<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Filipina Dipecat dari Badan Anti-Narkoba Beberapa Pekan Setelah Diangkat	</title><description>Robredo merupakan pengkritik keras perang terhadap narkoba Duterte.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/25/18/2134125/wapres-filipina-dipecat-dari-badan-anti-narkoba-beberapa-pekan-setelah-diangkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/25/18/2134125/wapres-filipina-dipecat-dari-badan-anti-narkoba-beberapa-pekan-setelah-diangkat"/><item><title>Wapres Filipina Dipecat dari Badan Anti-Narkoba Beberapa Pekan Setelah Diangkat	</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/25/18/2134125/wapres-filipina-dipecat-dari-badan-anti-narkoba-beberapa-pekan-setelah-diangkat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/25/18/2134125/wapres-filipina-dipecat-dari-badan-anti-narkoba-beberapa-pekan-setelah-diangkat</guid><pubDate>Senin 25 November 2019 14:13 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/25/18/2134125/wapres-filipina-dipecat-dari-badan-anti-narkoba-beberapa-pekan-setelah-diangkat-MErrQFExWb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Presiden Filipina, Leni Robredo. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/25/18/2134125/wapres-filipina-dipecat-dari-badan-anti-narkoba-beberapa-pekan-setelah-diangkat-MErrQFExWb.jpg</image><title>Wakil Presiden Filipina, Leni Robredo. (Foto: Reuters)</title></images><description>MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menyingkirkan saingan politik utama dan salah satu pengkritik kampanye perang terhadap narkoba-nya, Leni Robredo, dari jabatan anti-narkoba tertinggi pemerintahannya. Pemecatan Robredo itu dilakukan Duterte hanya beberapa pekan setelah dia menempatkan wanita yang juga merupakan wakil presidennya itu di jabatan tersebut.
Juru Bicara Kepresidenan, Salvador Panelo mengumumkan pencopotan Robredo dikarenakan kurangnya kepercayaan antara Duterte dengan Robredo. Dia menuduh Robredo melanggar wewenangnya dengan mencari informasi rahasia dan bertemu dengan pejabat asing yang &quot;tahu sedikit atau (tidak sama sekali) sama sekali tentang situasi kita, selain bias mereka sendiri atau prasangka yang tidak berdasar.&quot;
BACA JUGA: Tertangkap Bawa 8 Kg Narkoba, WNI Terancam Hukuman Seumur Hidup di Filipina
Wapres Robredo dilaporkan berusaha untuk membahas perang narkoba Filipina, yang diprakarsai oleh Duterte, dengan para pejabat PBB dan Amerika Serikat (AS) yang berbasis di Manila. Panelo mengatakan Robredo telah gagal menyajikan strategi yang baik untuk mengatasi masalah narkoba, menambahkan bahwa kesabaran presiden akhirnya habis.
&amp;ldquo;Dalam kampanye yang mempertaruhkan nyawa orang, sehari adalah keabadian. Pemerintah tidak bisa memutar-mutar ibu jari dan duduk santai berharap kilasan kecemerlangan dari wakil presiden,&amp;rdquo; kata Panelo sebagaimana dilansir RT, Senin (25/11/2019).
&quot;Pada dasarnya, apa yang telah dilakukan wakil presiden adalah mempermalukan negara kita,&quot; tambah Panelo. Dia menyebut tugas singkat Robredo di kantor sebagai kesempatan yang sia-sia bagi oposisi dan pemerintah untuk mengonsolidasikan upaya mereka, dan mencatat bahwa Robredo seharusnya meminta pertemuan dengan Duterte sehingga ia dapat mengklarifikasi ruang lingkup tugasnya alih-alih dia langsung bertindak sebelum waktunya.
Sebelumnya, Duterte mengkritik Robredo karena gagal memenuhi peran barunya dan memanggilnya &quot;scatterbrain&amp;rdquo; atau orang yang tidak bisa berkonsentrasi, tetapi tidak memecatnya.

Sejauh ini, presiden, yang saat ini sedang menghadiri pertemuan  puncak dua hari antara Korea Selatan dan ASEAN, belum mengomentari  perkembangan tersebut. Sementara itu, Juru Bicara Robredo mengatakan  kepada CNN bahwa dia mengetahui tentang pemecatannya dari media dan  belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah.
