<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Politik Identitas Buat Banyak Pelanggaran Kebebasan Beragama di Jawa Barat</title><description>Politik identitas keagamaan itu tinggi politisasinya di Jabar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/24/337/2133851/politik-identitas-buat-banyak-pelanggaran-kebebasan-beragama-di-jawa-barat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/24/337/2133851/politik-identitas-buat-banyak-pelanggaran-kebebasan-beragama-di-jawa-barat"/><item><title>Politik Identitas Buat Banyak Pelanggaran Kebebasan Beragama di Jawa Barat</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/24/337/2133851/politik-identitas-buat-banyak-pelanggaran-kebebasan-beragama-di-jawa-barat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/24/337/2133851/politik-identitas-buat-banyak-pelanggaran-kebebasan-beragama-di-jawa-barat</guid><pubDate>Minggu 24 November 2019 18:24 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/24/337/2133851/politik-identitas-buat-banyak-pelanggaran-kebebasan-beragama-di-jawa-barat-UMuOxBO7ig.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Riset Setara Institute Halili (Foto : Okezone.com/Harits)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/24/337/2133851/politik-identitas-buat-banyak-pelanggaran-kebebasan-beragama-di-jawa-barat-UMuOxBO7ig.jpg</image><title>Direktur Riset Setara Institute Halili (Foto : Okezone.com/Harits)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Riset SETARA Institute, Halili menjelaskan hasil riset longitudinal terkait mengapa Jawa Barat atau Jabar menjadi wilayah tertinggi terkait pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan, salah satu faktornya adalah karena maraknya politik identitas.
&amp;ldquo;Politik identitas keagamaan itu tinggi politisasinya di Jabar,&quot; ungkap Halili di Hotel Ibis, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2019).

Halili berujar, terdapat faktor lainnya yang membuat Bumi Pasundan menjadi daerah tertinggi. Seperti aktor kunci yang menyebabkan adanya pelanggaran kebebasan beragama di Jabar.
&amp;ldquo;Garis (Gerakan Reformis Islam) salah satunya yang paling agresif dan faktor aktor kunci kelompik itu menjadi salah satu isu,&amp;rdquo; terang Halili.
Setelah itu, Halili memaparkan apabila di Jawa Barat, partai nasionalis turut andil melakukan penyusunan Peraturan Daerah (Perda) bernuansa syariah.
&quot;Jika dibandingkan dengan Perda Syariah oleh kelompok nasionalis dan ini fenomena unik dan enggak terjadi di tempat lain membuat Jabar menjadi logis tertinggi kebebasan beragama,&quot; kata Halili.
Selain itu, Halili turut menerangkan bahwa SETARA melalukan riset terkait pelanggaran kebebasan bergama sejak tahun 2007. Dimana melakukan metodologis kombinasi mix antara kuantitatif dan kualitatif.
&quot;Kuantitatifnya kami melakukan kasus 1, 2, 3, 4, 5 dan identifikasi. Tapi kami juga lakukan kualitatif dengan cara monitoring,&quot; beber Halili.
Baca Juga : Riset Setara: Pelanggaran Kebebasan Beragama Paling Banyak Terjadi di Pulau Jawa
Diketahui sebelumnya SETARA Institute memaparkan hasil riset longitudinal terkait pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan di 34 provinsi di Indonesia. Hasilnya, dalam 12 tahun terakhir pelanggaran paling banyak ditemukan di provinsi yang ada di Pulau Jawa; DKI Jakarta hingga Jawa Timur.
Jawa Barat berada di peringkat pertama provinsi dengan pelanggaran kebebebasan beragama terbanyak dalam 12 tahun terakhir versi riset Setara Institute.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Riset SETARA Institute, Halili menjelaskan hasil riset longitudinal terkait mengapa Jawa Barat atau Jabar menjadi wilayah tertinggi terkait pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan, salah satu faktornya adalah karena maraknya politik identitas.
&amp;ldquo;Politik identitas keagamaan itu tinggi politisasinya di Jabar,&quot; ungkap Halili di Hotel Ibis, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2019).

Halili berujar, terdapat faktor lainnya yang membuat Bumi Pasundan menjadi daerah tertinggi. Seperti aktor kunci yang menyebabkan adanya pelanggaran kebebasan beragama di Jabar.
&amp;ldquo;Garis (Gerakan Reformis Islam) salah satunya yang paling agresif dan faktor aktor kunci kelompik itu menjadi salah satu isu,&amp;rdquo; terang Halili.
Setelah itu, Halili memaparkan apabila di Jawa Barat, partai nasionalis turut andil melakukan penyusunan Peraturan Daerah (Perda) bernuansa syariah.
&quot;Jika dibandingkan dengan Perda Syariah oleh kelompok nasionalis dan ini fenomena unik dan enggak terjadi di tempat lain membuat Jabar menjadi logis tertinggi kebebasan beragama,&quot; kata Halili.
Selain itu, Halili turut menerangkan bahwa SETARA melalukan riset terkait pelanggaran kebebasan bergama sejak tahun 2007. Dimana melakukan metodologis kombinasi mix antara kuantitatif dan kualitatif.
&quot;Kuantitatifnya kami melakukan kasus 1, 2, 3, 4, 5 dan identifikasi. Tapi kami juga lakukan kualitatif dengan cara monitoring,&quot; beber Halili.
Baca Juga : Riset Setara: Pelanggaran Kebebasan Beragama Paling Banyak Terjadi di Pulau Jawa
Diketahui sebelumnya SETARA Institute memaparkan hasil riset longitudinal terkait pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan di 34 provinsi di Indonesia. Hasilnya, dalam 12 tahun terakhir pelanggaran paling banyak ditemukan di provinsi yang ada di Pulau Jawa; DKI Jakarta hingga Jawa Timur.
Jawa Barat berada di peringkat pertama provinsi dengan pelanggaran kebebebasan beragama terbanyak dalam 12 tahun terakhir versi riset Setara Institute.</content:encoded></item></channel></rss>
