<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden Dinilai sebagai Kemunduran Demokrasi</title><description>Suhud menilai, kekuasaan yang terlalu lama akan berpotensi memunculkan oligarki.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/25/337/2133973/wacana-penambahan-masa-jabatan-presiden-dinilai-sebagai-kemunduran-demokrasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/25/337/2133973/wacana-penambahan-masa-jabatan-presiden-dinilai-sebagai-kemunduran-demokrasi"/><item><title>Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden Dinilai sebagai Kemunduran Demokrasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/25/337/2133973/wacana-penambahan-masa-jabatan-presiden-dinilai-sebagai-kemunduran-demokrasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/25/337/2133973/wacana-penambahan-masa-jabatan-presiden-dinilai-sebagai-kemunduran-demokrasi</guid><pubDate>Senin 25 November 2019 08:49 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/25/337/2133973/wacana-penambahan-masa-jabatan-presiden-dinilai-sebagai-kemunduran-demokrasi-GI6cqFzBAL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Politikus PKS, Suhud Aliyudin. (Foto : Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/25/337/2133973/wacana-penambahan-masa-jabatan-presiden-dinilai-sebagai-kemunduran-demokrasi-GI6cqFzBAL.jpg</image><title>Politikus PKS, Suhud Aliyudin. (Foto : Sindo)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode dalam amandemen terbatas UUD 1945 dinilai sebagai bentuk kemunduran demokrasi Indonesia.
&quot;Wacana penambahan periode jabatan Presiden itu kemunduran. Kekuasaan yang terlalu lama akan berpotensi memunculkan oligarki dan otoritarianisme,&quot; kata politikus PKS, Suhud Aliyudin kepada Okezone, Jakarta, Minggu (24/11/2019).
Menurut Suhud, kehidupan demokrasi yang dibangun dengan susah payah sejak era Reformasi jangan dikembalikan lagi ke era otoritarianisme.

&quot;Yang perlu dilakukan adalah penyempurnaan  agar sistem demokrasi stabil,&quot; ujar Suhud.
Masa jabatan, dikatakan Suhud, Presiden cukup maksimal dua periode semata. Mengingat, jangka waktu 10 tahun sudah cukup untuk memajukan Indonesia.

Baca Juga : Wacana Masa Jabatan Presiden Ditambah, PDIP: Itu Usulan Masyarakat dari Luar MPR
&quot;Karena seharusnya 10 tahun maksimal waktu yang cukup bagi presiden terpilih untuk memperbaiki kondisi bangsa,&quot; tutur Suhud.

Baca Juga : Soal Wacana Penambahan Jabatan Presiden, PPP: Masih Wacana</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode dalam amandemen terbatas UUD 1945 dinilai sebagai bentuk kemunduran demokrasi Indonesia.
&quot;Wacana penambahan periode jabatan Presiden itu kemunduran. Kekuasaan yang terlalu lama akan berpotensi memunculkan oligarki dan otoritarianisme,&quot; kata politikus PKS, Suhud Aliyudin kepada Okezone, Jakarta, Minggu (24/11/2019).
Menurut Suhud, kehidupan demokrasi yang dibangun dengan susah payah sejak era Reformasi jangan dikembalikan lagi ke era otoritarianisme.

&quot;Yang perlu dilakukan adalah penyempurnaan  agar sistem demokrasi stabil,&quot; ujar Suhud.
Masa jabatan, dikatakan Suhud, Presiden cukup maksimal dua periode semata. Mengingat, jangka waktu 10 tahun sudah cukup untuk memajukan Indonesia.

Baca Juga : Wacana Masa Jabatan Presiden Ditambah, PDIP: Itu Usulan Masyarakat dari Luar MPR
&quot;Karena seharusnya 10 tahun maksimal waktu yang cukup bagi presiden terpilih untuk memperbaiki kondisi bangsa,&quot; tutur Suhud.

Baca Juga : Soal Wacana Penambahan Jabatan Presiden, PPP: Masih Wacana</content:encoded></item></channel></rss>
