<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Bikin Gaduh Lagi, Sukmawati!</title><description>Sukmawati Soekarnoputri kembali menjadi kontroversi usai ucapannya yang membandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno viral di media sosial.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/20/337/2131883/jangan-bikin-gaduh-lagi-sukmawati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/20/337/2131883/jangan-bikin-gaduh-lagi-sukmawati"/><item><title>Jangan Bikin Gaduh Lagi, Sukmawati!</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/20/337/2131883/jangan-bikin-gaduh-lagi-sukmawati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/20/337/2131883/jangan-bikin-gaduh-lagi-sukmawati</guid><pubDate>Rabu 20 November 2019 07:12 WIB</pubDate><dc:creator>Khafid Mardiyansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/19/337/2131883/jangan-bikin-gaduh-lagi-sukmawati-s48BgudpjS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sukmawati Soekarnoputri (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/19/337/2131883/jangan-bikin-gaduh-lagi-sukmawati-s48BgudpjS.jpg</image><title>Sukmawati Soekarnoputri (Foto: Okezone)</title></images><description>PUTRI presiden pertama Indonesia, Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri kembali menjadi kontroversi usai ucapannya yang membandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Sukmawati diketahui tengah berada di dalam forum diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme' pada Senin 11 November 2019.

Saat itu, Sukmawati membahas bahwa ada kaum radikal yang membandingkan Alquran dan Pancasila dalam proses rekrutmen mereka. Lalu, di tengah pembahasan itu Sukmawati pun melontarkan pertanyaan ke audiens.



&quot;Mana yang lebih bagus Pancasila sama Al Quran? Gitu kan. Sekarang saya mau tanya ini semua, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad, apa Insinyur Sukarno? Untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau menjawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini. Terima kasih silahkan duduk,&quot; ucap Sukmawati.

Pernyataan itu lantas menimbulkan kontroversi. Berbagai pihak mengecam penyataan Sukmawati. Beberapa diantaranya juga mendukung apa yang Sukmawati ucapkan, karena ucapan tersebut diyakini tak ada nada melecehkan Nabi Muhammad.

Dilaporkan ke Polisi

Akibat penyataannya yang membandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad,  Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh anggota  Koordinator Bela Islam (Korlabi), bernama Ratih Puspa Nusanti pada Jumat  15 November 2019.

&quot;Saya dan kawan-kawan di Korlabi hanya mendampingi Ibu Ratih atas  pribadi beliau,&quot; kata Sekretaris Jenderal Korlabi, Habib Novel Bamukmin  kepada wartawan, Sabtu (16/11/2019).



Ia menduga Sukmawati telah melakukan penghinaan terhadap Nabi  Muhammad SAW. Pihaknya melaporkan Sukmawati dengan pasal 156 a KUHP.

&quot;Menurut yang saya dengar saat pendampingi beliau (Ratih) bahwa  merasa Nabi Muhammad dihina dengan membandingkan antara sosok Soekarno  dan Nabi Muhammad yang kami duga sudah menistakan agama dengan ancaman  pasal 156a yaitu 5 tahun penjara,&quot; ujarnya.

Laporan tersebut tertuang dalam nomor  LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 15 November 2019. Adapun pasal  yang disangkakan dengan Pasal 156A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana  atau KUHP.

Sukmawati juga dilaporkan seorang warga Bandung bernama Irvan  Novianda ke Polda Metro Jaya. Kuasa hukum Irfan, Sumadi Admaja menilai,  putri proklamator RI itu sudah sering melontarkan pernyataan  kontroversi. Sebelumnya, ia juga pernah membuat puisi berjudul &quot;Ibu  Indonesia&quot; dan dianggap menodai agama Islam.



&quot;Disini dia sudah dua kali, berulang kali, kemarin masalah kidung dia  sudah meminta maaf ke MUI, tapi ini dia berulang lagi berarti kan  memang ada niat,&quot; kata Sumadi di Polda Metro Jaya.

Laporan Irvan tertuang dalam nomor LP/7456/XI/2019/PMJ/Dit.  Reskrimum. Pasal yang disangkakan adalah Pasal 156a Kitab Undang-undang  Hukum Pidana (KUHP) tentang penodaan agama.

