<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hadiri ASEAN-RoK CEO Summit, Jokowi Ingatkan Peluang &amp; Tantangan Era Disrupsi</title><description>Presiden Joko Widodo dalam acara ASEAN-RoK CEO Summit mengingatkan peluang dan tantangan era disrupsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/25/337/2134128/hadiri-asean-rok-ceo-summit-jokowi-ingatkan-peluang-tantangan-era-disrupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/25/337/2134128/hadiri-asean-rok-ceo-summit-jokowi-ingatkan-peluang-tantangan-era-disrupsi"/><item><title>Hadiri ASEAN-RoK CEO Summit, Jokowi Ingatkan Peluang &amp; Tantangan Era Disrupsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/25/337/2134128/hadiri-asean-rok-ceo-summit-jokowi-ingatkan-peluang-tantangan-era-disrupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/25/337/2134128/hadiri-asean-rok-ceo-summit-jokowi-ingatkan-peluang-tantangan-era-disrupsi</guid><pubDate>Senin 25 November 2019 14:14 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/25/337/2134128/hadiri-asean-rok-ceo-summit-jokowi-ingatkan-peluang-tantangan-era-disrupsi-RNxmZMjean.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi berbicara di ASEAN-RoK CEO Summit di Busan, Korea Selatan. (Foto: Biro Pers Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/25/337/2134128/hadiri-asean-rok-ceo-summit-jokowi-ingatkan-peluang-tantangan-era-disrupsi-RNxmZMjean.jpg</image><title>Presiden Jokowi berbicara di ASEAN-RoK CEO Summit di Busan, Korea Selatan. (Foto: Biro Pers Setpres)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo hari ini menghadiri acara ASEAN-Republic of Korea (RoK) CEO Summit di Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO). Dalam acara itu, Jokowi mengatakan bahwa kecepatan perkembangan teknologi telah mengubah cara hidup manusia secara dramatis.
Ia mencontohkan seperti dalam satu dekade sebelumnya armada taksi dimiliki oleh perusahaan besar. &quot;Saat ini dengan teknologi, perusahaan besar digantikan oleh pemilik mobil perseorangan,&quot; kata Jokowi, Senin (25/11/2019).
Baca juga:   Jokowi dan Ibu Negara Iriana Tiba di Busan Korsel&amp;nbsp;
 

Kepala Negara mengatakan kini bahkan armada taksi telah dimulai uji coba mobil tanpa pengemudi. Sehingga, lanjut dia, dapat dibayangkan dalam satu dekade ke depan transportasi hanya akan dikemudikan teknologi tanpa perlu adanya sopir.
Jokowi menyampaikan bahwa sejak CEO Summit 2014, dunia berubah dengan sangat cepat, di mana saat ini manusia hidup di era apa yang dikenal dengan age of disruption. Kemudian, kata dia, adanya big data, artificial intelligence, hingga teknologi 4.0.
&quot;Ini telah meruntuhkan semua definisi, ukuran, bahkan teori yang selama ini menjadi rujukan,&quot; ujar Jokowi.
Baca juga:   Jokowi Hadiri ASEAN-RoK CEO Summit hingga Bertemu Presiden Moon Jae-in&amp;nbsp;
 

Di saat yang sama age of disruption juga telah memberikan peluang yang sangat besar serta memiliki tantangan dan permasalahan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
&quot;Tantangan ini semakin besar saat kita saksikan meningkatnya tendensi nasionalisme dan populisme ekonomi di beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir,&quot; tuturnya.Bahkan, lanjut dia, kini gerakan antipasar bebas mengemuka dan pendekatan proteksionisme pun semakin mendominasi.
&quot;Kolaborasi dan paradigma win-win yang selama beberapa dekade menjadi basis bagi kerja sama ekonomi dunia mulai tergerus dengan pendekatan transaksional dan zero-sum-game yang semakin marak,&quot; ucap Jokowi.
Baca juga:   Jokowi Sebut Desa Budaya Gamcheon Bisa Jadi Inspirasi&amp;nbsp;
 

