<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengadilan Bangladesh Vonis Mati Tujuh Orang Terkait Serangan Kafe Bangladesh 2016</title><description>Serangan yang terjadi pada 2016 itu merupakan salah satu yang terburuk yang pernah terjadi di Bangladesh.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/27/18/2135106/pengadilan-bangladesh-vonis-mati-tujuh-orang-terkait-serangan-kafe-bangladesh-2016</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/27/18/2135106/pengadilan-bangladesh-vonis-mati-tujuh-orang-terkait-serangan-kafe-bangladesh-2016"/><item><title>Pengadilan Bangladesh Vonis Mati Tujuh Orang Terkait Serangan Kafe Bangladesh 2016</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/27/18/2135106/pengadilan-bangladesh-vonis-mati-tujuh-orang-terkait-serangan-kafe-bangladesh-2016</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/27/18/2135106/pengadilan-bangladesh-vonis-mati-tujuh-orang-terkait-serangan-kafe-bangladesh-2016</guid><pubDate>Rabu 27 November 2019 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/27/18/2135106/pengadilan-bangladesh-vonis-mati-tujuh-orang-terkait-serangan-kafe-bangladesh-2016-EDDjEQ2wOC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salah satu terdakwa serangan Kafe Holey Artisan Bakery digiring ke ruang sidang di Dhaka, Bangladesh, 27 November 2019. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/27/18/2135106/pengadilan-bangladesh-vonis-mati-tujuh-orang-terkait-serangan-kafe-bangladesh-2016-EDDjEQ2wOC.jpg</image><title>Salah satu terdakwa serangan Kafe Holey Artisan Bakery digiring ke ruang sidang di Dhaka, Bangladesh, 27 November 2019. (Foto: Reuters)</title></images><description>DHAKA - Pengadilan Bangladesh pada Rabu, menjatuhkan hukuman mati kepada tujuh anggota kelompok militan Islam atas tuduhan merencanakan serangan terhadap sebuah kafe yang menewaskan 22 orang, sebagian besar warga asing, pada 2016. Serangan tersebut merupakan salah satu serangan teroris terburuk yang pernah terjadi di negara Asia Selatan itu.
&amp;ldquo;Tuduhan terhadap mereka terbukti tanpa keraguan. Pengadilan memberi mereka hukuman tertinggi, &amp;rdquo;kata Jaksa Penuntut Umum Golam Sarwar Khan usai putusan diumumkan di Ibu Kota, Dhaka, demikian diwartakan Reuters, Rabu (27/11/2019). Dia menambahkan bahwa satu dari delapan terdakwa telah dibebaskan dari tuduhan.
BACA JUGA: Drama Penyanderaan di Kafe Bangladesh, 20 Orang Tewas
Saksi mata mengatakan bahwa setelah putusan itu, para tertuduh di dok ruang sidang tampak menantang dan berteriak, &quot;Allahu Akbar&quot;.
Serangan itu terjadi pada 1 Juli 2016 di sebuah restoran yang populer di kalangan orang asing di wilayah diplomatik Dhaka.
Lima militan menyerbu kafe Holey Artisan Bakery, menyandera pengunjung dan membunuh mereka selama lebih dari 12 jam penyanderaan. Sembilan warga Italia, tujuh warga Jepang, seorang Amerika Serikat, dan seorang warga India termasuk di antara korban yang tewas. Para pelaku penyerangan juga tewas dalam upaya penyelamatan oleh pasukan komando.
BACA JUGA: Drama Penyanderaan di Kafe Bangladesh Berakhir, 6 Pelaku Ditembak Mati
Insiden itu mengejutkan negara berpenduduk 160 juta jiwa tersebut, sekaligus menjadi tanda akan ancaman mengerikan bagi bisnis, termasuk sektor ekspor garmen yang vital.
Khan mengatakan ketujuh pria yang dihukum pada Rabu terlibat dalam perencanaan serangan. Mereka termasuk dalam kelompok Jamaat-ul-Mujahidin Bangladesh, yang berupaya menegakkan pemerintahan syariah di negara yang mayoritas penduduknya Muslim tersebut.</description><content:encoded>DHAKA - Pengadilan Bangladesh pada Rabu, menjatuhkan hukuman mati kepada tujuh anggota kelompok militan Islam atas tuduhan merencanakan serangan terhadap sebuah kafe yang menewaskan 22 orang, sebagian besar warga asing, pada 2016. Serangan tersebut merupakan salah satu serangan teroris terburuk yang pernah terjadi di negara Asia Selatan itu.
&amp;ldquo;Tuduhan terhadap mereka terbukti tanpa keraguan. Pengadilan memberi mereka hukuman tertinggi, &amp;rdquo;kata Jaksa Penuntut Umum Golam Sarwar Khan usai putusan diumumkan di Ibu Kota, Dhaka, demikian diwartakan Reuters, Rabu (27/11/2019). Dia menambahkan bahwa satu dari delapan terdakwa telah dibebaskan dari tuduhan.
BACA JUGA: Drama Penyanderaan di Kafe Bangladesh, 20 Orang Tewas
Saksi mata mengatakan bahwa setelah putusan itu, para tertuduh di dok ruang sidang tampak menantang dan berteriak, &quot;Allahu Akbar&quot;.
Serangan itu terjadi pada 1 Juli 2016 di sebuah restoran yang populer di kalangan orang asing di wilayah diplomatik Dhaka.
Lima militan menyerbu kafe Holey Artisan Bakery, menyandera pengunjung dan membunuh mereka selama lebih dari 12 jam penyanderaan. Sembilan warga Italia, tujuh warga Jepang, seorang Amerika Serikat, dan seorang warga India termasuk di antara korban yang tewas. Para pelaku penyerangan juga tewas dalam upaya penyelamatan oleh pasukan komando.
BACA JUGA: Drama Penyanderaan di Kafe Bangladesh Berakhir, 6 Pelaku Ditembak Mati
Insiden itu mengejutkan negara berpenduduk 160 juta jiwa tersebut, sekaligus menjadi tanda akan ancaman mengerikan bagi bisnis, termasuk sektor ekspor garmen yang vital.
Khan mengatakan ketujuh pria yang dihukum pada Rabu terlibat dalam perencanaan serangan. Mereka termasuk dalam kelompok Jamaat-ul-Mujahidin Bangladesh, yang berupaya menegakkan pemerintahan syariah di negara yang mayoritas penduduknya Muslim tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