Tuai Kecaman Banyak Pihak

Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI), Sugito Atmo Prawiro   mengatakan pernyataan Sukmawati dalam perihal membandingkan Soekarno,   dan Nabi Muhammad sangat tidak pantas, apalagi dilontarkan seorang tokoh   trah Soekarno.

&quot;Bukan pada tempatnya untuk dibandingkan, Nabi Muhammad kan panutan   seluruh umat Islam di seluruh dunia, kalau Soekarno kan proklamator dan   pendiri bangsa untuk Indonesia,&quot; kata Sugito kepada Okezone.

Sementara itu, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia   (MUI) Anwar Abbas mengatakan, seharusnya sebagai salah satu putri   Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri menghormati sosok Rasulullah   Nabi Muhammad SAW dan Kitab Suci Alquran.



&quot;Nabi muhammad adalah tokoh panutan umat Islam. Oleh karena itu umat Islam sangat menghormatinya,&quot; kata Anwar kepada Okezone.

Selain itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)   Helmy Faishal Zaini menilai pernyataan Sukmawati yang membandingkan   Nabi Muhammad dengan Soekarno adalah tidak tepat.

&quot;Pernyataan Sukmawati dalam forum tersebut sangat tidak tepat dan keliru besar,&quot; kata Helmy dalam keterangan pers tertulisnya.



Dia berpendapat, pernyataan putri proklamator RI itu tidak   kontekstual dan tidak ada manfaatnya sama sekali. Justru, kata Helmy,   pernyataan itu hanya akan menimbulkan kesalahpahaman dan ketersinggungan   di kalangan umat.

&quot;Terlebih Bung Karno adalah sosok yang sangat mengagumi kepemimpinan   Nabi Muhammad SAW. Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW justru menjadi   inspirasi besar lahirnya kemerdekaan Indonesia. Karena Nabi mengajarkan   Islam sebagai agama pembebasan, dari belenggu kelaparan dan  kemiskinan,&quot;  terangnya.

Di lain pihak, Politikus PDI Perjuangan Hendrawan mengatakan pihaknya   ingin perkara itu tidak perlu diperpanjang, karena ia percaya kalau   Sukmawati tidak bermaksud untuk menistakan agama.

&quot;Tidak perlu diperpanjang karena memang niatannya bukan untuk meremehkan atau menistakan,&quot; ucap Hendrawan kepada Okezone.

Lebih lanjut, Hendrawan pun menyebut bahwa nilai-nilai kebangsaan dan   juga nilai-nilai religiositas bersinergi dalam perjuangan bangsa untuk   meraih kemerdekaan.

Klarifikasi Sukmawati

Sukmawati mengklarifikasi pernyataannya soal Nabi Muhammad SAW dan    Presiden Soekarno yang belakangan jadi polemik bahkan dirinya dilaporkan    ke Polda Metro Jaya karena dituding menistakan agama.

Sukmawati mengatakan dirinya tidak menistakan agama. Adik dari    Megawati Soekarnoputri ini menuding ada media online yang memelitir    pernyataannya soalah-olah membandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno.

Dalam sebuah program wawancara yang disiarkan KompasTV, Sukmawati    menjelaskan duduk perkara. Awalnya, ia diundang sebagai salah satu    pembicara dalam focus group discussion (FGD) pada 11 November 2019.



Sukmawati menilai beberapa pernyataannya dipelintir oleh salah satu    media seolah-olah dia membandingkan Alquran dengan Pancasila dan Nabi    Muhammad dengan Soekarno hingga menimbulkan polemik di masyarakat.

&quot;Saya merasa dirugikan oleh salah satu media online yang mempunyai    pemikiran usil atau tangan tangan jahil untuk mengubah kata-kata saya,    dan juga mengedit kata-kata saya. Itu mengecohkan semua masyarakat    Indonesia seolah-olah begitulah saya mengatakannya,&quot; kata Sukmawati.

Sukmawati menegaskan ia hanya mengambil contoh kutipan dari orang    yang dianggap sebagai perekrut calon radikalis dan teroris, lalu    menyampaikan informasi tersebut kepada peserta FGD.

Soal penyataan terkait Nabi Muhammad dan Soekarno, Sukmawati    menjelaskan dirinya hanya berupaya memberikan pertanyaan apakah para    mahasiwa yang hadir ke FGD mengetahui sejarah bangsanya atau tidak.

