<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banggar DPRD DKI Pangkas Rp500 Miliar untuk Rumah DP 0 Rupiah</title><description>Banggar DPRD DKI Jakarta memangkas anggaran Rumah DP Nol dari pengajuan Rp1 triliun menjadi Rp500 miliar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/28/338/2135593/banggar-dprd-dki-pangkas-rp500-miliar-untuk-rumah-dp-0-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/28/338/2135593/banggar-dprd-dki-pangkas-rp500-miliar-untuk-rumah-dp-0-rupiah"/><item><title>Banggar DPRD DKI Pangkas Rp500 Miliar untuk Rumah DP 0 Rupiah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/28/338/2135593/banggar-dprd-dki-pangkas-rp500-miliar-untuk-rumah-dp-0-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/28/338/2135593/banggar-dprd-dki-pangkas-rp500-miliar-untuk-rumah-dp-0-rupiah</guid><pubDate>Kamis 28 November 2019 16:44 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/28/338/2135593/banggar-dprd-dki-pangkas-rp500-miliar-untuk-rumah-dp-0-rupiah-YzNWAyoatJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DPRD DKI Jakarta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/28/338/2135593/banggar-dprd-dki-pangkas-rp500-miliar-untuk-rumah-dp-0-rupiah-YzNWAyoatJ.jpg</image><title>DPRD DKI Jakarta (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, pihaknya memutuskan untuk memangkas anggaran Rumah DP Nol dari pengajuan Rp1 triliun menjadi setengahnya atau hanya Rp500 miliar.
&quot;Saya mempertimbangkan pendapat beberapa anggota DPRD DKI Jakarta yang menilai penyediaan perumahan pada tahun depan harusnya menyasar kalangan menengah bawah lewat penyediaan Rumah Susun Sewa,&quot; kata Prasetyo di DPRD DKI Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).
Menurut dia, pembangunan rumah DP nol rupiah hanya menyasar masyarakat menengah ke atas. Hal tersebut karena cicilan atau angsuran dalam pembayarannya setiap bulan hanya menitikberatkan kepada masyarakat yang berpenghasilan tinggi.
&quot;Oleh sebab itu, pemotongan anggaran ini diharapkan akan memacu penyediaan Rusunawa daripada Rumah DP Nol Rupiah,&quot; ujarnya.

Baca Juga: Tak Restui Revitalisasi TIM, DPRD DKI Pangkas Anggaran Jakpro Rp400 Miliar
Politikus PDIP itu menjelaskan, dengan pemotongan beberapa anggaran ini, akhirnya anggaran mampu mencapai surplus Rp374.4 miliar.
&quot;Eksekutif dan legislatif sepakat membagi surplus ini ke beberapa belanja yang merupakan program prioritas di bidang keuangan, bidang pemerintahan, dan bidang pembangunan,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, pihaknya memutuskan untuk memangkas anggaran Rumah DP Nol dari pengajuan Rp1 triliun menjadi setengahnya atau hanya Rp500 miliar.
&quot;Saya mempertimbangkan pendapat beberapa anggota DPRD DKI Jakarta yang menilai penyediaan perumahan pada tahun depan harusnya menyasar kalangan menengah bawah lewat penyediaan Rumah Susun Sewa,&quot; kata Prasetyo di DPRD DKI Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).
Menurut dia, pembangunan rumah DP nol rupiah hanya menyasar masyarakat menengah ke atas. Hal tersebut karena cicilan atau angsuran dalam pembayarannya setiap bulan hanya menitikberatkan kepada masyarakat yang berpenghasilan tinggi.
&quot;Oleh sebab itu, pemotongan anggaran ini diharapkan akan memacu penyediaan Rusunawa daripada Rumah DP Nol Rupiah,&quot; ujarnya.

Baca Juga: Tak Restui Revitalisasi TIM, DPRD DKI Pangkas Anggaran Jakpro Rp400 Miliar
Politikus PDIP itu menjelaskan, dengan pemotongan beberapa anggaran ini, akhirnya anggaran mampu mencapai surplus Rp374.4 miliar.
&quot;Eksekutif dan legislatif sepakat membagi surplus ini ke beberapa belanja yang merupakan program prioritas di bidang keuangan, bidang pemerintahan, dan bidang pembangunan,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