Ia menilai jika hal ini dibiarkan maka terjadi resesi ekonomi dunia akibat disfungsi sistem ekonomi dan keuangan global serta ketidakpercayaan terhadap institusi ekonomi dunia tahun 1930-an diperkirakan dapat terulang.
&quot;Ini yang harus kita hindari bersama. Kalau ini terjadi, semua akan rugi,&quot; paparnya.
Kerugian tidak hanya akan dialami oleh negara maju, emerging economies, terlebih negara berkembang, tapi juga dunia usaha juga akan mengalami kerugian yang besar.
&quot;Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengatakan tidak bagi resesi ekonomi global,&quot; ujar Jokowi.
Baca juga:    Jokowi ke Peneliti Muda Indonesia di Korsel: Bangun Tanah Air&amp;nbsp;
 

Sebelum berbicara di forum tersebut, Jokowi terlebih dahulu meninjau pameran inovasi pelayanan publik dan smart cities di BEXCO.
Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Kemudian ada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, serta Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Presiden Joko Widodo hari ini menghadiri acara ASEAN-Republic of Korea (RoK) CEO Summit di Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO). Dalam acara itu, Jokowi mengatakan bahwa kecepatan perkembangan teknologi telah mengubah cara hidup manusia secara dramatis.
Ia mencontohkan seperti dalam satu dekade sebelumnya armada taksi dimiliki oleh perusahaan besar. &quot;Saat ini dengan teknologi, perusahaan besar digantikan oleh pemilik mobil perseorangan,&quot; kata Jokowi, Senin (25/11/2019).
Baca juga:   Jokowi dan Ibu Negara Iriana Tiba di Busan Korsel&amp;nbsp;
 

Kepala Negara mengatakan kini bahkan armada taksi telah dimulai uji coba mobil tanpa pengemudi. Sehingga, lanjut dia, dapat dibayangkan dalam satu dekade ke depan transportasi hanya akan dikemudikan teknologi tanpa perlu adanya sopir.
Jokowi menyampaikan bahwa sejak CEO Summit 2014, dunia berubah dengan sangat cepat, di mana saat ini manusia hidup di era apa yang dikenal dengan age of disruption. Kemudian, kata dia, adanya big data, artificial intelligence, hingga teknologi 4.0.
&quot;Ini telah meruntuhkan semua definisi, ukuran, bahkan teori yang selama ini menjadi rujukan,&quot; ujar Jokowi.
Baca juga:   Jokowi Hadiri ASEAN-RoK CEO Summit hingga Bertemu Presiden Moon Jae-in&amp;nbsp;
 

Di saat yang sama age of disruption juga telah memberikan peluang yang sangat besar serta memiliki tantangan dan permasalahan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
&quot;Tantangan ini semakin besar saat kita saksikan meningkatnya tendensi nasionalisme dan populisme ekonomi di beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir,&quot; tuturnya.Bahkan, lanjut dia, kini gerakan antipasar bebas mengemuka dan pendekatan proteksionisme pun semakin mendominasi.
&quot;Kolaborasi dan paradigma win-win yang selama beberapa dekade menjadi basis bagi kerja sama ekonomi dunia mulai tergerus dengan pendekatan transaksional dan zero-sum-game yang semakin marak,&quot; ucap Jokowi.
Baca juga:   Jokowi Sebut Desa Budaya Gamcheon Bisa Jadi Inspirasi&amp;nbsp;
 

Ia menilai jika hal ini dibiarkan maka terjadi resesi ekonomi dunia akibat disfungsi sistem ekonomi dan keuangan global serta ketidakpercayaan terhadap institusi ekonomi dunia tahun 1930-an diperkirakan dapat terulang.
&quot;Ini yang harus kita hindari bersama. Kalau ini terjadi, semua akan rugi,&quot; paparnya.
Kerugian tidak hanya akan dialami oleh negara maju, emerging economies, terlebih negara berkembang, tapi juga dunia usaha juga akan mengalami kerugian yang besar.
&quot;Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengatakan tidak bagi resesi ekonomi global,&quot; ujar Jokowi.
Baca juga:    Jokowi ke Peneliti Muda Indonesia di Korsel: Bangun Tanah Air&amp;nbsp;
 

Sebelum berbicara di forum tersebut, Jokowi terlebih dahulu meninjau pameran inovasi pelayanan publik dan smart cities di BEXCO.
Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Kemudian ada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, serta Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi.</content:encoded></item></channel></rss>