&quot;Saya hanya pengen tahu saja, apa generasi muda tahu sejarah Nabi    Muhammad SAW dan juga sejarah bangsanya. Itu hanya lontaran pertanyaan    bukan saya mengatakan jasa, tapi dibuatnya begitu kata-kata saya    diubah,&quot; imbuhnya

&quot;Saya tidak menistakan agama, saya memuliakan baginda Rasul dan menghormati kedua tokoh tersebut,&quot; pungkasnya

</description><content:encoded>PUTRI presiden pertama Indonesia, Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri kembali menjadi kontroversi usai ucapannya yang membandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Sukmawati diketahui tengah berada di dalam forum diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme' pada Senin 11 November 2019.

Saat itu, Sukmawati membahas bahwa ada kaum radikal yang membandingkan Alquran dan Pancasila dalam proses rekrutmen mereka. Lalu, di tengah pembahasan itu Sukmawati pun melontarkan pertanyaan ke audiens.



&quot;Mana yang lebih bagus Pancasila sama Al Quran? Gitu kan. Sekarang saya mau tanya ini semua, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad, apa Insinyur Sukarno? Untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau menjawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini. Terima kasih silahkan duduk,&quot; ucap Sukmawati.

Pernyataan itu lantas menimbulkan kontroversi. Berbagai pihak mengecam penyataan Sukmawati. Beberapa diantaranya juga mendukung apa yang Sukmawati ucapkan, karena ucapan tersebut diyakini tak ada nada melecehkan Nabi Muhammad.

Dilaporkan ke Polisi

Akibat penyataannya yang membandingkan Soekarno dengan Nabi Muhammad,  Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh anggota  Koordinator Bela Islam (Korlabi), bernama Ratih Puspa Nusanti pada Jumat  15 November 2019.

&quot;Saya dan kawan-kawan di Korlabi hanya mendampingi Ibu Ratih atas  pribadi beliau,&quot; kata Sekretaris Jenderal Korlabi, Habib Novel Bamukmin  kepada wartawan, Sabtu (16/11/2019).



Ia menduga Sukmawati telah melakukan penghinaan terhadap Nabi  Muhammad SAW. Pihaknya melaporkan Sukmawati dengan pasal 156 a KUHP.

&quot;Menurut yang saya dengar saat pendampingi beliau (Ratih) bahwa  merasa Nabi Muhammad dihina dengan membandingkan antara sosok Soekarno  dan Nabi Muhammad yang kami duga sudah menistakan agama dengan ancaman  pasal 156a yaitu 5 tahun penjara,&quot; ujarnya.

Laporan tersebut tertuang dalam nomor  LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 15 November 2019. Adapun pasal  yang disangkakan dengan Pasal 156A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana  atau KUHP.

Sukmawati juga dilaporkan seorang warga Bandung bernama Irvan  Novianda ke Polda Metro Jaya. Kuasa hukum Irfan, Sumadi Admaja menilai,  putri proklamator RI itu sudah sering melontarkan pernyataan  kontroversi. Sebelumnya, ia juga pernah membuat puisi berjudul &quot;Ibu  Indonesia&quot; dan dianggap menodai agama Islam.



&quot;Disini dia sudah dua kali, berulang kali, kemarin masalah kidung dia  sudah meminta maaf ke MUI, tapi ini dia berulang lagi berarti kan  memang ada niat,&quot; kata Sumadi di Polda Metro Jaya.

Laporan Irvan tertuang dalam nomor LP/7456/XI/2019/PMJ/Dit.  Reskrimum. Pasal yang disangkakan adalah Pasal 156a Kitab Undang-undang  Hukum Pidana (KUHP) tentang penodaan agama.

Tuai Kecaman Banyak Pihak

Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam (FPI), Sugito Atmo Prawiro   mengatakan pernyataan Sukmawati dalam perihal membandingkan Soekarno,   dan Nabi Muhammad sangat tidak pantas, apalagi dilontarkan seorang tokoh   trah Soekarno.

&quot;Bukan pada tempatnya untuk dibandingkan, Nabi Muhammad kan panutan   seluruh umat Islam di seluruh dunia, kalau Soekarno kan proklamator dan   pendiri bangsa untuk Indonesia,&quot; kata Sugito kepada Okezone.

