<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Reformasi Birokrasi Salah Satu Pendukung Karier Menlu Retno Hingga Kini </title><description>Retno Marsudi mengatakan bahwa dia menikmati dampak dari reformasi birokrasi yang dilakukan Menlu Hassan Wirajuda.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/19/18/2131879/reformasi-birokrasi-salah-satu-pendukung-karier-menlu-retno-hingga-kini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/19/18/2131879/reformasi-birokrasi-salah-satu-pendukung-karier-menlu-retno-hingga-kini"/><item><title>Reformasi Birokrasi Salah Satu Pendukung Karier Menlu Retno Hingga Kini </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/19/18/2131879/reformasi-birokrasi-salah-satu-pendukung-karier-menlu-retno-hingga-kini</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/19/18/2131879/reformasi-birokrasi-salah-satu-pendukung-karier-menlu-retno-hingga-kini</guid><pubDate>Selasa 19 November 2019 18:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/19/18/2131879/reformasi-birokrasi-salah-satu-pendukung-karier-menlu-retno-hingga-kini-3xlzYxCWYC.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. (Foto: Okezone/Dede Kurniawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/19/18/2131879/reformasi-birokrasi-salah-satu-pendukung-karier-menlu-retno-hingga-kini-3xlzYxCWYC.jpeg</image><title>Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi. (Foto: Okezone/Dede Kurniawan)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang menikmati hasil dari reformasi birokrasi yang dilakukan pendahulunya dan oleh karenanya ingin menjaga sistem itu terus berlaku di kementerian yang dia pimpin. Hal itu termasuk ke dalam salah satu dari empat prioritas kebijakan Kementerian Luar Negeri RI selama lima tahun ke depan.
Dalam wawancara dengan Okezone, Menlu Retno mengungkapkan bahwa  Kementerian Luar Negeri adalah salah satu kementerian yang sudah memberlakukan apa yang disebut dengan sistem meritokrasi, yang memberikan kesempatan pada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan dan prestasi, bukan berdasarkan senioritas atau sistem &amp;ldquo;urut kacang&amp;rdquo; seperti yang banyak digunakan pada saat itu.
BACA JUGA: Retno Marsudi, Srikandi Diplomasi Indonesia Kembali Dipercaya Sebagai Menteri Luar Negeri
&amp;ldquo;Pada saat itu, terima kasih kepada Pak (mantan menteri luar negeri) Hassan Wirajuda, dirombak semuanya (menjadi) meritokrasi. Makanya ada beberapa orang yang menurut penilaian Pak Hassan Wirajuda saat itu dinilai mampu diberi kepercayaan. saya salah satu penikmatnya, Pak (mantan menteri luar negeri) Marty (Natalegawa) juga,&amp;rdquo; jelasnya.

Dengan sistem meritokrasi, posisi yang diduduki harus diraih karena kepantasan, tidak ada yang otomatis menjabat suatu posisi setelah menjabat posisi sebelumnya. Menurut Retno sistem ini membuat semua harus bekerja keras untuk menunjukkan bahwa mereka pantas, sehingga tidak ada yang dirugikan.
Dalam sistem tersebut, Retno membuktikan kepantasannya, yang terlihat dari peningkatan kariernya yang cepat. Setelah dipercaya menjadi direktur di usia yang relatif muda, 38 tahun, dia kemudian diangkat menjadi duta besar di usia 42 tahun, dan menjadi direktur jenderal pada usia 45 tahun.
&amp;ldquo;Maka kewajiban saya adalah saya harus menjaga sistem itu, dan kita semuanya berkomitmen. Rata-rata pejabat eselon 1 yang sekarang ada (di Kemlu) adalah penikmat dari sistem meritokrasi yang sudah didorong di Kemlu,&amp;rdquo; kata Menlu Retno.

