<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>540 Jiwa di Seribu Rumah Gadang Masih Terisolir Pasca Banjir Bandang dan Longsor</title><description>BPBD Kabupaten Solok Selatan melakukan pembersihan material banjir bandang dan tanah longsor menggunakan alat berat</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/28/340/2135576/540-jiwa-di-seribu-rumah-gadang-masih-terisolir-pasca-banjir-bandang-dan-longsor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/11/28/340/2135576/540-jiwa-di-seribu-rumah-gadang-masih-terisolir-pasca-banjir-bandang-dan-longsor"/><item><title>540 Jiwa di Seribu Rumah Gadang Masih Terisolir Pasca Banjir Bandang dan Longsor</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/11/28/340/2135576/540-jiwa-di-seribu-rumah-gadang-masih-terisolir-pasca-banjir-bandang-dan-longsor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/11/28/340/2135576/540-jiwa-di-seribu-rumah-gadang-masih-terisolir-pasca-banjir-bandang-dan-longsor</guid><pubDate>Kamis 28 November 2019 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/28/340/2135576/540-jiwa-di-seribu-rumah-gadang-masih-terisolir-pasca-banjir-bandang-dan-longsor-cXUm1CgjHP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dok. Humas Kabupaten Solok Selatan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/28/340/2135576/540-jiwa-di-seribu-rumah-gadang-masih-terisolir-pasca-banjir-bandang-dan-longsor-cXUm1CgjHP.jpg</image><title>Foto: Dok. Humas Kabupaten Solok Selatan</title></images><description>PADANG - Material bebatuan dan pohon masih menutup akses jalan menuju Jorong (Dusun) Sapan Salak, dan Manggis, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parit Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan yang dikenal seribu ruumah gadang, Sumatera Barat (Sumbar) pasca bencana banjir bandang dan longsor melanda daerah pada Rabu, 20 dan 24 November 2019.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, dua jorong tersebut tersebut sebanyak 540 jiwa (180 KK) dengan rincian: Sapan Salak 135 jiwa, Air batuang 105 jiwa, Sapan Batu 60 jiwa, Pasir Panjang 90 Jiwa, Ladang Kongsi 150 jiwa.

&amp;ldquo;Rumah rusak ke dua jorong tersebut adalah 27 rumah rusak berat, 8 rusak ringan dan 5 rusak ringan,&amp;rdquo; terang Kasi Rehap Rekon BPBD Kabupaten Solok Selatan, Irdahendri, Kamis (28/11/2019).
Baca Juga: Banjir Bandang, Bupati Agam Tetapkan Kondisi Darurat Bencana
Sementara data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) Banjir dan longsor yang terjadi pada 20 November lalu, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Nagari Pakan Rabaa Timur, Nagari Pakan Rabaa, Nagari Persiapan Batang Lolo. Kecamatan Sungai Pagu terdiri dari Nagari Pasar Muara Labuh, Nagari Pasir Talang Selatan, Nagari Pasir Talang, Nagari Pulakek, Nagari Pasar Muaralabuh, Nagari Pasir Talang Selatan, Nagari Koto Baru. Kecamatan Sangir terdiri dari Nagari Lubuk Gadang Barat Daya dan Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Pauh Duo terdiri dari Nagari Luak Kapau.
Total terdampak baik banjir maupun longsor 1.147 Kepala Keluarga atau 6.197 jiwa dan mengungsi 180 kepala keluarga atau 540  jiwa (Banjir 1.103 kepala keluarga atau 5.932 Jiwa terdampak dan longsor 46 kepala keluarga 265 jiwa terdampak dan 180 kepala keluarga atau 540 Jiwa mengungsi.&amp;ldquo;Upaya yang dilakukan BPBD Kabupaten Solok Selatan berkoordinasi  dengan instansi terkait guna melakukan evakuasi serta pendataan, Tim  Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Solok Selatan beserta Dinas Sosial  (TAGANA), TNI - POLRI dan masyarakat melakukan pembersihan terhadap  rumah warga yang terkena banjir,&amp;rdquo; tambah Irdahendri
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan telah menetapakan SK Tim  pembentukan Pos Komando yang di pimpin sebagai IC Sekretaris Daerah.  Masyarakat dan Dinas terkait melakukan upaya pembersihan material banjir  menggunakan alat wheeloder dan membersihkan rumah masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan telah melakukan koordinasi dengan  pemerintah Provinsi dan telah melaporkan dampak, kerugian dan upaya yang  telah dilakukan kepada BNPB. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat  telah  memberikan satu paket obat-obatan.

