<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PDIP Tak Sepakat soal Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden</title><description>Djarot Saiful Hidayat mengatakan terkait wacana penambahan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode hanyalah sebuah wacana</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/25/337/2134161/pdip-tak-sepakat-soal-wacana-penambahan-masa-jabatan-presiden</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/25/337/2134161/pdip-tak-sepakat-soal-wacana-penambahan-masa-jabatan-presiden"/><item><title>PDIP Tak Sepakat soal Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/25/337/2134161/pdip-tak-sepakat-soal-wacana-penambahan-masa-jabatan-presiden</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/25/337/2134161/pdip-tak-sepakat-soal-wacana-penambahan-masa-jabatan-presiden</guid><pubDate>Senin 25 November 2019 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/25/337/2134161/pdip-tak-sepakat-soal-wacana-penambahan-masa-jabatan-presiden-PBh1MHfgLa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Djarot Saiful Hidayat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/25/337/2134161/pdip-tak-sepakat-soal-wacana-penambahan-masa-jabatan-presiden-PBh1MHfgLa.jpg</image><title>Djarot Saiful Hidayat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan terkait wacana penambahan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode hanyalah sebuah wacana. Karena sampai sekarang tidak ada pembahasan antara partai politik yang berada di MPR.
&amp;ldquo;Sama sekali tidak ada. Itu kan cuma wacana,&amp;rdquo; tutur Djarot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/11/2019).
Djarot memandang wacana penambahan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode sangat membahayakan. Dia pun sepakat jabatan Presiden hanyalah dua periode saja.
&amp;ldquo;Kalau menurut saya sih membahayakan ya. Jadi tidak produktif. Ya boleh-boleh (wacana penambahan periode) saja. Tapi produktif tidak? Tetap ya kalau kita tetap seperti sekarang, dua periode. Tidak tiga periode. Kembai lagi nanti kayak pak harto. Pak harto berapa kali tuh,&amp;rdquo; ujar Djarot.

Baca Juga: Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden Dinilai sebagai Kemunduran Demokrasi
Djarot menjelaskan mengapa ia hanya sepakat dua periode untuk masa jabatan Presiden. Karena berkaca dari pengalamannya sebagai Kepala Daerah selama dua periode di Blitar, Jawa Timur, sepuluh tahun alias dua periode sudah cukup tepat.
&amp;ldquo;Kenapa? Karena ada banyak aspek ya. Kita juga pernah menjadi kepala daerah dua periode kan. Saya pikir cukup 10 tahun. Hanya saja persoalannya adalah apakah yang 10 tahun ini bisa dilanjutkan lagi untuk ke depannya. Sehingga ada keberlanjutan,&amp;rdquo; terang Djarot.Selain itu, Djarot mengungkapkan sepengetahuannya pembahasan   fraksi-fraksi di MPR sejauh ini tak pernah menyinggung soal penambahan  masa jabatan Presiden.
Karena sejauh ini, fraksi di MPR tengah  membahas ihwal wacana amandemen terbatas itu dapat menghadirkan  pokok-pokok haluan negara.
&amp;ldquo;Itu yang direkomendasikan oleh MPR periode lalu. Itu saja. Yang lain-lain itu enggak ada,&amp;rdquo; tukas Djarot.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengatakan terkait wacana penambahan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode hanyalah sebuah wacana. Karena sampai sekarang tidak ada pembahasan antara partai politik yang berada di MPR.
&amp;ldquo;Sama sekali tidak ada. Itu kan cuma wacana,&amp;rdquo; tutur Djarot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/11/2019).
Djarot memandang wacana penambahan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode sangat membahayakan. Dia pun sepakat jabatan Presiden hanyalah dua periode saja.
&amp;ldquo;Kalau menurut saya sih membahayakan ya. Jadi tidak produktif. Ya boleh-boleh (wacana penambahan periode) saja. Tapi produktif tidak? Tetap ya kalau kita tetap seperti sekarang, dua periode. Tidak tiga periode. Kembai lagi nanti kayak pak harto. Pak harto berapa kali tuh,&amp;rdquo; ujar Djarot.

Baca Juga: Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden Dinilai sebagai Kemunduran Demokrasi
Djarot menjelaskan mengapa ia hanya sepakat dua periode untuk masa jabatan Presiden. Karena berkaca dari pengalamannya sebagai Kepala Daerah selama dua periode di Blitar, Jawa Timur, sepuluh tahun alias dua periode sudah cukup tepat.
&amp;ldquo;Kenapa? Karena ada banyak aspek ya. Kita juga pernah menjadi kepala daerah dua periode kan. Saya pikir cukup 10 tahun. Hanya saja persoalannya adalah apakah yang 10 tahun ini bisa dilanjutkan lagi untuk ke depannya. Sehingga ada keberlanjutan,&amp;rdquo; terang Djarot.Selain itu, Djarot mengungkapkan sepengetahuannya pembahasan   fraksi-fraksi di MPR sejauh ini tak pernah menyinggung soal penambahan  masa jabatan Presiden.
Karena sejauh ini, fraksi di MPR tengah  membahas ihwal wacana amandemen terbatas itu dapat menghadirkan  pokok-pokok haluan negara.
&amp;ldquo;Itu yang direkomendasikan oleh MPR periode lalu. Itu saja. Yang lain-lain itu enggak ada,&amp;rdquo; tukas Djarot.</content:encoded></item></channel></rss>
