<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dubes AS: Trump Beri Arahan untuk Tekan Ukraina </title><description>Sondland mengatakan arahan itu disampaikan oleh pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/21/18/2132580/dubes-as-trump-beri-arahan-untuk-tekan-ukraina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/21/18/2132580/dubes-as-trump-beri-arahan-untuk-tekan-ukraina"/><item><title>Dubes AS: Trump Beri Arahan untuk Tekan Ukraina </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/21/18/2132580/dubes-as-trump-beri-arahan-untuk-tekan-ukraina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/21/18/2132580/dubes-as-trump-beri-arahan-untuk-tekan-ukraina</guid><pubDate>Kamis 21 November 2019 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/21/18/2132580/dubes-as-trump-beri-arahan-untuk-tekan-ukraina-selidiki-capres-partai-demokrat-WSa9WGa7Yc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Duta Besar AS untuk Uni Eropa, Gordon Sondland. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/21/18/2132580/dubes-as-trump-beri-arahan-untuk-tekan-ukraina-selidiki-capres-partai-demokrat-WSa9WGa7Yc.jpg</image><title>Duta Besar AS untuk Uni Eropa, Gordon Sondland. (Foto: Reuters)</title></images><description>WASHINGTON - Seorang diplomat top Amerika Serikat (AS) mengatakan dalam penyelidikan pemakzulan bahwa ia mengikuti perintah Presiden Donald Trump untuk menekan Ukraina agar menyelidiki saingannya dari Partai Demokrat, Joe Biden.
Duta Besar Gordon Sondland mengatakan instruksi tersebut datang dari pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani.
Dalam pernyataan pembukaannya, Sondland, duta besar AS untuk Uni Eropa (UE) mengatakan dia telah bekerja dengan Giuliani &quot;atas arahan presiden&quot;. Meski dia adalah duta besar AS untuk UE, Sondland mengatakan, arahan singkatnya mencakup pekerjaan di Ukraina bersama rekan-rekan lainnya, walaupun negara itu bukan anggota UE.
BACA JUGA: Dua Diplomat Bersaksi Dalam Sidang Terbuka Penyelidikan Pemakzulan Donald Trump
&quot;Kami tidak ingin bekerja dengan Giuliani. Sederhananya, kami memainkan peran yang kami tangani. Kami semua mengerti bahwa jika kami menolak untuk bekerja dengan Giuliani, kami akan kehilangan peluang penting untuk mempererat hubungan antara Amerika Serikat dan Ukraina Jadi kami mengikuti perintah presiden,&quot; tambahnya sebagaimana dilansir BBC, Kamis (21/11/2019).
Dia kemudian mengonfirmasi bahwa presiden telah meminta penyelidikan dengan imbalan kunjungan Gedung Putih untuk Zelensky - sebuah quid pro quo, yang berarti bantuan sebagai imbalan atas bantuan.

&quot;Saya tahu bahwa anggota komite ini telah sering membingkai masalah rumit ini dalam bentuk pertanyaan sederhana: Apakah ada quid pro quo? Seperti yang saya bersaksi sebelumnya, sehubungan dengan telepon dengan Gedung Putih yang diminta dan pertemuan Gedung Putih, jawabannya adalah &amp;lsquo;ya&amp;rsquo;.&quot;
Namun, Sondland juga mengatakan dia tidak pernah secara langsung mendengar dari presiden bahwa bantuan militer akan dibebaskan sebagai ganti penyelidikan semacam itu. Diplomat AS itu mengatakan dia &quot;menentang keras&quot; penangguhan bantuan militer ke Ukraina, dan tidak pernah diberitahu mengapa bantuan itu ditahan.
Selain itu, Sondland bersikeras bahwa ini bukan sebuah rencana rahasia, seperti yang dikemukakan beberapa kritikus, sebaliknya dia berpendapat rencana itu transparan dan bahwa atasannya &quot;sepenuhnya mendukung&quot;.Penyelidikan pemakzulan itu sedang menilai apakah Trump menahan  bantuan militer ke Ukraina sebagai prasyarat memaksa Kiev menyelidiki  Biden. Trump membantah telah melakukan kesalahan.
Adalah ilegal di AS untuk mencari bantuan asing untuk mendapatkan  keuntungan dalam pemilu. Biden adalah salah satu pesaing utama untuk  nominasi Demokrat untuk pemilihan presiden 2020.
BACA JUGA: Saksi Sebut Trump Membuat Tuntutan Tidak Pantas ke Presiden Ukraina
Sondland mengatakan pada sidang terakhir di Parlemen AS bahwa  Giuliani telah meminta pernyataan publik dari pemimpin Ukraina Volodymyr  Zelensky untuk mengumumkan penyelidikan atas &quot;masalah korupsi&quot;.