Sementara itu, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia   (MUI) Anwar Abbas mengatakan, seharusnya sebagai salah satu putri   Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri menghormati sosok Rasulullah   Nabi Muhammad SAW dan Kitab Suci Alquran.



&quot;Nabi muhammad adalah tokoh panutan umat Islam. Oleh karena itu umat Islam sangat menghormatinya,&quot; kata Anwar kepada Okezone.

Selain itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)   Helmy Faishal Zaini menilai pernyataan Sukmawati yang membandingkan   Nabi Muhammad dengan Soekarno adalah tidak tepat.

&quot;Pernyataan Sukmawati dalam forum tersebut sangat tidak tepat dan keliru besar,&quot; kata Helmy dalam keterangan pers tertulisnya.



Dia berpendapat, pernyataan putri proklamator RI itu tidak   kontekstual dan tidak ada manfaatnya sama sekali. Justru, kata Helmy,   pernyataan itu hanya akan menimbulkan kesalahpahaman dan ketersinggungan   di kalangan umat.

&quot;Terlebih Bung Karno adalah sosok yang sangat mengagumi kepemimpinan   Nabi Muhammad SAW. Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW justru menjadi   inspirasi besar lahirnya kemerdekaan Indonesia. Karena Nabi mengajarkan   Islam sebagai agama pembebasan, dari belenggu kelaparan dan  kemiskinan,&quot;  terangnya.

Di lain pihak, Politikus PDI Perjuangan Hendrawan mengatakan pihaknya   ingin perkara itu tidak perlu diperpanjang, karena ia percaya kalau   Sukmawati tidak bermaksud untuk menistakan agama.

&quot;Tidak perlu diperpanjang karena memang niatannya bukan untuk meremehkan atau menistakan,&quot; ucap Hendrawan kepada Okezone.

Lebih lanjut, Hendrawan pun menyebut bahwa nilai-nilai kebangsaan dan   juga nilai-nilai religiositas bersinergi dalam perjuangan bangsa untuk   meraih kemerdekaan.

Klarifikasi Sukmawati

Sukmawati mengklarifikasi pernyataannya soal Nabi Muhammad SAW dan    Presiden Soekarno yang belakangan jadi polemik bahkan dirinya dilaporkan    ke Polda Metro Jaya karena dituding menistakan agama.

Sukmawati mengatakan dirinya tidak menistakan agama. Adik dari    Megawati Soekarnoputri ini menuding ada media online yang memelitir    pernyataannya soalah-olah membandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno.

Dalam sebuah program wawancara yang disiarkan KompasTV, Sukmawati    menjelaskan duduk perkara. Awalnya, ia diundang sebagai salah satu    pembicara dalam focus group discussion (FGD) pada 11 November 2019.



Sukmawati menilai beberapa pernyataannya dipelintir oleh salah satu    media seolah-olah dia membandingkan Alquran dengan Pancasila dan Nabi    Muhammad dengan Soekarno hingga menimbulkan polemik di masyarakat.

&quot;Saya merasa dirugikan oleh salah satu media online yang mempunyai    pemikiran usil atau tangan tangan jahil untuk mengubah kata-kata saya,    dan juga mengedit kata-kata saya. Itu mengecohkan semua masyarakat    Indonesia seolah-olah begitulah saya mengatakannya,&quot; kata Sukmawati.

Sukmawati menegaskan ia hanya mengambil contoh kutipan dari orang    yang dianggap sebagai perekrut calon radikalis dan teroris, lalu    menyampaikan informasi tersebut kepada peserta FGD.

Soal penyataan terkait Nabi Muhammad dan Soekarno, Sukmawati    menjelaskan dirinya hanya berupaya memberikan pertanyaan apakah para    mahasiwa yang hadir ke FGD mengetahui sejarah bangsanya atau tidak.

&quot;Saya hanya pengen tahu saja, apa generasi muda tahu sejarah Nabi    Muhammad SAW dan juga sejarah bangsanya. Itu hanya lontaran pertanyaan    bukan saya mengatakan jasa, tapi dibuatnya begitu kata-kata saya    diubah,&quot; imbuhnya

&quot;Saya tidak menistakan agama, saya memuliakan baginda Rasul dan menghormati kedua tokoh tersebut,&quot; pungkasnya

</content:encoded></item></channel></rss>