BACA JUGA: Dituding Terlibat Jual Narkoba Sitaan, Kepala Kepolisian Filipina Mundur
Secara mengejutkan Duterte menunjuk wakil presidennya sebagai ketua  bersama panel antarlembaga tentang narkoba pada awal November dan  memerintahkan semua agensi lain untuk memberikan dukungan penuh  kepadanya. Pada saat itu, ia mengatakan bahwa pengkritik paling keras  terhadap perang narkoba seharusnya memiliki beberapa ide tentang  bagaimana &quot;membuatnya efektif.&quot;</description><content:encoded>MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menyingkirkan saingan politik utama dan salah satu pengkritik kampanye perang terhadap narkoba-nya, Leni Robredo, dari jabatan anti-narkoba tertinggi pemerintahannya. Pemecatan Robredo itu dilakukan Duterte hanya beberapa pekan setelah dia menempatkan wanita yang juga merupakan wakil presidennya itu di jabatan tersebut.
Juru Bicara Kepresidenan, Salvador Panelo mengumumkan pencopotan Robredo dikarenakan kurangnya kepercayaan antara Duterte dengan Robredo. Dia menuduh Robredo melanggar wewenangnya dengan mencari informasi rahasia dan bertemu dengan pejabat asing yang &quot;tahu sedikit atau (tidak sama sekali) sama sekali tentang situasi kita, selain bias mereka sendiri atau prasangka yang tidak berdasar.&quot;
BACA JUGA: Tertangkap Bawa 8 Kg Narkoba, WNI Terancam Hukuman Seumur Hidup di Filipina
Wapres Robredo dilaporkan berusaha untuk membahas perang narkoba Filipina, yang diprakarsai oleh Duterte, dengan para pejabat PBB dan Amerika Serikat (AS) yang berbasis di Manila. Panelo mengatakan Robredo telah gagal menyajikan strategi yang baik untuk mengatasi masalah narkoba, menambahkan bahwa kesabaran presiden akhirnya habis.
&amp;ldquo;Dalam kampanye yang mempertaruhkan nyawa orang, sehari adalah keabadian. Pemerintah tidak bisa memutar-mutar ibu jari dan duduk santai berharap kilasan kecemerlangan dari wakil presiden,&amp;rdquo; kata Panelo sebagaimana dilansir RT, Senin (25/11/2019).
&quot;Pada dasarnya, apa yang telah dilakukan wakil presiden adalah mempermalukan negara kita,&quot; tambah Panelo. Dia menyebut tugas singkat Robredo di kantor sebagai kesempatan yang sia-sia bagi oposisi dan pemerintah untuk mengonsolidasikan upaya mereka, dan mencatat bahwa Robredo seharusnya meminta pertemuan dengan Duterte sehingga ia dapat mengklarifikasi ruang lingkup tugasnya alih-alih dia langsung bertindak sebelum waktunya.
Sebelumnya, Duterte mengkritik Robredo karena gagal memenuhi peran barunya dan memanggilnya &quot;scatterbrain&amp;rdquo; atau orang yang tidak bisa berkonsentrasi, tetapi tidak memecatnya.

Sejauh ini, presiden, yang saat ini sedang menghadiri pertemuan  puncak dua hari antara Korea Selatan dan ASEAN, belum mengomentari  perkembangan tersebut. Sementara itu, Juru Bicara Robredo mengatakan  kepada CNN bahwa dia mengetahui tentang pemecatannya dari media dan  belum menerima pemberitahuan resmi dari pemerintah.
BACA JUGA: Dituding Terlibat Jual Narkoba Sitaan, Kepala Kepolisian Filipina Mundur
Secara mengejutkan Duterte menunjuk wakil presidennya sebagai ketua  bersama panel antarlembaga tentang narkoba pada awal November dan  memerintahkan semua agensi lain untuk memberikan dukungan penuh  kepadanya. Pada saat itu, ia mengatakan bahwa pengkritik paling keras  terhadap perang narkoba seharusnya memiliki beberapa ide tentang  bagaimana &quot;membuatnya efektif.&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
