<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siswa Tusuk Guru karena Cinta Ditolak, KPAI : Tak Ada Alasan untuk Kekerasan</title><description>Susanto menyayangkan peristiwa yang dilakukan siswa terhadap ibu gurunya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/22/337/2133082/siswa-tusuk-guru-karena-cinta-ditolak-kpai-tak-ada-alasan-untuk-kekerasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/22/337/2133082/siswa-tusuk-guru-karena-cinta-ditolak-kpai-tak-ada-alasan-untuk-kekerasan"/><item><title>Siswa Tusuk Guru karena Cinta Ditolak, KPAI : Tak Ada Alasan untuk Kekerasan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/22/337/2133082/siswa-tusuk-guru-karena-cinta-ditolak-kpai-tak-ada-alasan-untuk-kekerasan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/22/337/2133082/siswa-tusuk-guru-karena-cinta-ditolak-kpai-tak-ada-alasan-untuk-kekerasan</guid><pubDate>Jum'at 22 November 2019 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/22/337/2133082/siswa-tusuk-guru-karena-cinta-ditolak-kpai-tak-ada-alasan-untuk-kekerasan-6EVYvyIOJI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua KPAI Susanto (Sindonews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/22/337/2133082/siswa-tusuk-guru-karena-cinta-ditolak-kpai-tak-ada-alasan-untuk-kekerasan-6EVYvyIOJI.jpg</image><title>Ketua KPAI Susanto (Sindonews)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan peristiwa penusukan yang dilakukan siswa SMA di Bantul terhadap ibu gurunya. KPAI menyatakan, tidak ada alasan apapun untuk melakukan kekerasan.

&quot;Kami menyayangkan atas kejadian ini. Siswa seyogyanya menaruh hormat kepada guru. Namun melakukan tindakan yang tak pantas,&quot; kata Ketua KPAI, Susanto, kepada wartawan, Jumat (22/11/2019).

Ia menegaskan, dalam dunia pendidikan diperlukan interaksi untuk saling menghormati serta membangun relasi demi kebaikan.

Menurut Susanto, tidak ada alasan baik guru maupun siswa untuk melakukan kekerasan.



&quot;Tak boleh guru melakukan kekerasan atas nama apapun dan tak boleh ada siswa melakukan kekerasan terhadap guru dan warga sekolah,&quot; kata Susanto.

Ia melanjutkan, hal tersebut merupakan nilai yang harus ditumbuhkan untuk mewujudkan iklim sekolah yang hebat.

Baca Juga : Cintanya Ditolak, Pelajar SMA Tusuk Guru 
 

Sebelumnya diberitakan, kasus penusukan siswa kepada ibu gurunya terjadi di Kabupaten Bantul, DIY, pada Rabu, 20 November 2019. Saat itu, korban Wening Pamudji Asih tengah berada di dalam kamar rumahnya di Poncosari, Srandakan, Bantul. Tanpa disangka, guru honorer SMA Negeri 1 Lendah Kulonprogo itu ditusuk siswanya, CB (16) yang menyelinap masuk ke kamarnya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan Polsek Srandakan, kasus ini diduga dilatarbelakangi urusan asmara. Pelaku bilang kalau dia sayang dan cinta terhadap sama korban yang merupakan gurunya. Namun perjalanan asmara ini kandas di tengah jalan lantaran korban sudah bersuami.

Baca Juga : Pelajar SMA Tusuk Guru, DPRD Kulonprogo: Apapun Alasannya Guru Harus Dihormati



</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan peristiwa penusukan yang dilakukan siswa SMA di Bantul terhadap ibu gurunya. KPAI menyatakan, tidak ada alasan apapun untuk melakukan kekerasan.

&quot;Kami menyayangkan atas kejadian ini. Siswa seyogyanya menaruh hormat kepada guru. Namun melakukan tindakan yang tak pantas,&quot; kata Ketua KPAI, Susanto, kepada wartawan, Jumat (22/11/2019).

Ia menegaskan, dalam dunia pendidikan diperlukan interaksi untuk saling menghormati serta membangun relasi demi kebaikan.

Menurut Susanto, tidak ada alasan baik guru maupun siswa untuk melakukan kekerasan.



&quot;Tak boleh guru melakukan kekerasan atas nama apapun dan tak boleh ada siswa melakukan kekerasan terhadap guru dan warga sekolah,&quot; kata Susanto.

Ia melanjutkan, hal tersebut merupakan nilai yang harus ditumbuhkan untuk mewujudkan iklim sekolah yang hebat.

Baca Juga : Cintanya Ditolak, Pelajar SMA Tusuk Guru 
 

Sebelumnya diberitakan, kasus penusukan siswa kepada ibu gurunya terjadi di Kabupaten Bantul, DIY, pada Rabu, 20 November 2019. Saat itu, korban Wening Pamudji Asih tengah berada di dalam kamar rumahnya di Poncosari, Srandakan, Bantul. Tanpa disangka, guru honorer SMA Negeri 1 Lendah Kulonprogo itu ditusuk siswanya, CB (16) yang menyelinap masuk ke kamarnya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan Polsek Srandakan, kasus ini diduga dilatarbelakangi urusan asmara. Pelaku bilang kalau dia sayang dan cinta terhadap sama korban yang merupakan gurunya. Namun perjalanan asmara ini kandas di tengah jalan lantaran korban sudah bersuami.

Baca Juga : Pelajar SMA Tusuk Guru, DPRD Kulonprogo: Apapun Alasannya Guru Harus Dihormati



</content:encoded></item></channel></rss>