Giuliani secara khusus menyebut perusahaan Burisma, di mana putra  Biden, Hunter, duduk sebagai anggota dewan, dan masalah seputar  pemilihan presiden AS 2016.
Jika dinyatakan bersalah dalam pemungutan suara mayoritas di  perlemen, Trump akan menghadapi persidangan pemakzulan di Senat. Tetapi  dua pertiga anggota dari Senat yang dikendalikan oleh Partai Republik  itu kemudian perlu memilih Trump untuk dicopot dari jabatannya.</description><content:encoded>WASHINGTON - Seorang diplomat top Amerika Serikat (AS) mengatakan dalam penyelidikan pemakzulan bahwa ia mengikuti perintah Presiden Donald Trump untuk menekan Ukraina agar menyelidiki saingannya dari Partai Demokrat, Joe Biden.
Duta Besar Gordon Sondland mengatakan instruksi tersebut datang dari pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani.
Dalam pernyataan pembukaannya, Sondland, duta besar AS untuk Uni Eropa (UE) mengatakan dia telah bekerja dengan Giuliani &quot;atas arahan presiden&quot;. Meski dia adalah duta besar AS untuk UE, Sondland mengatakan, arahan singkatnya mencakup pekerjaan di Ukraina bersama rekan-rekan lainnya, walaupun negara itu bukan anggota UE.
BACA JUGA: Dua Diplomat Bersaksi Dalam Sidang Terbuka Penyelidikan Pemakzulan Donald Trump
&quot;Kami tidak ingin bekerja dengan Giuliani. Sederhananya, kami memainkan peran yang kami tangani. Kami semua mengerti bahwa jika kami menolak untuk bekerja dengan Giuliani, kami akan kehilangan peluang penting untuk mempererat hubungan antara Amerika Serikat dan Ukraina Jadi kami mengikuti perintah presiden,&quot; tambahnya sebagaimana dilansir BBC, Kamis (21/11/2019).
Dia kemudian mengonfirmasi bahwa presiden telah meminta penyelidikan dengan imbalan kunjungan Gedung Putih untuk Zelensky - sebuah quid pro quo, yang berarti bantuan sebagai imbalan atas bantuan.

&quot;Saya tahu bahwa anggota komite ini telah sering membingkai masalah rumit ini dalam bentuk pertanyaan sederhana: Apakah ada quid pro quo? Seperti yang saya bersaksi sebelumnya, sehubungan dengan telepon dengan Gedung Putih yang diminta dan pertemuan Gedung Putih, jawabannya adalah &amp;lsquo;ya&amp;rsquo;.&quot;
Namun, Sondland juga mengatakan dia tidak pernah secara langsung mendengar dari presiden bahwa bantuan militer akan dibebaskan sebagai ganti penyelidikan semacam itu. Diplomat AS itu mengatakan dia &quot;menentang keras&quot; penangguhan bantuan militer ke Ukraina, dan tidak pernah diberitahu mengapa bantuan itu ditahan.
Selain itu, Sondland bersikeras bahwa ini bukan sebuah rencana rahasia, seperti yang dikemukakan beberapa kritikus, sebaliknya dia berpendapat rencana itu transparan dan bahwa atasannya &quot;sepenuhnya mendukung&quot;.Penyelidikan pemakzulan itu sedang menilai apakah Trump menahan  bantuan militer ke Ukraina sebagai prasyarat memaksa Kiev menyelidiki  Biden. Trump membantah telah melakukan kesalahan.
Adalah ilegal di AS untuk mencari bantuan asing untuk mendapatkan  keuntungan dalam pemilu. Biden adalah salah satu pesaing utama untuk  nominasi Demokrat untuk pemilihan presiden 2020.
BACA JUGA: Saksi Sebut Trump Membuat Tuntutan Tidak Pantas ke Presiden Ukraina
Sondland mengatakan pada sidang terakhir di Parlemen AS bahwa  Giuliani telah meminta pernyataan publik dari pemimpin Ukraina Volodymyr  Zelensky untuk mengumumkan penyelidikan atas &quot;masalah korupsi&quot;.
Giuliani secara khusus menyebut perusahaan Burisma, di mana putra  Biden, Hunter, duduk sebagai anggota dewan, dan masalah seputar  pemilihan presiden AS 2016.
Jika dinyatakan bersalah dalam pemungutan suara mayoritas di  perlemen, Trump akan menghadapi persidangan pemakzulan di Senat. Tetapi  dua pertiga anggota dari Senat yang dikendalikan oleh Partai Republik  itu kemudian perlu memilih Trump untuk dicopot dari jabatannya.</content:encoded></item></channel></rss>
