor-sukabumi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/17/512/2130892/keluarga-tolak-autopsi-2-jenazah-korban-longsor-proyek-krl-bogor-sukabumi</guid><pubDate>Minggu 17 November 2019 13:32 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/17/512/2130892/keluarga-tolak-autopsi-2-jenazah-korban-longsor-proyek-krl-bogor-sukabumi-YyvHfcqxyM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/17/512/2130892/keluarga-tolak-autopsi-2-jenazah-korban-longsor-proyek-krl-bogor-sukabumi-YyvHfcqxyM.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>GROBOGAN - Jenazah dua korban longsor proyek pengerjaan double track KRL Sukabumi-Bogor, tiba di rumah duka Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng). Pihak keluarga ikhlas dengan peristiwa nahas yang menimpa.
Sebagaimana diberitakan iNews.id,&amp;nbsp;jasad dua pemuda yakni, Muhammad Hanafi dan Tri Wisnu Mukti tiba di rumah duka, Desa Kronggen Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan. Kedua korban ternyata masih memiliki hubungan saudara.
&quot;Kami dari pihak keluarga sudah ikhlas. Ini kan musibah,&quot; kata adik Tri Wisnu, Bagus di rumah duka Kabupaten Grobogan, Jateng, Minggu (17/11/2019).
Menurut dia, kabar tersebut awalnya didapat dari rekan-rekan satu profesi adik kandungnya itu. Begitu mendapat informasi tersebut, dia segera meminta penjelasan dari penanggung jawab proyek tersebut, barulah keluarga percaya kabar kematian korban.

Dari informasinya yang dia dapat, Tri Wisnu tewas tertindih besi ketika sedang memasang pondasi di bawah rel. Selain itu, keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap dua jenazah korban.
Baca juga:&amp;nbsp;Longsor di Proyek Double Track KRL Bogor-Sukabumi, 2 Pekerja Tewas
Sementara itu, kakak korban Tri Wisnu, Dwi Sunarto mengatakan, dia sebelumnya juga bekerja di proyek tersebut bersama dengan sang adik. Namun dia pindah kerja, sehingga dia merasa bersyukur karena terhindar dari kecelakaan kerja itu.
&quot;Sebelumnya di sana juga. Tapi saya sudah pindah beberapa hari sebelum kecelakaan,&quot; ujar dia.
Keluarga hanya berharap, pihak perusahaan dapat bertanggung jawab atas kecelakaan itu dan memberikan asuransi yang menjadi hak korban, mengingat Tri Wisnu merupakan tulang punggung keluarga.
Rencananya jenazah Tri Wisnu dan Hanafi akan dimakamkan di TPU Desa Kronggen, Minggu siang nanti. Hingga kini kerabat dan tetangga masih berdatangan ke rumah duka kedua korban.</description><content:encoded>GROBOGAN - Jenazah dua korban longsor proyek pengerjaan double track KRL Sukabumi-Bogor, tiba di rumah duka Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng). Pihak keluarga ikhlas dengan peristiwa nahas yang menimpa.
Sebagaimana diberitakan iNews.id,&amp;nbsp;jasad dua pemuda yakni, Muhammad Hanafi dan Tri Wisnu Mukti tiba di rumah duka, Desa Kronggen Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan. Kedua korban ternyata masih memiliki hubungan saudara.
&quot;Kami dari pihak keluarga sudah ikhlas. Ini kan musibah,&quot; kata adik Tri Wisnu, Bagus di rumah duka Kabupaten Grobogan, Jateng, Minggu (17/11/2019).
Menurut dia, kabar tersebut awalnya didapat dari rekan-rekan satu profesi adik kandungnya itu. Begitu mendapat informasi tersebut, dia segera meminta penjelasan dari penanggung jawab proyek tersebut, barulah keluarga percaya kabar kematian korban.

Dari informasinya yang dia dapat, Tri Wisnu tewas tertindih besi ketika sedang memasang pondasi di bawah rel. Selain itu, keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap dua jenazah korban.
Baca juga:&amp;nbsp;Longsor di Proyek Double Track KRL Bogor-Sukabumi, 2 Pekerja Tewas
Sementara itu, kakak korban Tri Wisnu, Dwi Sunarto mengatakan, dia sebelumnya juga bekerja di proyek tersebut bersama dengan sang adik. Namun dia pindah kerja, sehingga dia merasa bersyukur karena terhindar dari kecelakaan kerja itu.
&quot;Sebelumnya di sana juga. Tapi saya sudah pindah beberapa hari sebelum kecelakaan,&quot; ujar dia.
Keluarga hanya berharap, pihak perusahaan dapat bertanggung jawab atas kecelakaan itu dan memberikan asuransi yang menjadi hak korban, mengingat Tri Wisnu merupakan tulang punggung keluarga.
Rencananya jenazah Tri Wisnu dan Hanafi akan dimakamkan di TPU Desa Kronggen, Minggu siang nanti. Hingga kini kerabat dan tetangga masih berdatangan ke rumah duka kedua korban.</content:encoded></item></channel></rss>