BPBD Kabupaten Solok Selatan melakukan pembersihan material banjir  bandang dan tanah longsor menggunakan alat berat berupa, 1 unit  wheeloder dan 2 unit Ekscavator
&amp;ldquo;Pemprov sudah mengeluarkan bantuan dana BTT tanggap darurat sebesar  Rp 350 juta dan BNPB sudah memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp  250 juta. Telah diberlakukan status tanggap darurat bencana alam banjir  di Kabupaten Solok Selatan mulai 22 November 2019 sampai 5 Desember  2019,&amp;rdquo; jelasnya.
Total kerugian yang dialami kabupaten seribu rumah gadang ini Rp14.375.800.000</description><content:encoded>PADANG - Material bebatuan dan pohon masih menutup akses jalan menuju Jorong (Dusun) Sapan Salak, dan Manggis, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parit Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan yang dikenal seribu ruumah gadang, Sumatera Barat (Sumbar) pasca bencana banjir bandang dan longsor melanda daerah pada Rabu, 20 dan 24 November 2019.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, dua jorong tersebut tersebut sebanyak 540 jiwa (180 KK) dengan rincian: Sapan Salak 135 jiwa, Air batuang 105 jiwa, Sapan Batu 60 jiwa, Pasir Panjang 90 Jiwa, Ladang Kongsi 150 jiwa.

&amp;ldquo;Rumah rusak ke dua jorong tersebut adalah 27 rumah rusak berat, 8 rusak ringan dan 5 rusak ringan,&amp;rdquo; terang Kasi Rehap Rekon BPBD Kabupaten Solok Selatan, Irdahendri, Kamis (28/11/2019).
Baca Juga: Banjir Bandang, Bupati Agam Tetapkan Kondisi Darurat Bencana
Sementara data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) Banjir dan longsor yang terjadi pada 20 November lalu, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Nagari Pakan Rabaa Timur, Nagari Pakan Rabaa, Nagari Persiapan Batang Lolo. Kecamatan Sungai Pagu terdiri dari Nagari Pasar Muara Labuh, Nagari Pasir Talang Selatan, Nagari Pasir Talang, Nagari Pulakek, Nagari Pasar Muaralabuh, Nagari Pasir Talang Selatan, Nagari Koto Baru. Kecamatan Sangir terdiri dari Nagari Lubuk Gadang Barat Daya dan Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Pauh Duo terdiri dari Nagari Luak Kapau.
Total terdampak baik banjir maupun longsor 1.147 Kepala Keluarga atau 6.197 jiwa dan mengungsi 180 kepala keluarga atau 540  jiwa (Banjir 1.103 kepala keluarga atau 5.932 Jiwa terdampak dan longsor 46 kepala keluarga 265 jiwa terdampak dan 180 kepala keluarga atau 540 Jiwa mengungsi.&amp;ldquo;Upaya yang dilakukan BPBD Kabupaten Solok Selatan berkoordinasi  dengan instansi terkait guna melakukan evakuasi serta pendataan, Tim  Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Solok Selatan beserta Dinas Sosial  (TAGANA), TNI - POLRI dan masyarakat melakukan pembersihan terhadap  rumah warga yang terkena banjir,&amp;rdquo; tambah Irdahendri
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan telah menetapakan SK Tim  pembentukan Pos Komando yang di pimpin sebagai IC Sekretaris Daerah.  Masyarakat dan Dinas terkait melakukan upaya pembersihan material banjir  menggunakan alat wheeloder dan membersihkan rumah masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan telah melakukan koordinasi dengan  pemerintah Provinsi dan telah melaporkan dampak, kerugian dan upaya yang  telah dilakukan kepada BNPB. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat  telah  memberikan satu paket obat-obatan.

BPBD Kabupaten Solok Selatan melakukan pembersihan material banjir  bandang dan tanah longsor menggunakan alat berat berupa, 1 unit  wheeloder dan 2 unit Ekscavator
&amp;ldquo;Pemprov sudah mengeluarkan bantuan dana BTT tanggap darurat sebesar  Rp 350 juta dan BNPB sudah memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp  250 juta. Telah diberlakukan status tanggap darurat bencana alam banjir  di Kabupaten Solok Selatan mulai 22 November 2019 sampai 5 Desember  2019,&amp;rdquo; jelasnya.
Total kerugian yang dialami kabupaten seribu rumah gadang ini Rp14.375.800.000</content:encoded></item></channel></rss>