Selain melanjutkan sistem yang sudah berjalan, Kemlu RI di bawah  kepemimpinan Menlu Retno juga berupaya melakukan reformasi di  bidang-bidang lain, termasuk terkait pelayanan publik dan efektivitas  kerja.
BACA JUGA: Dukungan Orangtua dan Suami Jadi Pendorong Kesuksesan Menlu Retno Marsudi
&amp;ldquo;Sekarang yang kita coba reformasi adalah termasuk inovasi,  pelayanan. Ada berapa elemen di Kemlu itu yang berkaitan dengan publik,  seperti kekonsuleran, akan terus kita reformasi. Kemudian reformasi yang  lainnya adalah paperless (tanpa kertas). Kita ingin kantor ini menjadi  kantor yang modern, yang tidak membuang energi, tidak membuang banyak  uang, semuanya serba cepat.
Penggunaan teknologi informasi juga semakin ditingkatkan dalam  komunikasi Kemlu RI, baik di jajaran pejabat eselon 1 dan 2, tetapi juga  dengan perwakilan RI di luar negeri. Dengan begitu informasi bisa  diperoleh secara aktual, terutama jika ada kejadian penting di luar  negeri.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa dirinya adalah orang yang menikmati hasil dari reformasi birokrasi yang dilakukan pendahulunya dan oleh karenanya ingin menjaga sistem itu terus berlaku di kementerian yang dia pimpin. Hal itu termasuk ke dalam salah satu dari empat prioritas kebijakan Kementerian Luar Negeri RI selama lima tahun ke depan.
Dalam wawancara dengan Okezone, Menlu Retno mengungkapkan bahwa  Kementerian Luar Negeri adalah salah satu kementerian yang sudah memberlakukan apa yang disebut dengan sistem meritokrasi, yang memberikan kesempatan pada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan dan prestasi, bukan berdasarkan senioritas atau sistem &amp;ldquo;urut kacang&amp;rdquo; seperti yang banyak digunakan pada saat itu.
BACA JUGA: Retno Marsudi, Srikandi Diplomasi Indonesia Kembali Dipercaya Sebagai Menteri Luar Negeri
&amp;ldquo;Pada saat itu, terima kasih kepada Pak (mantan menteri luar negeri) Hassan Wirajuda, dirombak semuanya (menjadi) meritokrasi. Makanya ada beberapa orang yang menurut penilaian Pak Hassan Wirajuda saat itu dinilai mampu diberi kepercayaan. saya salah satu penikmatnya, Pak (mantan menteri luar negeri) Marty (Natalegawa) juga,&amp;rdquo; jelasnya.

Dengan sistem meritokrasi, posisi yang diduduki harus diraih karena kepantasan, tidak ada yang otomatis menjabat suatu posisi setelah menjabat posisi sebelumnya. Menurut Retno sistem ini membuat semua harus bekerja keras untuk menunjukkan bahwa mereka pantas, sehingga tidak ada yang dirugikan.
Dalam sistem tersebut, Retno membuktikan kepantasannya, yang terlihat dari peningkatan kariernya yang cepat. Setelah dipercaya menjadi direktur di usia yang relatif muda, 38 tahun, dia kemudian diangkat menjadi duta besar di usia 42 tahun, dan menjadi direktur jenderal pada usia 45 tahun.
&amp;ldquo;Maka kewajiban saya adalah saya harus menjaga sistem itu, dan kita semuanya berkomitmen. Rata-rata pejabat eselon 1 yang sekarang ada (di Kemlu) adalah penikmat dari sistem meritokrasi yang sudah didorong di Kemlu,&amp;rdquo; kata Menlu Retno.

Selain melanjutkan sistem yang sudah berjalan, Kemlu RI di bawah  kepemimpinan Menlu Retno juga berupaya melakukan reformasi di  bidang-bidang lain, termasuk terkait pelayanan publik dan efektivitas  kerja.
BACA JUGA: Dukungan Orangtua dan Suami Jadi Pendorong Kesuksesan Menlu Retno Marsudi
&amp;ldquo;Sekarang yang kita coba reformasi adalah termasuk inovasi,  pelayanan. Ada berapa elemen di Kemlu itu yang berkaitan dengan publik,  seperti kekonsuleran, akan terus kita reformasi. Kemudian reformasi yang  lainnya adalah paperless (tanpa kertas). Kita ingin kantor ini menjadi  kantor yang modern, yang tidak membuang energi, tidak membuang banyak  uang, semuanya serba cepat.
Penggunaan teknologi informasi juga semakin ditingkatkan dalam  komunikasi Kemlu RI, baik di jajaran pejabat eselon 1 dan 2, tetapi juga  dengan perwakilan RI di luar negeri. Dengan begitu informasi bisa  diperoleh secara aktual, terutama jika ada kejadian penting di luar  negeri.</content:encoded></item></channel></rss>
